Kisah unik tradisi omed-omedan

This post was written by onoputra on Mei 3, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

Omed-omedan adalah upacara yang diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar KajaSesetanDenpasar yang diadakan setiap tahun.[1]Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut tahun baru saka.[1] Omed-omedan berasal dari bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan.[2] Asal mula upacara ini tidak diketahui secara pasti, namun telah berlangsung lama sejak nenek moyang dan dilestarikan secara turun temurun.[2] Omed-omedan melibatkan sekaa teruna teruni atau pemuda-pemudi yang berumur 17 hingga 30 tahun dan belum menikah.[3] Prosesi omed-omedan dimulai dengan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan.[3]Usai sembahyang, peserta dibagi dalam dua kelompok, laki-laki dan perempuan.[3] Kedua kelompok tersebut mengambil posisi saling berhadapan di jalan utama desa.[3] Dua kelompok Setelah seorang sesepuh memberikan aba-aba, kedua kelompok saling berhadapan.[3] Peserta upacara ini terdiri dari 40 pria dan 60 wanita.[2] Sisa peserta akan dicadangkan untuk tahap berikutnya.[2] Cara omed-omedan ini adalah tarik-menarik menggunakan tangan kosong antara pria dan wanita dan disirami air.[2] Upacara ini dilakukan hingga jam 17.00 waktu setempat.[2]

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: