sejarah gambelan di banjar kesambi

Januari 7th, 2014

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam sejarah perkembangan Gong Kebyar banjar Kesambi terdapat hal yang begitu menarik buat saya. Dulunya sebelum kami mempunyai gamelan gong kebyar, kami hanya menggunakan Gender Wayang untuk mengiringi upacara agama dan gamelan Bebatelan untuk mengiringi Ida Batara ke Pura-Pura di sekitar lingkungan Br. Kesambi. Dalam rapat (sangkep) oleh masyarakat br. Kesambi, mereka sepakat untuk membeli gamelan Gong Kebyar tetapi dengan cara membeli setengah-setengah karena pada jaman itu sangat susah mencari pekerjaan dan semua masyarakat di Bali hanya mengandalkan pekerjaan di Sawah.Pada masa-masa itu para penglingsir dan seluruh masyarakat di Br. Kesambi sangat giat mengumpulkan Padi guna untuk melengkapi gamelan Gong Kebyar tersebut karena uang dari penjualan Padi itu di gunakan untuk membeli gamelan Gong Kebyar di Br. Kesambi. Menurut Bapak I Wayan Sama, setelah gamelan ini sudah lengkap  satu barung pada tahun 1967, kemudian para penglingsir membentuk sebuah Sekaa Gong yang di beri nama “Gita Jaya” dan nama itu masih di pergunakan hingga sekarang. Di dalam proses pembelajaran pada saat itu, mereka di ajari oleh I Nyoman Nambleg(alm). Seiring dengan bejalannya waktu sekaa ini sudah bisa memainkan beberapa buah gending gamelan Gong Kebyar di antaranya : Tabuh Telu lelambatan, tabuh dua lelmbatan dan beberapa gending iringan tari.

Seiring dengan berjalannaya waktu saya selaku penerus dalam sekaa gong di Br. Kesambi ini sudah bisa menggunakan gambelan ini tanpa ikut merasakan susahnya membeli gamelan yang ada di Br.kesambi dan juga sudah bisa membuat generasi lagi dengan mengajak anak-anak umur 7 sampai 10 tahun untuk meningkatkan mutu kesenian yang ada di Br.kesambi. Dalam perkembangan dan perjalanan sekaa ini pernah terjadi sebuah peningkatan yang signifikan karena dalam Pesta Kesenian Bali pada tahun 2011, sekaa Gong “Gita Jaya” ini di tunjuk untuk menjadi Duta Kota Denpasar dalam Parade Gong Kebyar 2011, tetapi gambelan yang di gunakan adalah gamelan pemerintah Kota Denpasar karena gambelan itu biasanya sering di pakai pada saat pementasan Gong Kebyar untuk Duta Kota Denpasar

Sejak dulu sudah banyak peneliti gambelan – gambelan yang ada di Bali, khususnya penelitian tentang gambelan Gong  kebyar. Hanya saja dari begitu banyaknya tulisan tentang Gong kebyar, namun masalah asal mula angklung kebyar dapat dikatakan belum terungkap secara jelas dan lengkap. Hal ini disebabkan oleh sangat sedikit data – data asal mula angklung kebyar. Terutama data – data tertulis yang dapat dijadikan pegangan dalam menelusuri asal mula Gong kebyar lebih lanjut.

Gambelan Gong kebyar merupakan suatu jenis gambelan yang tergolong ke dalam golongan  madya. Gambelan ini merupakan suatu bentuk seni pertunjukan yang  popular di Bali karena gambelan ini sudah tergolong baru.

               Barungan adalah satu kelompok alat gambelan yang terdiri dari berbagai jenis instrumen dengan jumlah tertentu.

               Gambelan  adalah suatu barungan alat – alat seni suara yang memiliki bentuk dan komposisi, yang dipergunakan sebagai sarana memanifestasikan lagu – lagu khususnya lagu – lagu daerah di Indonasia.

             Gong adalah sebuah alat music bali yang bernuansakan gagah atau berwibawa. Kebyar adalah suatu bunyi yang timbul dari akibat pukulan alat – alat gambelan secara keseluruhan dan secara bersama – sama.

