Categories
#blog31hari Don't get it!

Cerita Sysadmin

By: Sysadmin Is Dead

Bangun di siang hari
Merasa bosan dan tak peduli
Lelah habiskan malam
kencani syslog yang tak pernah sepi

Dan UPS, kau bernyanyi!
Indahnya dunia ini!?
Rutinitasku memanggil
Lewati bosannya hari!

Sudah jam 7 malam
Saat yang tepat, pesta kan kumulai
Liar dan penuh dengan
daftar downloadan yang tak terkendali

Dan PLN, kau beraksi!
Indahnya dunia ini!?
Atasanku pun memanggil
Kini ku tak perlu teman!

Reff:
Pekerjaan malam ini, hanya tuk divisi IT
Yang terluka oleh listrik, yang tidak bermutu
Kemanapun ku melihat, ada paket yang tersesat
Access Point yang terinjak, t’lah membakarku

chkdsk dan fsck,
Membekas liar hiasi hard disknya
Juga papan ketik
Berdaki tebal, kusentuh tombolnya

Kumenangis dan tertawa,
Apa yang telah kulakukan
Bicara tentang cinta, oh haruskah?

To Reff:

Kadang ku mencoba, tegar menghadapi
Bodohnya dunia, masyarakat kita
Dan semuanya gaptek!
Dan semuanya gaptek!
Dan semuanya gaptek!
Dan semuanya gaptek!

Pekerjaan malam ini, hanya tuk divisi IT
Yang terluka oleh listrik, yang tidak bermutu
Kemanapun ku melihat, ada paket yang tersesat
Access Point yang terinjak, t’lah membakarku

Yang t’lah membakarku
Yang t’lah membakarku
Yang t’lah membakarku
Yang t’lah membakarku

Categories
#blog31hari Don't get it! Programming Python

List comprehension

Cuma ngetest list comprehension buat mencetak tabel perkalian. Awalnya pakai ini saja,

[cc lang=”python”]print [x*y for x in range(10) for y in range(10)][/cc]

tapi hasilnya malahan jadi perkalian 0 sampai 9
[cc lang=”python”][0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0, 2, 4, 6, 8, 10,12, 14, 16, 18, 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 0, 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 0, 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 0, 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 0, 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56, 63, 0, 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 0, 9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81][/cc]

benerin jadi

[cc lang=”python”]print [x*y for x in range(1,11) for y in range(1,11)][/cc]

baru berjalan normal mencetak perkalian seperti biasa
[cc lang=”python”]
[1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56, 63, 70, 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, 9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81, 90, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100][/cc]

Categories
#blog31hari Don't get it! Slackware

Please care about your Apache HTTPD hostname

*read the post title*

Take care of your server hostname, ensure it resolvable, either by DNS query or local /etc/hosts. If none of that step is produce sufficient result, apache will refuse to start the http daemon (httpd). The point of failure that I got so far is about gethostname POSIX function that used to determine server hostname. After reading the manual page (Yeah, rite, RTFM will lead you to the source Luke!) "man hostname" referring "gethostname" POSIX function.

To solve this, check your hostname with "hostname" command and find a match ip address that pointing to that hostname on "/etc/hosts" or make sure it can be resolved by DNS query. At any case, an entry on "/etc/hosts" is the best solution for me, but it was not so flexible to handle, when any changes happened on your DNS records.

Today I get this problems on my brand new slackware web server. Hope it can help someone out there.

Categories
#blog31hari

Konsistensi

Konsistensi menurut Kateglo memiliki definisi

  1. ketetapan dan kemantapan (dalam bertindak); ketaatasasan: kebijakan pemerintah mencerminkan suatu — dalam menghadapi pembangunan yang sedang kita laksanakan
  2. kekentalan: — agar-agar
  3. kepadatan, kepejalan, atau ketetalan jaringan yang menyusun bagian tubuh buah
  4. ketahanan suatu material terhadap perubahan bentuk atau perpecahan
  5. derajat kohesi atau adhesi massa tanah

terkait dengan niat ikut blog 31 hari, kelihatannya niat untuk konsisten ngeblog tidak cukup konsisten. Apologi dari inkonsistensi ini ada beberapa, misalnya tidak stabilnya sambungan internet yang saya pakai, kesibukan sehari-hari dan sempat juga sakit.

