Skip to content


Pidato Dedi Mulyadi ka Dua

Nah karena berangkat dari sini maka neuleuman. ketika kalimat neuleuman, orang Sunda memilih sebagai air, sebagai sarana bentuk menyucian dirinya, maka orang Sunda menyebutnya ka cai jadi saleuwi, kalau kacai jadi sa leuwi maka dia tenggelam dengan air itu, ketika tenggelam dengan air itu maka air menjadi sumber inspirasi kebenaran dan pembentukan nilai. Maka ketika berbicara pada alam, alam Sunda adalah alam air. Alam air adalah alam pohon, alam pohon adalah alam nilai dimana disitu ada kerukunan dan keadilan, maka diletakanlah simbolisasinya dengan bentuk harimau yang dia memiliki identitas untuk menjaga seluruh piranti kekayannya, hanya dengan harimau orang Sunda bisa dijaga kehormatan dirinya, karena harimau adalah merupakan perwujudan sosok seorang raja yang merajai seluruh hutannya agar orang tidak bisa menyentuh bagian pinggir-pinggir hutannya sekalipun. Maka identitasnya diletakan pada itu, karena identitasnya diletakan pada itu, maka mahkotanya adalah gunung, karena mahkotanya diletakan pada gunung maka kehormatan orang sunda terletak pada gunungnya selama gunung masih ada dan berdiri dengan kokoh maka orang Sunda pasti terjaga kehormatannya. Ketika gunung sudah tiada maka Sunda kehilangan seluruh kehormatannya dan martabat hidup.
Maka masuk pada sebuah wilayah; heug urang teundeun di handeuleum hieum geusan sampeureun, cag urang tunda di hanjuang hiang geusan alaeun, paranti cokot bawaeun, dituruban ku mandeupeun, diwadahan cupu manik astagina, dibuka kuna ngaliwat anu weruh ku semuna anu apal ka basana nu rancage hatena, putra putu tigan ewu begawan sawidak lima nu hayang dilalakonkeun. Apa yang sesungguhnya kesan yang ada disini? sesungguhnya identitas Sunda berasal dari gunung. Identitas Sunda adalah aliran air, identitas Sunda adalah aliran sungai, identitas Sunda adalah seluruh kasta-kasta peradaban yang dibangun dengan peradaban hutan, peradaban sungai, peradaban aliran-aliran airnya, peradaban air sampai dengan peradaban laut, maka disitulah seluruh identitas peradaban itu, dan seluruh identitas peradaban itu adalah identitas kebudayaan, dan seluruh identitas kebudayaan adalah identitas ketuhanan, maka tuhan manusia dan kebudayaan adalah satu kesatuan yang utuh bukan terpisah, agama adalah kebudayaan, kebudayaan adalah agama, bohong kalau orang mengatakan bahwa agama bukan kebudayaan. Saya katakan kebudayaan adalah agama, orang Sunda berketuhanan secara sempurna kalau dimana kalau ia ingin memahami lingkungannya di Sunda wiwitan, lepas dari Sunda wiwitan dia tidak akan mengenal lagi tuhan yang sebenarnya. Karena di situ tidak pergi ke sana karena disana adalah identitasnya. Disinilah letak diri dan ketuhanannya, ketika dia terpisah dari letak diri dan ketuhanannya, dia terpisah dengan tuhannya, kenapa karena kita dilahirkan disini. ketika kita dilahirkan disini, maka tuhan sudah menempatkan diri kita agar memahami tuhannya disini, bukan di tempat lain.
Man aroka masahu faqot warobbahu, siapa yang memahami dirinya akan mengenal tuhannya, kalau kita memahami diri dengan identitas pembentukan karakternya, genetikanya, dari mana dia dilahirkan, dimana tempat dia berasal maka kalimatnya innalillahi wainaillaihi rajiun. Dimana kau berasal maka kesana kau akan kembali. Orang Sunda menjawabnya lembur matuh dayeuh manuh, banjar karang pamidangan, disitu tak bisa kita mencari agama ditempat lain sebenarnya.
Kenapa hari ini kita tersesat? Karena kita mencari agama ditempat lain dan menganggap tempat lain sembogo tempat kesucian diri kita, tidak bisa, kita suci ya disini. kita suci dan mensucikan ya disini, yang mensucikan air kita sendiri bukan airnya orang lain. Jangan terbalik air kita kita kotori air kita kita cemari, air orang lain kita sucikan. Kita tidak akan bisa membangun dengan peradaban yang ada adalah import air. Inilah diri kita karena itulah dalam rangka pembentukan kemanusiaan, kita berasal dari sebuah habitat, karena sebuah habitat membentuk karakter, karakter melahirkan identitas, identitas melahirkan kebiasaan, kebiasaan disebutnya kebudayaan, maka kebiasaan identitas adalah kesatuan nilai, karena kesatuan nilai itulah agama, nah inilah yang dibangun.
Apa yang menjadi kesalahan kita? Yang menjadi kesalahan kita adalah rumusan kebijakan negara, itulah langsung pada rumusan kebijakan negara. Bukan rumusan kebijakan daerah. Bahkan rumusan kebijakan wilayah, sehingga negara tidak jelas identitasnya. Saya tanya indonesia identitasnya itu apa? Karena identitas idonesia itu adalah Sunda, Jawa, ketika bicara Sunda dan Jawa, Bali, makasar dan segala macam, maka kita bicara pada wilayah Sundanya mana? Ciamis, Tasik, Garut, Purwakarta, Subang, Karawang, Majalengka, Bekasi, Cirebon, Bogor, Ciamis, Kuningan, Sukabumi, inilah identitas. Itu nanti akan membangun identitas-identitas ini, dan identitas inilah yang quran katakan aku ciptakan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa kecuali kamu untuk saling kenal mengenal. Ketika katakan saling kenal-mengenal, maka lahirlah produk kebudayaan, produk kebudayaan itu dalam teologinya orang Baduy mengatakan harus dibangun dengan kesetaraan. Karena harus dibangun dengan kesetaraan maka yang ada adalah tradisi barter, tukar menukar. Karena tradisi tukar menukar maka tidak boleh ada hegemoni. Yang satu dihargakan lebih murah, yang satu dihargakan lebih mahal. Inilah biangkeroknya terjadi liberalisasi neoliberalisasi dan penjajahan dunia yang sampai saat ini kenapa? karena yang satu dianggap peradabannya rendah maka direndahkan martabatnya. Yang satu peradabannya lebih tinggi maka ditinggikan martabatnya maka disinilah terjadi hegemoni, yang satu menjadi daerah jajahan yang satu menjadi daerah yang menjajah. Inilah mulai menjadi cikal-bakal pertikaian manusia. Dan itulah yang terjadi pada sejarah Pajajaran itulah yang terjadi ketika yang satu wilayah merasa lebih tinggi derajatnya, dia ingin menguasai seluruh wilayah. Dan meletakan dirinya lebih tinggi dan lebih besar dari yang lain, tidak menghormati rasa hormat orang lain, tidak ada sebagai penghormatan sebagai kemanusiaan bukan sebagai bentuk penyerahan, inilah yang melahirkan berbagai peristiwa dunia, bukan persoalan bubat, tetapi berbagai daerah, berbagai belahan dunia terjadi ekspansi seperti ini. Selama ideologi ini masih dikembangkan maka pertikaian peradaban masih akan terus berlangsung.

Posted in Kasundaan.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

You must be logged in to post a comment.