Archive for April, 2018

Tari Jagung Gembal

Kamis, April 12th, 2018

Asal usul tari “Jagung Gembal”. 

Tari Jagung Gembal merupakan salah satu tari kreasi baru yang berasal dari Bali utara. Tarian ini diciptakan oleh I Gusti Ayu Parwiti S,Pd yang berasal dari barat Kabupaten Buleleng. Tarian ini merupakan karya pertama dari Parwiti yang diciptakan untuk parade Gong Kebyar Dewasa pada ajang Festival Kesenian Bali tahun 2014. Tarian ini merupakan salah satu tarian yang menyimbolkan tanaman jagung gembal yang dulunya banyak terdapat di Bali Utara khususnya di kota Singaraja dan dijadikan salah satu ikon Kabupaten Buleleng, dibuktikan dari patung singa yang menggenggam jagung gembal.

Parwiti memilih jagung gembal pada karya pertamanya karena dia menganggap jagung gembal merupakan sesuatu yang unik untuk digarap dalam suatu tarian dan juga untuk melestarikan salah satu ciri khas Kabupaten Buleleng tersebut.  Tari jagung gembal di tarikan oleh sembilan orang penari dengan berbagai macam gerak tubuh yang dirangkai menjadi satu dan pada akhir tarian ini ada satu penari yang menarikan sosok singa ambara raja yang menggenggam jagung gembal.

Tabuh dari tarian ini di garap oleh salah satu alumni ISI yang bernama Gusti Bagus Sukma Adi Oka S,Sn. angkatan 2005. Tari jagung gembal ini juga merupakan karya pertama dari Sukma. Parwiti dan Sukma sama-sama menggarap tarian ini dengan banyak rintangan karna mungkin sebelumnya mereka belum pernah menggarap suatu karya. Tapi dengan lebih sering bertanya dengan orang yang berpengalaman  dan juga lebih banyak latihan mereka dapat menghasilkan karya yang bagus dan dapat diterima oleh masyarakat khususnya di Buleleng.

Image result for tari jagung gembal

Tari Wiranjaya

Rabu, April 11th, 2018

Tari Wiranjaya

Buleleng merupakan wilayah terbesar di Bali bahkan memiliki batas wilayah setengah dari wilayah pulau bali. Buleleng memiliki berbagai macam kreativitas terutama di bidang kesenian. Di buleleng terdapat banyak kesenian-kesenian yang unik, seperti kesenian tari dan tabuh. Di buleleng juga sering terjadi persaingan antara Bali Barat ( dauh njung) dan Bali Timur  ( dangin njung).

Daerah dauh njung sangat jauh tertinggal oleh dangin njung namu setelah diciptakannya tari Wiranjaya ini mengakibatkan tumbuhnya rasa bangga masyarakat dauh njung. Tari Wiranjaya tergolong tari bebancihan yang diciptakin agar sepadan dengan tari Truna Jaya. Tari Wiranjaya mengisahkan dua putra pandu yaitu Nakula dan Sahadewa yang sedang belajar memanah di Pasraman yang dikelola oleh Bhagawan Tamba Petra.

Tari Wiranjaya diciptakan oleh I Putu Sumiasa seniman asal Bali Barat yang diciptakan pada tahun 1957. Tarian ini dibuat untuk menyaingi tarian Truna Jaya karena dulu sering diadakan kegiatan mebarung antara kesenian dauh njung dan dangin njung. Perkembangan tari Wiranjaya sangat pesat karena tarian ini merupakan tarian yang energik dan memiliki gerak yang sangat indah yang membuat para penari atau pecinta seni sangat mengapresiasi tarian Wiranjaya.

Ragam gerak tari Wiranjaya

Tari Wiranjaya merupakan tari kekebyaran yang ditarikan oleh 2 orang penari putri. Struktur tarinya sama dengan tari Truna Jaya dan tari lain pada umumnya. Adapun struktur tarinya yaitu:

  1. Papeson : Tayung Truna Jaya, agem kanan, nyalud, nyogroh, agem kiri, ngoyod, nabdab gelungan, ngunda, putar, ngeseh, gelatik nuut papah.
  2. Pengawak : Nyalid, ngeliput, ngepik, ngumbang, kebyar.
  3. Pengecet : Ngoyod, ngeliput, putar, ngenjet, ngiluk, ngembat, duduk, agem, ngeseh.

 

Tata rias dan kostum dari tari Wiranjaya

Rias dan busana dalam sebuah tarian merupakan hal yang sangat penting yang dapat menarik perhatian penonton karena dari sanalah penonton dapat menafsirkan apa dan bagaimana \tokoh yang dibawakan atau ditarilkan oleh penari. Sebagai tokoh yang muda dan  berwibawa riasan yang digunakan harus mendukung. Dimulai dari rias wajah memiliki alis yang ramping dan bagian ujungnya dibentuk sedikit naik untuk tetap memperlihatkan sisi maskulinnya walaupun yang menarikan 2 orang wanita.

  1. Kepala : Destar kuning, krucut, petites, gruda mungkur, lenter, rumbing.
  2. Badan : Badong, gelangkana atas bawah, sabuk prada, tutup dada, ampok-ampok, panah.
  3. Bagian bawah : Celana kuning, kain kuning prada, gelang kaki.

Image result for tari wiranjaya