BARONG LANDUNG

Juli 7th, 2014

BARONG LANDUNG   BARONG LANDUNG   Sekilas Eksistensi Barong Landung di Banjar Brahmana Bukit Desa Cempaga Bangli. Berdasarkan hasil  wawancara saya dengan pihak pengurus atau pengempon  Pura setempat, menunjukan bahwa Barong Landung sampai saat ini masih di pentaskan oleh penduduk setempat karena dipercaya bahwa Barong Landung mempunyai nilai-nilai sakral yang sangat tingi oleh sebab itu masyarakat desa setempat sangat menyucikan dan mensakralkan Barong Landung tersebut, seperti Taksu Barong landung yang di percayai oleh masyarakat bias menimbulkan sebuah tapakan (orang kesurupan), dan juga dipercayai sebagai penolak bala dan lain-lainnya. Di setiyap hari raya Galungan dan Kuningan Barong Landung Juga di tarikan berkliling Desa (ngelawag) oleh masyarakat setempat karena dipercaya untuk mengusir para Bhuta Kala (unsur negatif yang selalu ingin mengganggu kehidupan manusia). Nilai -Nilai yang Terdapat dalam Barong Landung. Begitu juga hasil wawancara saya dengan pihak Kepala Desa, mendapatkan informasi bahwa Barong Landung ini mempunyai  nilai-nilai kesakralan sebagai berikut :

  1.   Nilai Religi

Nilai keagamaan yang dapat diambil adalah dimanifestasikan Raja Sri Jaya Pangus dengan istrinya yaitu Kang Cing We sebagai Barong, karena kedua pasangan ini sosok seorang pelindung. Kedua pasangan ini merupakan sosok seorang pelindung dimana semasa pemerintahan kerajaan Balingkang menjadi makmur, aman dan tentram dan selalu mengenang jasa-jasa Sang Raja, rakyat Balingkang akhirnya memutuskan untuk memanifestasikan kedalam sebuah Barong.

  1. Nilai Sosial

Masyarakat bali mampercayai bahwa tari Barong Landung mempunyai nilai religi dilain hal bahwa Barong Landung juga mempunyai nilai estetika yang sering dipentaskan bukan hanya semata dalam upacara tertentu, tetapi juga sering dipentaskan pada saat  lomba tari tradisional Bali sebagai satu cerminan pelestarian kebudayaan Bali. Dengan adanya lomba tari tradisional Bali memunculkan nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat. Dimana tari khususnya tari tradisional Bali bisa dijadikan wahana pemersatu yang mencerminkan nilai kebersamaan, dan dengan adanya tarian-tarian tertentu masyarakat akan mempunyai antusias tinggi dan mempunyai rasa memiliki akan tarian tersebut seperti halnya dengan adanya lomba-lomba tarian tradisional yang sering diselenggarakan oleh pemerintah setempat seperti pelaksanaan PKB (Pesta Kesenian Bali) bisa memberikan hiburan dan dapat mengundang rasa keingin tauan warga untuk menyaksikan tarian tersebut. Dengan demikian banyak kalang yang hadir pada saat itu dan bukan hanya kaum seniman yang bisa menikmati tarian tersebut tetapi juga kaum-kaum masyarakat umum dan bahkan kalangan-kalangn diluar masyarakat Bali yang antusias menikmati tarian-tarian tersebut, maka  dari itu kebersamaan antar beberapa golongan muncul ditengah-tengah pementasan tarian tradisional bali ini, khsusnya tarian Barong Landung.   Instrument Barong Landung. Adapun yang dipakai mengiringi Barong Landung adalah gamelan batel dengan instrumenny sebagai berikut :

  1. Kendang krupung Lanang wadon, yang berfungsi sebagai mengatur cepat lambat dan perubahan dinamika.
  2. Kempur, berfungsi sebagai gong dan menentukan akhir dari pada gending.
  3. Kajar , berfungsi  memperkaya ritme dialam beberapa bentuk gending.
  4. Klenang, berfungsi  bermail imbalan / alternating dengan kajar.
  5. Ricik ( cengceng kecil  ), memperkaya ritme.
  6. Tawa-tawa ( lebih banar dari kajar ), berfungsi sebagai memegang mat.

Nama-nama penabuh atau pemain masing-masing instrument dapat kami sebutkan sebagai berikut :

  1. Ida Bagus Nyoman Putra
  2. Ida Bagus Putu Raka
  3. Ida Bagus Eka
  4. Ida Bagus Suard
  5. Ida Bagus Baskara dan lain-lainnya.

Pada umumnya tabuh yang dipakai dapat dibagi menjadi dua macam,antara lain :

  1. Tabuh petegak, yang berguna untuk memanggil para penonton bahwa pertunjukan akan segera dimulai . Disamping juga untuk bersiyap-siyap seperlunya sebelum pertunjukan dimulai.
  2.  Tabuh sesandaran, yaitu untuk mengiringi selama pertunjukan hanya saja berubah dalam ke ras dan lirihnya atao cepat lambatnya yang di perlukan oleh penari itu, karena pada dasarnya tabuh berfungsi untuk mengikuti tari “tembang”  seperti juga dalam pengarjaan. Pada umumnya tembang-tembang yang dipakai seperti “sekar ali” diantaranya:

 

  1. Sinom
  2. Durma
  3. Pangkur
  4. Ginada
  5. Tembang eman-eman dan lain-lainny

BIYODATA NARA SUMBER NAMA  : Ida Bagus Nyoman Rai PEKEJAAN :  Petani UMUR : 48 TEMPAT TANGGAL LAHIR : Bangli, 17-09- 1966 ALAMAT : Banjar Brahmana Bukit, Kelurahan Cempaga  Bangli JENIS KELAMIN : Laki-Laki  

Leave a Reply