Tari Wiranjaya

April 11th, 2018

Tari Wiranjaya

Buleleng merupakan wilayah terbesar di Bali bahkan memiliki batas wilayah setengah dari wilayah pulau bali. Buleleng memiliki berbagai macam kreativitas terutama di bidang kesenian. Di buleleng terdapat banyak kesenian-kesenian yang unik, seperti kesenian tari dan tabuh. Di buleleng juga sering terjadi persaingan antara Bali Barat ( dauh njung) dan Bali TimurĀ  ( dangin njung).

Daerah dauh njung sangat jauh tertinggal oleh dangin njung namu setelah diciptakannya tari Wiranjaya ini mengakibatkan tumbuhnya rasa bangga masyarakat dauh njung. Tari Wiranjaya tergolong tari bebancihan yang diciptakin agar sepadan dengan tari Truna Jaya. Tari Wiranjaya mengisahkan dua putra pandu yaitu Nakula dan Sahadewa yang sedang belajar memanah di Pasraman yang dikelola oleh Bhagawan Tamba Petra.

Tari Wiranjaya diciptakan oleh I Putu Sumiasa seniman asal Bali Barat yang diciptakan pada tahun 1957. Tarian ini dibuat untuk menyaingi tarian Truna Jaya karena dulu sering diadakan kegiatan mebarung antara kesenian dauh njung dan dangin njung. Perkembangan tari Wiranjaya sangat pesat karena tarian ini merupakan tarian yang energik dan memiliki gerak yang sangat indah yang membuat para penari atau pecinta seni sangat mengapresiasi tarian Wiranjaya.

Ragam gerak tari Wiranjaya

Tari Wiranjaya merupakan tari kekebyaran yang ditarikan oleh 2 orang penari putri. Struktur tarinya sama dengan tari Truna Jaya dan tari lain pada umumnya. Adapun struktur tarinya yaitu:

  1. Papeson : Tayung Truna Jaya, agem kanan, nyalud, nyogroh, agem kiri, ngoyod, nabdab gelungan, ngunda, putar, ngeseh, gelatik nuut papah.
  2. Pengawak : Nyalid, ngeliput, ngepik, ngumbang, kebyar.
  3. Pengecet : Ngoyod, ngeliput, putar, ngenjet, ngiluk, ngembat, duduk, agem, ngeseh.

 

Tata rias dan kostum dari tari Wiranjaya

Rias dan busana dalam sebuah tarian merupakan hal yang sangat penting yang dapat menarik perhatian penonton karena dari sanalah penonton dapat menafsirkan apa dan bagaimana \tokoh yang dibawakan atau ditarilkan oleh penari. Sebagai tokoh yang muda danĀ  berwibawa riasan yang digunakan harus mendukung. Dimulai dari rias wajah memiliki alis yang ramping dan bagian ujungnya dibentuk sedikit naik untuk tetap memperlihatkan sisi maskulinnya walaupun yang menarikan 2 orang wanita.

  1. Kepala : Destar kuning, krucut, petites, gruda mungkur, lenter, rumbing.
  2. Badan : Badong, gelangkana atas bawah, sabuk prada, tutup dada, ampok-ampok, panah.
  3. Bagian bawah : Celana kuning, kain kuning prada, gelang kaki.

Image result for tari wiranjaya

Leave a Reply