Apr
30
2018

Proses latihan dari Baleganjur Aci Tulak Tunggul

Pada saat proses latihan I Wayan Widya menggunakan beberapa unsur dalam menggarap Baleganjur ini, ada pun beberapa unsurnya seperti unsur vocal, unsur dari suara instrument. Dalam konteks vocal composer banyak mempergunakan nyanyian suci seperti kidung, tembang dan nyanyian suci yang sering di pergunakan pada saat upacara dewa yadnya. Dari konteks instrument composer menggunakan pola-pola permainan baleganjur yang sederhana dan mengalir seperti air yang merupakan tema pada saat Pesta Kesenian Bali tersebut. I Wayan Widya juga membuat petuding dari instrument baleganjur yang akan di pergunakan, karena dahulu composer mendapatkan pengetahuan tentang melaras gamelan jadi instrument yang di pergunakan dalam baleganjur ini sudah diperhitungkan secara matang dan composer sendiri yang membuat petuding agar para penabuh mampu menyeimbangkan antara suara vocal dan suara instrument, karena dalam garapan tabuh baleganjur ini banyak terdapat unsur vocal di dalamnya. Composer dalam hal ini sangat mengedepankan unsur religius dari ritual yang di angkat dari ide dan mampu mengacu pada tema Pesta Kesenian Bali yaitu Ulun Danu. Dalam proses penggarapan gending I Wayan Widya mengutamakan gending inti yang terlebih dahulu di buat karena pada bagian inti ini lah yang akan banyak mewakili ide yang ingin disampaikan dalam pementasan baleganjur. Kemudian setelah gending intinya selesai dilanjutkan ke gending pejalan atau gending yang menghantarkan ke gending inti. Dalam gending pejalan ini di buat dengan pola sederhana yang memainkan nada secara berurutan namun mampu mewakili keagungan dan menciptakan suasana religius dan suasana saat ritual akan dimulai. Keharmonisan vocal yang dipadukan sehingga suasana seperti terasa dalam Pura dan dalam berlangsungnya ritual Aci Tulak Tunggul tersebut. Setelah gending pejalan dang ending inti maka barulah di buat gending pejalan akhir, yang dimana bagian ini banyak menceritakan kebahagian masyarakat yang berbahagia dan bergembira ketika hasil panennya melimpah dan berhasil. Selain itu ada juga sedikit adegan bercintaan yang menceritakan sepasang petani yang beristirahat dan menggoda istrinya yang sedang membawakan rantangan atau sarapan untuk suaminya. Setelah ketiga bagian gending tersebut selesai maka dilanjutkan dengan latihan gerak yang buatkan oleh pelatih gerak namun dalam hal ini masih di awasi oleh I Wayan Widya karena beliau yang tau pasti bagaimana alur cerita dan bagaimana menempatkan adegan-adegan yang nantinya akan mampu menarik perhatian penonton yang ada di panggung terbuka ardha candra. Pada bagian konsepnya gending ini merupakan garapan baleganjur kreasi yang di buat dengan pola sederhana namun begitu mampu mewakili ide dan tema dalam Pesta Kesenian Bali. Ada pun beberapa konsep dan struktur dari gending baleganjur Aci Tulak Tunggul.

Written by in: Tak Berkategori |

Tidak ada komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply

Powered by WordPress | Theme: Aeros 2.0 by TheBuckmaker.com