Sekalipun gambelan Gong  kebyar ini termasuk ke dalam golongan gambelan Bali lama namun di dalamnya masih tampak jelas betapa kuatnya pengaruh – pengaruh terhadap gambelan Bali lainnya, yang masuk dan ikut membentuk Gong kebyar ini. Adapun gambelan – gambelan Bali yang mempengaruhinya sudah barang tentu adalah gambelan Bali yang telah ada sebelum munculnya gambelan  Gong kebyar. Banyak Penulis dalam tulisannya menyatakan bahwa gambelan angklung kebyar muncul pada awal abad XX, muncul di daerah Bali Utara yaitu sekitar tahun 1915 di Jagaraga ( Buleleng bagian Timur ).

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana bentuk fisik gamelan Gong Kebyar Di Br. Kesambi?
  2. Bagaimana fungsi dan instrument yang dimiliki?
  3. Bagaimana karakteristik Gong Kebyar?

 

1.3  Tujuan

      Tujuan dari pembuatan paper  ini adalah untuk mengetahui bentuk fisik, fungsi dan teknik masing-masing instrumen,dan karakteristik Gong Kebyar.

1.4  Teori

Difusi merupakan suatu proses persebaran unsur-unsur kebudayaan dalam kehidupan masyarakat yang berlangsung dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dalam hal ini kebudayaan tersebut berupa gamelan Gong Kebyar. Di mana gambelan tersebut yang dulunya lahir di Buleleng kini telah tersebar ke seluruh wilayah Bali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Bentuk Fisik Gambelan Gong Kebyar di Br. Kesambi

Gambelan Gong Kebyar sebagai perangkat atau barungan yang berlaraskan pelog dengan 5 (lima) nada, secara fisik dapat dibedakan menjadi dua model. Pertama, bentuk fisik daun gambelan yang berbentuk bilah dan berbentuk pencon terbuat dari kerawang. Kerawang adalah campuran antara timah murni dengan tembaga.

Kadang-kadang gambelan Gong Kebyar juga dapat  dibuat dari besi dan pelat. Sedangkan kedua adalah tempat dari bilah dan pencon digantung/ditempatkan disebut pelawah. Khusus untuk instrument bilah, pada pelawah ditempatkan resonator yang terbuat dari bambu ataupun paralon. Sedangkan pelawah untuk instrument reyong bentuknya memanjang dan di atasnya ditempatkan instrumen bermoncol/pencon yang dicincang dengan tali pada lubang gegoroknya. Penempatan nada-nada kedua instrument ini berjejer dari nada rendah ke nada tinggi (dari kiri ke kanan), sesuai dengan ukurannya besar ke kecil (nirus). Instrumen ini tanpa mempergunakan resonator. Sedangkan untuk instrument yang lainnya seperti instrumen gong, kempur dan klentong hanya digantung pada trampa yang disebut dengan sangsangan. Selain itu juga instrumen kajar hanya ditempatkan pada atas trampe tanpa resonator, sedangkan untuk instrumen cengceng gecek, cakepannya diikat pada atas pelawah yang berbentuk kura-kura/empas, angsa ataupun bentuk lainnya.

Sedangkan  pada plawahnya di ukir sedemikian rupa dan di perada agar pelawahnya keliatan lebih sempurna, tetapi plawah tersebut tidak di isi dengan pandil agar gamelan tersebut tidak keliatan terlalu mewah dan ingin  lebih menonjolkan kesan lebih antik.

 

2.2  Fungsi dan instrument yang dimiliki  Br.kesambi

Gambelan Gong Kebyar memiliki instrumentasi yang cukup besar. Masing-masing instrument dalam barungan memiliki fungsinya tersendiri sesuai dengan ciri khas gamelan Gong Kebyar yaitu “NGEBYAR”.   Repertoar gamelan gong kebyar memakai teknik-teknik yang sangat komplek. Masing-masing instrument telah memiliki teknik tersendiri dalam sebuah lagu. Begitu juga fungsi alat dalam perangkat/barungan saat memainkan lagu disesuaikan dengan kebutuhan lagu yang dibawakan.

Adapun instrumen yang terdapat didalam gamelan Gong Kebyar di Banjar Kesambi :

  1. 1 tungguh terompong
  2. 2 buah kendang
  3. 1 buah cenceng ricik
  4. 5- 10 buah suling
  5. 1 buah ugal
  6. 1 buah kajar
  7. 4 buah pemade
  8. 4 buah kantilan
  9. 1 tungguh reyong
  10.  2 buah jublag
  11.  2 buah jegog
  12.  2 buah gong
  13.  1 kempur
  14.  1 buah bende
  15.  1 buah kemong
  16.  1 buah kempli

Dengan perangkat gamelan yang telah dimiliki di banjar Kesambi, Sekaa ini mampu mewujudkan rasa bakti dengan konsep ngayah-ngayah di lingkungan Banjar bahkan di luar Banjar. Dengan perkembangan gamelan Gong Kebyar masa kini yang telah adanya tambahan instrument 1 buah ugal , dan 2 buah penyacah, di banjar Kesambi tidak terdapat instrument tersebut karena sekha Gong Gita Jaya masih mempertahankan konsep tradisi namun plawah dari gamelan tersebut  di prade untuk memperindah wajah dari gamelan itu sendiri, namun bumbung(resonator) gamelan itu di biarkan tetap terbuka dan tidak di lengkapi dengan pandil untuk tidak menghilangkan cirri khas gamelan tersebut dan tidak merusak nilai estetika gamelan tersebut guna untuk bisa di wariskan kepada generasi penerus sekaa gong “Gita Jaya”.

2.3 Karakteristik Gong  Kebyar

Gong Kebyar sebagai barungan gamelan yang tercetus di Bali Utara sekitar tahun 1915 memiliki karakter yang multi karakter. Keras, enerjik, bisa juga lembut, hikmad, atau juga sedih. Sehingga barungan gong kebyar dikatakan sangat fleksibel. Beberapa karakter dan fungsi gong kebyar dapat disampaikan sebagai berikut:

  • Bersifat praktis
  • Bisa untuk sajian gending pategak instrumental  (lelambatan maupun kakebyaran dan juga tetangisan dan keklentangan).
  • Bisa juga untuk iringan drama tari
  • Sanggup mentranspormir repertoar ensamble-ensamble lain
  • Mengundang aksi penampilan secara tidak terbatas.

Sebagai sarana diplomasi kebudayaan melalui misi kesenian, yang hampir bisa menyaingi gong kebyar dalam tren musik d Bali maupun dunia seperti : mempesona, menarik, menyentuh, bersahabat dan inovatif.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Gambelan Gong kebyar merupakan suatu jenis gambelan yang tergolong ke dalam golongan madya. Gamelan ini merupakan suatu bentuk seni pertunjukan yang popular di Bali. Oleh sebab itu gambelan angklung kebyar berkembang dan tersebar hampir ke seluruh pelosok Pulau Bali. Gong Kebyar adalah gambelan yang dibuat dengan nuansa kekebyaran. Sesuai dengan nama yang diberikan kepada barungan ini (Kebyar yang bermakna cepat, tiba-tiba dan keras) gamelan ini menghasilkan musik-musik keras dan dinamis. Gamelan ini dipakai untuk mengiringi tari-tarian atau memainkan tabuh-tabuhan petegak.. Gong Kebyar ini menggunakan laras Pelog dan mennggunakan lima nada dan sepuluh bilah daun gamela.,gamelan ini  konstruksi instrumennya yang lebih ringan jika dibandingkan dengan Gong Gede. Tabuh-tabuh Gong Kebyar ini sering dimainkan dengan nuansa manis, semangat, dan enerjik

3.2  Saran

Saya berharap kepada pemerintah khusunya di Bali agr bisa lebih aktif menggembangkan Gong Kebyar ini,selain itu juga besar harapan saya dari para generasi muda bisa ikut melestarikan barungan gambelan Gong Kebyar.

 

Comments are closed.