Tetapi, ngeblog harus jalan lagi, dimulai dari ini 😀

Categories
#blog31hari Don't get it!

Ironi Ujian Nasional

Berita terhangat di sekitar saya minggu ini adalah antusiasme para sepupu yang berhasil lulus ujian nasional di tingkat SD dan SMP. Perbincangan berlanjut mengenai nilai ujian akhir nasional yang paling kecil yang mereka dapatkan pada mata ujian Bahasa Indonesia. Fenomena ini mengingatkan saya pada nilai ujian semasa mengenyam pendidikan dasar dan menengah dulu. Nilai yang saya raih tidak begitu bagus, tetapi cukup memuaskan (cukup untuk sekedar lulus). Saat SD  nilai ujian nasional saya hanya enam koma, lalu naik menjadi tujuh koma saat SLTP dan untungnya di bangku SMA naik lagi menjadi delapan koma berkat mengikuti ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja.

Fenomena lain yang banyak dibahas media cetak, elektronik dan media daring adalah angka ketidaklulusan siswa banyak disumbangkan oleh mata ujian yang sama,  Bahasa Indonesia. Kalau melirik fenomena lain di kalangan siswa sekarang, yaitu merebaknya penyakit penggunaan bahasa alay, saya pribadi menilai ini fenomena yang wajar, bahkan sangat menggembirakan. Mengapa? Setidaknya, para remaja alay tersebut mungkin bisa mempertimbangkan untuk belajar menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk membantu diri mereka sendiri menghadapi ujian Bahasa Indonesia. Lalu, ada selentingan dari sepupu saya,

“Walaupun alay, ada kok yang tetap lulus UN Bahasa Indonesia”

Wah, kalau itu sih, sudah rahasia umum. Tidak perlu saya jelaskan :p

Kesimpulan saya kali ini, bertobatlah wahai kalian remaja alay, kembalilah ke jalan yang benar (EYD), semoga kalian diberikan bekal yang cukup untuk menempuh UN tahun depan. Bagi yang masih bersikeras alay, bersiaplah mulai dari sekarang.

Categories
#blog31hari

Susu dan kipas laptop

Jika Bung Ikhlasulamal membahas instalasi sistem operasi pada laptopnya sebagai sajen seri lengkap parade blog 31 hari pada minggu ini. Saya akan coba membahas sesuatu yang serupa tapi tak sama, susu dan laptop, sedikit mirip, walaupun cuma pembahasan laptopnya saja.

Minggu ini adalah minggu yang melelahkan. Beberapa kali kondisi tubuh saya sempat menurun. Tetapi sakit bukanlah pilihan, saya harus tetap menjaga kondisi tubuh untuk menyelesaikan banyak tugas dan pekerjaan. Seorang teman menyarankan saya untuk mengkonsumsi susu, cukup bagus untuk kesehatan, selain saya juga mulai rutin minum teh hijau, baik teh hijau kemasan maupun teh hijau seduh. Tersebutlah sebuah nama dagang yang disarankan untuk saya konsumsi, yaitu susu cap beruang, alias dari susu Bear Brand produksi Nestle. Mungkin saking tidak pernahnya saya merasakan minuman mahal seperti ini, jadi memang tidak peka terhadap penyebutannya. Di minimarket, saya biasanya menanyakan lokasi produk yang akan saya beli terlebih dahulu kepada pramuniaga yang bertugas. Ini sangat berguna, mengurangi waktu yang terbuang saat mencari-cari barang yang saya inginkan dengan sangat drastis.

“Mbak, ada susu beruang?” Tanya saya kepada pramuniaga yang bertugas menjaga kasir, namun saya mendapati pramuniaga tadi tersenyum simpul lalu meralat pertanyaan saya. “Maaf pak, tidak ada susu beruang, mungkin yang bapak maksudkan itu susu cap beruang pak, kalau itu ada di pojok sana”, jawab petugas tadi sambil menunjuk ke satu pojok. Wah, jadi malu nih, tetapi tak apa, pe-de aja lagi. Saya beli dua kaleng, harganya lumayan mahal untuk kategori minuman sekelas susu, sampai lima digit rupiah untuk dua kaleng tadi.

