Pertunjukan Komedi Stamboel

Posted by Arsa Wijaya on Maret 07, 2012
Tulisan

Pertunjukan Komedi Stamboel yang dipentaskan hari Jumat, 23 Desember 2011 di Gedung Natya ISI Denpasar merupakan sebuah pertunjukan teater yang mengambil sumber cerita dari Hikayat 1001 Malam dengan judul “Aladin Melawan Raja Sihir Afrika” dengan sinopsis sebagai berikut.

Setelah beberapa bulan menikmati bulan madu bersama istrinya Jasmin, Aladin mohon pergi berburu sebagaimana kebiasaanya ketika masih bujangan. Dia meninggalkan istri serta istananya yang megah menuju gurun pasir nan luas.

Seorang raja sihir dari Afrika yang bernama Jafar, yang sejak lama menaruh dendam kepada Aladin karena pernah kalah berebut lampu wasiat, kini mempergunakan kesempatan untuk merebut kembali lampu wasiat itu. Dengan mempergunakan tipu daya dia memasuki istana dan berhasil membujuk putri Jasmin agar bersedia menukar lampu milik Aladin yang kuno dengan lampu yang baru dan lebih bagus. Putri Jasmin tidak menyadari tipu daya ini, lalu menukar lampu wasiat milik suaminya engan lampu milik si Raja Sihir. Akhirnya, dengan lampu wasiat asli tersebut, si Raja Sihir dengan bantuan Jin Budak Lampu memindahkan istana Aladin beserta segenap isinya ke Afrika.

Sang Raja Harun Al Rasyid, ayah putri Jasmin yang istanya terletak berseberangan jalan dengan istana Aladin sangat kaget karena istana menantunya Aladin tiba-tiba saja lenyap. Beliau sangat marah dan segera memanggil Aladin yang baru saja dating dari berburu. Aladin menyadari akan apa yang telah terjadi atas istana dan istrinya dan minta maaf kepada Raja. Namun, Raja tetap tidak bersedia memaafkan sebelum putrinya kembali. Aladin mohon diberi waktu 40 hari untuk mendapatkan kembali sang putrid raja, yang tiada lain adalah istrinya sendiri.

Dalam pencariannya, Aladin dapat bantuan dari Jin Budak Cincin yang membawanya ke Afrika dalam waktu sekejap. Setiba di Afrika dalam waktu singkat pula Aladin berhasil menemukan istananya. Selanjutnya secara diam-diam dan sangat rahasia Aladin menemui istrinya. Mereka pun sangat bahagia. Setelah perjumpaan tersebut disusunlah tipu daya sehingga Jafar si Raja Sihir dapat dibunuh dan lampu wasiat kembali ke tangan Aladin. Dengan tidak menunggu waktu lama lagi, dengan bantuan Jin Budak Lampu, Aladin bersama istri dan istananya pindah kembali ke Persia. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Raja beserta segenap rakyatnya.

Pembabakan Komedi Stamboel “Aladin Melawan Raja Sihir Afrika” terdiri dari empat babak, yaitu:

  • Babak satu : Suasana gurun pasir (siang hari)

Aladin dan seorang pengiring sedang berburu setelah beberapa hari belum juga mendapatkan apa-apa, mereka memutuskan pulang ke istananya. Aladin khawatir bahwa kesialannya ini merupakan firasat buruk.

  • Babak dua : Dalam istana (pagi hari)

Putri Jasmin istri Aladin keudatangan seorang pedagang lampu yang bernama Jafar. Dia adalah raja sihir dari Afrika. Dia membujuk Jasmin agar bersedia menukarkan lampu Aladin yang sudah usang dengan lampu baru miliknya. Ketika lampu Aladin sudah berpindah tangan, maka dengan bantuan Jin Budak Lampu, istana Aladin beserta seluruh isinya dipindahkan dari Persia ke Afrika, yakni tempat asal Jafar.

  • Babak tiga : Dalam Istana Raa Harun (sore hari)

Raja bersama permaisurinya sangat kaget menyaksikan istana menantunya Aladin lenyap dalam sekejap. Seketika  itu pula raja marah dan memangggil Aladin yang baru saja tiba dari berburu. Raja mengancam  Aladin dengan hukuman pancung, jika tidak dapat menghadirkan putrinya yang hilang bersama istananya. Aladin berjanji akan mencari dan mendapatkan Jasmin dalam tempo 40 hari.

  • Babak empat : Istana Aladin di Afrika (malam hari)

Jafar merayu Jasmin agar mau jadi istrinya. Namun Jasmin tetap menolak. Jafar sangat kecewa dan megancam jika dalam beberapa hari lagi Jasmin tidak berubah pikiran dia akan dibunuh. Ketika Jafar meninggalkan Jasmin sendiri, Aladin pun muncul. Meraka sanngat bahagia. Ternnyata Jafar memergoki mereka. Terjadilah perkelahian. Jafar tewas.

Musik/gamelan pengiring yang digunakan dalam pertunjukan Komedi Stamboel adalah gamelan Siwa Nada. Gamelan ini hanya ada dua barung, yaitu di Bali dan di luar negeri. Siwa Nada ini di buat oleh I Wayan Sinti, MA. Menurut I Wayan Sinti, gamelan Siwa Nada yang dimaksud adalah gamelan dengan sembilan nada yang berkonotasi kepada sembilan sebagai angka tertinggi yang juga mengacu kepada konsep dewa-dewa Hindu ( Nawa Sanga). Sesungguhnya konsep ini sudah ada pada sistem tujuh nada (sapta nada) gamelan Bali yang dapat diekspresikan ke dalam patutan-patutan lima nada (panca nada) sebagaimana yang lazim pada gamelan Slonding, Gambang, Gong Luwang, Semar Pagulingan, dan Semaradhana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *