Jan
11
2012
166

Sejarah Gong Kebyar

SEJARAH GONG KEBYAR

DI BANJAR GUNAKSA BANGLI

            Karawitan adalah salah satu seni budaya yang ada di Pulau Bali ini. Karawitan atau sering disebut dengan gambelan sangat di sakralkan dan memiliki arti seni yang sangat tinggi. Dengan perpaduan suara dari gambelan dengan nada-nada yang estetis dan membuat para pendengar menjadi terkagum – kagum dan terkesima menyaksikan mendengar seni budaya ini. Gambelan ini juga memiliki sejarah tersendiri dalam pembentukan gambelan, antara lain

Seperti di Banjar gunaksa yang berada di Desa cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Sejarah pembentukan gambelan di Banjar gunaksa di mulai dari tahun 1973.semua warga di Banjar gunaksa pada saat itu. Dari hasil peparuman tersebut dapat di ambil keputusan mengumpulkan dana untuk membeli gambelan dengan sistem peturunan dan donatur. Sehingga dapat membeli 1 barung gamelan gong kebyar.

Sejak saat itu Banjar gunaksa sudah memiliki gambelan tepatnya tanggal 4 september 1974 dan di bentuklah sekaa gambelan (sekaa gong). Gamelan ini juga mengalami renovasi total yaitu ukiran kayu gambelan, pada awalnya belum diukir hanya kelihatan klasik dan juga di prada agar gambelan terlihat indah dengan warna – warni prada. Lokasi pengukiran pada saat itu diukir dibalai Banjar gunaksa tepatnya di Pura manik tirta. Pengukiran tersebut diukir oleh warga gunaksa sendiri yang mempunyai usaha ukiran yaitu I Ketut arka dan karyawannya. Gambelan inipun berkembang dan generasi muda mulai belajar memainkan gambelan ini. Saya beserta pemuda di banjar gunaksa melaksanakan latihan gambelan, untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin agar tidak pakumnya kesenian menabuh di Banjar gunaksa, kami mencari tabuh-tabuh seperti lelambata,  dan saya beserta pemuda juga dapat mementaskan tabuh tersebut pada saat odalan atau upacara di pura – pura.

Gambelan ini  selain digunakan untuk upacara di pura – pura juga dapat digunakan dalam acara – acara tertentu seperti : mengiringi pementasan tari – tarian, calonarang, tari lepas, tari topeng dan segala jenis pertunjukan seni lainnya yang menyangkut karawitan. Karena warisan budaya ini nantinya akan diwariskan kepada kami. Itulah sejarah karawitan di  Banjar gunaksa. Seni budaya di Bali sangat beraneka ragam dan sangat di sakralkan. Para generasi muda harus bisa menjaga dan melestarikan budaya ini agar tidak hilang ditelan jaman. Narasumber I Nyoman arsana.

foto gamelan gong kebyar di br. gunaksa

Written by in: Tak Berkategori |
Jan
11
2012
37

Komentar video Karawitan

TABUH KREASI BEBARONGAN
‘’MEPADA’’ 


SINOPSIS : Mepada merupakan suatu ritual upacara agama hindu pada umumnya dibali, dengan cara mengelilingi pura sebanyak 3 kali putaran dengan mengusung berbagai alat-alat seperti pratime, acara-acara dan ada yang berupa barong. Inspirasi tersubut menggugah untuk menjadikan sebuah tabuh petegak bebarongan, dengan mengolah tempo, melodi, dinamika dan ritme yang tidak lepas dari musik tradisional.
tabuh kreasi bebarongan
“MEPADA”
tabuh kreasi bebarongan ”MEPADA” merupakan garapan ujian TA mahasiswa ISI Denpasar, yaitu Sang Komang Merthadi tahun 2011. Dalam pementasan ini banyak aspek yang mendukung, diantaranya adalah lighting, sound system, dan pengambilan gambar yang baik.
Hal yang perlu di komentari:
LIGHTING
Dalam video ini pencahayaannya yang kurang merata hanya fokus pada satu titik tertentu,  seharusnya cahayanya mencangkup kesemua sisi dan kurangnya efek – efek cahaya. Hal itu menjadikan moment yang begitu ingin ditampilkan/ditonjolkan menjadi kurang memuaskan/kurang jelas karena kurangnya cahaya lampu. menjadikan pementasan tersebut monoton, karena cahaya lampu yang kurang terang.
Perbaikannya ,seharusnya cahaya lampu sorot yang digunakan harus sangat terang dan semua cahaya mengenai seluruh penabuh, tidak hanya terfokus pada satu titik.
SOUND SYSTEM
Sama halnya dengan SOUND SYSTEM disini terjadi ketidakstabilan antara suara kendang dengan suara instrument lainnya. dan suara suara yang tidak ingin ditonjolkan pun ikut terdengar seperti suara penonton , dan noise.
Perbaikannya perlu adanya pengaturan sound system tersebut dan penyaringan suara yang masuk.agar hasil rekaman menjadi jernih /bersih.
KAMERA PEREKAM
Pada saat Pengambilan gambar ,gambar yang diambil kurang memuaskan,,karena pada saat pengambilan gambar , gambar yang diambil terlalu dekat hanya terlihat beberapa penabuh saja dan tidak terlihat menyeluruh .
Perbaikannya pada pengambilan gambar kameraman harus mengetahui tepat suasana dari pementasan tersebut .Dimana pada saat gambar diperjauh dan diperdekat atau pada pengambilan gambar lainnya, agar apa yang ingin ditonjolkan/diperlihatkan oleh pencipta tabuh terhadap hasil video menjadi memuaskan.

Written by in: Tak Berkategori |
Jan
09
2012
0

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!

Written by in: Tak Berkategori |

Powered by WordPress | Theme: Aeros 2.0 by TheBuckmaker.com