Identitas Diri

This post was written by madeagusartha on Juli 18, 2014
Posted Under: Tak Berkategori

 

Nama                    : I Made Agus Artha Wirantara
Kelahiran              : Denpasar, 4 Agustus 1989
Kewarganegaraan : Indonesia
Usia                       : 24 tahun
Asal                       : Denpasar Bali
Anak ke                 : 2 dari 3 bersaudara

 

Nama saya I Made Agus Artha Wirantara biasa dipanggil dengan sebutan agus tapi ada juga yang suka memanggil dengan sebutan gus’de. Saya berjenis kelamin laki-laki dan lahir pada tanggal 4 Agustus 1989 dan saya anak ke dua dari tiga bersaudara dari sebuah kelurga yang dikepala keluargai oleh bapak Alit Suarta dan ibu Suwerniasih. Dan kami tinggal disebuah tempat yang berada di daerah Denpasar, Desa Pemecutan Kaja.

Sekolah dasar saya yaitu di SDN 21 Pemecutan Kaja, SMP saya di SMP PGRI 5 Denpasar, SMA saya yaitu di SMKN 5 Denpasar. Dan aktivitas saya sekarang adalah sedang menjalani kuliah di Institut Seni Indonesia Denpasar. Di ISI Denpasar ini saya mengambil jurusan Karawitan. Saya mengambil jurusan karawitan ini karena hobi saya menabuh dan ingin memplajari karawitan lebih dalam lagi, selain itu saya juga ingin melestarikan budaya bali, salah satunya dari seni karawitan ini.

Pertama kali saya belajar menabuh yaitu pada waktu saya masih kecil, kira-kira pada umur 8 tahun. Kira-kira pada waktu saya kelas 2 SD. Dan pada waktu itu saya di ajarkan menabuh oleh bapak saya sendiri. Pertama kali belajar menabuh saya di ajarkan bermain instrument kendang. Berjalannya waktu sambil belajar bermain instrument kendang saya juga di ajarkan bermain instrument gangsa. Dengan belajar dari cara menutup bilah yang benar dan cara memegang panggul yang benar, dan di ajarkan gending-gending yang mudah-mudah terlebih dahulu, seperti gending gilak. Selain itu saya juga mempelajari instrument yang lainnya. Dan saya pun belajar dari kaset,mdengan cara mendengar-dengar gending yang sudah ada.

Berjalannya waktu, saya sudah bisa menguasai beberapa gending yang sudah di ajarkan oleh bapak saya sendiri, dan saya juga sering di ajak menonton seni pertunjukan, seperti tari topeng, arja dan tari tarian yang lainnya, dan juga sering di ajak menonton festival gong kebyar. Setelah saya SMP, di SMP pun saya mengambil mulok dan ekstra menabuh. Karena, selain saya belajar di rumah, saya juga bisa belajar menabuh di sekolah tersebut. Kira-kira pada waktu kelas 2 SMP saya di ikut sertakan oleh bapak saya ke sebuah sekha gong yang berada tidak jauh dari tempat tinggal saya, yang bernama sekeha gong khayangan suci. Di sekeha tersebut saya mendapatkan banyak pengalaman tentang menabuh dan mendapat pelajaran dan gending-gending yang baru. Bersama sekeha tersebut saya sering menabuh ke berbagai tempat yang ada di denpasar mau pun di luar denpasar.

Seiring berjalannya waktu setelah saya tamat di SMP tersebut, saya melanjutkan sekolah ke SMKN 5 Denpaar. Di sekolah tersebut saya mengambil jurusan karawitan. Saya  mengambil jurusan karawitan, karena saya ingin mempelajari karawitan dan ingin tahu teori-teori dan tekhnik tentang karawitan. Dan orang tua saya pun sangat mendukung saya melanjutkan sekolah di SMKN 5 Denpasar tersebut. Di sekolah tersebut saya banyak mendapatkan teknik dan gending-gending baru yang belum saya ketahui. Selain itu saya juga dapat belajar teori-teori karawitan yang benar. Di sana saya sering mengikuti pagelaran-pagelaran yang di adakan sekolah tersebut. Pada waktu masih sekolah di sana, kiara-kira kelas 2 saya juga ikut membantu bapak mengajar menabuh di banjar tempat saya tinggal, untuk mencari pengalaman. Setelah saya tamat dari sekolah tersebut, saya melanjutkan kuliah di Institut Seni Indonesia Denpasar. Dengan mengambil jurusan karawitan juga. Karena saya ingin mempelajari karawitan itu lebih dalam lagi. Selain itu saya juga bercita-cita ingin menjadi seorang dosen karawitan. Dan ingin menjadi orang sukses.

Arti sukses bagi saya yaitu kesuksesan adalah sebuah perjuangan dan doa karna dari hasil perjuangan itu sendiri yaitu sukses. Ya walaupun ada seseorng yang sudah bejuang dan  berkorban tapi tidak membuahkan kesuksesan berarti orang itu tidak sungguh-sungguh menginginkan kesuksesan itu karna yang sugguh-sungguh menginginkan kesuksesannya adalah orang yang yang berjuang dengan sungguh-sungguh dibarengi dengan doa karna kalau usaha tidak dibarengi dengan doa itu percuma juga. mereka yang sepeti itu adalah orang-orang yang terlalu pede dengan kemampuannkya padahal ada hal yang paling penting yang bisa merubah kehidupan kita lebih mudah yaitu dengan do’a tapi sebaliknya kalau kita itu berdo’a terus tidak dibarengi dengan usaha atau perjuangan itu sama sekali bohong dan jikalau seperti itu sama sekali tidak akan berbuah kesuksesan.

Dan kesuksesan itu sebuah prestasi yang diraih oleh orang-orang yang disiplin. karna saya lihat orang-orang disekeliling saya yang meraih kesuksesan adalah orang-orang yang kehidupannya yang kelillingi oleh kedisiplinan.

Dan moto hidup saya yaitu raihlah cita-citamu setinggi mungkin dan  kesuksesan sebisa mungkin. dan saya betekad dari sekarang saya harusa bisa semua itu. Astungkara.

 

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: