Banjar Lungsiakan, Kedewatan, Ubud

Banjar lungsiakan terletak di desa kedewatan, kecamatan Ubud. Dulunya banjar ini menjadi satu dengan banjar Kedewatan, kemudian patah dan terbelah menjadi dua, itu sebabnya banjar ini dinamakan banjar Lungsiakan yang berasal dari kata “lung” yang artinya patah dan “siakan” yang artinya terbelah menjadi dua. Banjar lungsiakan di pimpin oleh seorang kelihan dan di bantu oleh wakilnya. Banjar lngsiakan memiliki pura khayangan tiga yaitu Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem. Serta memiliki pura dang khayangan yaitu Pura Pucak Payogan. Pura pucak payogan adalah pura yang dibuat oleh Rsi Markendya dalam perjalanan beliau ke pulau Bali. Pura Pucak Payogan adalah pura yang dulunya di gunakan oleh rombongan Rsi Markendya untuk melakukan semadhi. Banjar lungsiakan memiliki penduduk yang mayoritas bermata pencaharian sebagai pematung dan petani. Setiap 5 tahun sekali di banjar ini mengadakan upacara ngaben massal yang melibatkan seluruh krama banjar. Di banjar ini memiliki beberapa organisasi diantaranya adalah organisasi STT, Sekeha Gong , Sekeha Geguntangan, Organisasi tim bola voli, PKK, Pecalang dan sekeha angklung.
Organisasi STT di banjar Lungsiakan diberi nama STT Sila Dharma. Organisasi ini terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris 1, sekretaris 2, bendahara 1, bendahara 2, juru arah, seksi-seksi dan anggota. Ketua dan wakil ketua beserta sekretaris dan bendahara memiliki masa jabatan selama tiga tahun. STT memiliki beberapa kegiatan seperti acara ulang tahun STT, kegiatan dalam menyambut tujuh belas agustus, mengadakan bazzar STT setiap tahun nya, dan acara gotong royong untuk bersih-bersih di areal pura. Sebelum melakukan acara , seluruh anggota STT akan melakukan sangkep atau rapat untuk melancarkan kegiatan yang akan diselenggarakan. Setia purnama dan tilem seluruh angota STT melakukan persembahyangan bersama di pura. STT di banjar Lungsiakan juga memiliki sekeha gong yang diikuti oleh anggota yang bisa megambel.
Sekeha gong dan sekeha geguntangan memiliki struktur organisasi yang sama. Struktur organisasinya ialah ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan juru arah. Tugas dari sekeha gong ini adalah memainkan beberapa lagu-lagu dalam gamelan bali untuk mengiringi upacara di pura atau dewa yadnya. Sedangkan sekeha geguntangan menyanyikan pupuh atau kidung yang berisikan tentang ceritra dan juga untuk mengiringi upacara. Sekeha ini anggotanya adalah orang-orang dewasa yang sudah menikah.
Di banjar lungsiakan terdapat lapangan bola voli yang besar. Bahkan sudah diakui sebagai lapangan bola voli terbesar dan termewah di kecamatan ubud. banjar lungsiakan memilki grup bola voli yang diberi nama LAVOLLA. Pemain LAVOLLA di ambil dari anak-anak remaja dan dewasa yang sebagian besar adalah anggota STT. Setiap empat tahun sekali organisasi ini mengadakan kejuaraan bola voli yang juga bekerjasama dengan STT, Pecalang dan seluruh karma banjar.

Organisasi PKK terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. Anggota dari organisasi PKK adalah ibu-ibu yang sudah berumah tangga. Tugas dari organisasi ini adalah untuk membantu pembuatan sarana upacara dan membantu di perantenan (dapur) untuk membuatkan makanan atau minuman yang disuguh kan kepada sekeha gong dan tamu-tamu lainnya yang hadir saat upacara agama. Ibu-ibu PKK juga membantu dalam menghaturkan sarana upacara saat piodalan serta memundut simbol-simbol (tapakan) para dewa saat melasti dan ngiring.
Organisasi pecalang juga memiliki struktur yang sama dengan struktur organisasi PKK. Organisasi pecalang ini bertugas untuk menjaga keamanan di lingkungan banjar. Pada saat ngiring atau melasti pecalang juga bertugas untuk mengatur lalu lintas. Pecalang juga bertugas jaga pada hari raya nyepi. Di banjar lungsiakan , anggota pecalang melakukan ronda setiap malam dengan memakai mobil pecalang.
Sekeha angklung di banjar Lungsiakan beranggotakan anak-anak yang bertugas mengiringi upacara agama dan upacara ngaben. Sekeha angklung di banjar ini dilatih oleh ketua sekeha gong.
Di banjar Lungsiakan memiliki beberapa barungan gamelan, yang pertama adalah gamelan semarandhana. Gamelan semarandhana ini adalah gamelan utama yang ada di banjar lungsiakan, karena gamelan ini selalu di pakai untuk mengiringi suatu upacara agama. Barungan dari gamelan ini terdiri dari beberapa instrumen antara lain adalah :
• Dua buah ugal atau giying
• Empat buah pemade dan kantilan
• Sebuah reyong
• Sebuah terompong
• Sepasang gong lanang wadon
• Kempur
• Sepasang kendang cedugan dan krumpungan
• Ceng-ceng ricik
• Dua buah penyacah, jublag dan jegog
• Kajar , kempli dan kemong
• Sepasang gender rambat

Ada juga barungan gamelan baleganjur yang biasa digunakan untuk melasti atau pun ngiring ke pura. Kemudian ada juga barungan gender wayang yang biasa nya digunakan dalam upacara di pura sebagai pengiring dalam wayang lemah. Barungan gender wayang ini terdiri dari empat instrument gender wayang yang di mainkan oleh empat orang dengan menggunakan dua panggul. Kemudian barungan gamelan angklung yang biasa digunakan dalam upacara pengabenan yang biasa dimainkan oleh anak-anak yang ikut dalam sekeha angklung di banjar lungsiakan.
Demikian sedikit penjelasan tentang tempat tinggal saya, terima kasih.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*