Menganalisa tabuh 4 semarandana

April 2nd, 2018

Pengertian.

Pada tabuh 4 semarandana yang saya anlisa ini yang saya ketahui dari narasumber tidak ada yang mengetahui si pencipta karya tabuh 4 semarandana ini .tapi mulai di ajarkan di desa pekraman penatih sekitar tahun 1965 ,tapi sebetulnya tabuh semarandana yang di latih merupakan tabuh yang sudah di kreasikan pada waktu itu hampir mirip dengan apa yang ada pada rekaman tabuh 4 semarandana yang di bawakan oleh seka gong jaya kusuma banjar gladag pedungan denpasar mungkin saja yang melatih tabuh di desa adat penatih pernah belajar di banjar gladag  pedungan karena secara bukti sejarah ada beberapa warga di pedungan yang memiliki pura kawitan di pura penataran agung penatih .namun dari beberapa narasumber atau pelingsir seni yang saya tanyakan di desa saya hampir semua mengatakan ketidak tahuan si pencipta karya tabuh 4 semarandana namun karena ketertarikan saya dengan tabuh ini saya berusaha menganalisa dengan informasi yang

 

BAGIAN-BAGIAN YANG TERDAPAT PADA TABUH 4 SEMARANDANA

  1. KAWITAN

Pengawit adalah awal dari gending tersebut kawitan dari tabuh 4 semarandana ini menggunakan instrumen trompong dan nada awal ding

  1. PENGAWAK

Pengawak adalah bagian intisari gending dimana suatu tabuh akan dikatakan sesuai pembagian komposisi dimana letaknya gong,kempur dan kempli. Pengawak terdiri dari 16 baris. 16 baris terdiri dari 16 ketukan. Bagian kedua bagian akhir hanya diisi jegog dan kempur saja. Pada bagian ketigan (bagian akhirnya) terdapat pukulan jegog saja.

  • Pada baris ke 2,6,10,14 diisi pukulan kempur.
  • Pada baris ke 4,8,12,16 terdapat pukulan kempli
  • Pada baris ke 16 terdapat pukulan gong
  • Pada setiap akhir baris selalu terdapat pukulan jegog

 

Pada bagian pengawak ini biasanya di mainkan berulang kali 2 sampai 3 kali. Nada yang dipakai mengakhiri pada bagian pengawak atau nada yang mendapat pukulan gong adalah nada ding. Pada bagian ini terdapat permainan gangsa yang disebut ngoncang, tempo pada bagian pengawak ini adalah pelan. Pada perpindahan dari bagian pengawak ke pengisep terdapat bagian yang di sebut penyalit.

 

  1. PENGISEP

Pada bagian pengisep tidak jauh berbeda dari hitungan pengawak yaitu,terdiri dari 16 baris, 1 baris terdiri dari 16 ketukan, baris kedua bagian akhir hanya diisi jegog saja.

  • pada baris ke 2,6,10,14 diisi pukulan jegog dan kempur.
  • Pada baris ke 4,8,12,16 terdapat pukulan kempli.
  • Pada baris ke 16 mendapat pukulan jegog.
  • Pada bagian ke 1,3,5,7,9,11,13,15 semua akhri baris tersebut hanya diisi pukulan jegog.

Pada bagian pengisep terdapat permainan gangsa yang disebut gegoncangan , saat bagian ini agak dimainkan dengan tempo yang sedang oleh kendang sehingga tabuh ini sangat enak didengar. Peralihan dan pengisep ke pengecet disebut dengan penyalit yang berakhir dengan nada dung.

 

PENGECET

Didalam pengecet tabuh 4 semaran dana ini  terdapat bebearapa bagian yaitu bebaturan, tabuh telu, dan pekaad. Dalam bagian pengecet ini terdapat permainan gangsa yang disebut ngoncang, angsel riong dan murba oleh kendang dengan tempo yang dimainkan agak cepat. Pada bagian pengecet terdapat dinamika yang jelas sehingga menghasilkan suasana yang begitu indah.

PERKEMBANGAN

Perkembangan tabuh 4 semarandana ini sampai saat sekarang masih dipergunakan didesa pakraman penatih biasanya dipakai untuk upacara yadnya dibali seperti upacara piodalan dipura , melaspas , dll. Hampir diseluruh pelosok bali mengetahui gending tersebut gending ini sangat mudah dicerna sampai sekarang gending ini masih eksis.

 

Narasumber; I Wayan Astawa s,sn

 

Leave a Reply