Sekarang giliran cara penyajiannya, saat membaca bagian belakang kemasan susu, ternyata susu ini bisa juga disajikan saat hangat. Kebetulan hari sudah malam dan hujan turun sejak petang merapat di langit. Duh, malas juga untuk melakukan banyak persiapan hanya demi sekaleng susu hangat. Tak sengaja, saya mengambil remote televisi yang ada di sebelah laptop, aneh bin ajaib, remote yang saya ambil terasa panas. Usut punya usut, panas kipas laptop ternyata menghangatkan remote sampai panas. Tring! Bohlam menyala di atas kepala! Kenapa tidak memanaskan susu kalengan ini di sisi laptop saja ya? Ok, saya coba dulu, saya buka lubang di kaleng susu kemudian saya letakkan di depan saluran pembuangan panas kipas, tetapi sampai tulisan ini akan diterbitkan, kaleng dan susunya masih belum seberapa hangat. Tak apa, saya coba saja terus, siapa tahu setelah ada yang membaca tulisan ini, susu kalengan saya sudah jadi panas. Semoga…

Categories
#blog31hari

Sysadmin? Deritaloe™

Hal yang menyenangkan tentang mengembangkan perangkat lunak adalah para pengembang bisa berargumen bahwa “AGAMA” yang dianutnya dalam mengembangkan perangkat lunak adalah yang paling benar. Perang argumentasi dan bukan lagi adu urat syaraf biasa terjadi ketika membicarakan masalah sensitif ini. Topik soal “AGAMA” ini sangat beragam dan menarik untuk dibicarakan, mulai dari pilihan para pengembang terhadap sebuah bahasa pemrograman, penyunting teks, sistem kontrol revisi kode sumber perangkat lunak, sistem operasi, server web, basisdata, hingga ke masalah bakso pun bisa jadi topik pembicaraan. Ok, skip it!

Kali ini yang akan saya bahas adalah soal sysadmin. Apa hubungannya sysadmin dengan perang “AGAMA” yang saya sebutkan sebelumnya? Nah, ini permasalahan yang sedikit curhat tetapi penting. Apapun jenis aplikasinya, bahasa pemrogramannya, dan segala tetek bengeknya, sysadmin tetap bertanggung jawab untuk mengelola server tempat semua aplikasi tadi dijalankan. Namun kenyataannya, sebagian besar pengembang perangkat lunak yang saya amati, tidak peka terhadap wacana pengembangan perangkat lunak yang berkesinambungan atau berkelanjutan (sustainable software development). Sebagian besar hanya mengembangkan ala kadarnya, menggunakan paket pengembangan (development kit) yang dimilikinya atau sisa habis pakai proyek sebelumnya.

Kebanyakan pengembang perangkat lunak belum peduli bahkan sampai pada tahap tidak peduli dengan versi perangkat lunak yang digunakanya. Ada yang versinya jadul banget, yang dibuat sejak jaman manusia Neanderthal *lebay mode on*, tapi ada juga yang memburu versi yang paling baru dari paket pengembangannya, dengan resiko paket memiliki banyak fitur yang belum stabil atau masih banyak kutu dan galat. Ini merupakan salah satu hal yang paling tidak disukai oleh para sysadmin. Tanggungjawab untuk menjaga server tetap aman dan aplikasi berjalan stabil ada di ujung papan ketik mereka, tak jarang, ada di ujung aplikasi ssh pada Blackberry yang ada dalam genggaman mereka *yea, rite, ngeremote pake BB*. Tetapi perilaku pengembang yang tak acuh seperti itu seharusnya disikapi lebih arif oleh kedua belah pihak. Pengembang perlu merujuk pada para administrator sistem untuk versi paket pengembangan yang stabil, bukan versi yang terbaru, karena tak jarang sistem operasi yang digunakan para pengembang sering adu gaya-gayaan dengan memajang versi paling baru, bukan yang paling stabil. Sisi lain perburuan paket terbaru, ketika para sysadmin juga harus menyesuaikan kemampuannya untuk memberikan pertimbangan soal paket yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan perangkat lunak. Kadang kala, situasi seperti inilah yang membuat sysadmin diuji kemampuannya soal kontribusi perbaikan dan tambal-menambal kutu serta galat paket pengembangan, agar dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka–pengembang dan sysadmin.

Sayangnya, ini masih wacana dan angan-angan belaka. Seringkali ketika berhadapan dengan dilema paling-stabil-versus-paling-baru tadi, sysadmin kerap kali dicandai saja terkait dengan penderitaan dan dilema tersebut. Sysadmin? Deritaloe™

Categories
#blog31hari

Sriwijaya FC vs Persipura (1-2)

Saya Cinta Sepakbola Indonesia! Serius! Sejak dua tahun belakangan, dunia persepakbolaan Indonesia begitu menggairahkan. Pemain dan permainan klub-klub sepakbola semakin enak ditonton. Buktinya, sore ini saya menantikan pertandingan antara Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura di ANTV dalam ajang Djarum Indonesia Super League. Apa menariknya sih partai ini bagi saya? Eh, jangan salah, dua klub ini adalah klub papan atas dalam dunia persepakbolaan nasional. Pertemuan kedua kesebalasan sebelumnya di kandang Persipura, saat itu tuan rumah kalah 1-2 dari tamunya Sriwijaya FC. Kini giliran Persipura yang bertamu ke stadion Jakabaring, menuntut balas mungkin istilah yang tepat untuk aksi mereka sore ini.

Permainan apik memang ditunjukkan oleh kedua kesebelasan. Saking serunya, jadwal saya untuk ke Denpasar saya undur lebih malam. Menyaksikan langsung di televisi kelihatan lebih menarik hati daripada menembus hujan di jalan menuju Denpasar. Benar saja, Sriwijaya FC yang menekan sejak menit-menit awal kebobolan lebih dulu oleh tandukan Boas Salossa di menit ke-73. Gol penyeimbang kedudukan kemudian dicetak oleh Zah Rahan setelah berhasil menanduk bola hasil sepak pojok di menit ke 80 yang menciptakan sedikit kemelut pada pemain belakang Persipura dan gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Jendry Pitoy. Sayang skor 1-1 tidak bertahan lama,  di menit ke 82 giliran Boas Salossa yang memanjakan Yustinus Pae dengan umpan lambung ke tiang jauh dari sisi kanan gawang, membuat rekan satu timnya tadi berhasil menanduk bola ke sudut gawang yang susah di jangkau kiper Sriwijaya FC, Feri Rotinsulu. Kedudukan bertahan 2-1 sampai menjelang akhir tambahan waktu 3 menit dan hampir saja peluit panjang ditiup wasit Jimmy Napitupulu, namun terjadi drama di ujung babak kedua saat Ian Louis Kabes menjatuhkan Octavianus di dalam kotak penalti. Sempat terjadi ketegangan antara official kedua tim tentang keputusan wasit terkait penalti tadi, tetapi pertandingan tetap dilanjutkan dengan Keith Kayamba Gums sebagai eksekutor penalti. Tendangan Kayamba berhasil mengecoh kiper jendry Pitoy namun sayang bola melenceng jauh dari gawang Persipura. Skor akhir 2-1 untuk Persipura dan raihan angka dengan Arema pun semakin dekat.

Seru! Satu kata tadi memang tepat untuk mengungkapkan pendapat saya mengenai pertandingan sore ini. Harapan ini juga saya tujukan untuk pertandingan lain di Indonesia, semoga makin minim rusuh dan pendukung makin solid! Fyuh, capek juga berlagak jadi wartawan olahraga yah :D. Kalau dibandingkan dengan artikel singkat dari media sejenis, postingan saya ini memang kurang singkat, padat tetapi saya tetap ingin mengurai sebuah kejelasan dari tayangan yang telah saya saksikan. Minimal, nama pemain, wasit, pencetak gol, penjaga gawang dan kejadian penting tidak terlewatkan.

Postingan blog ke-5 untuk proyek #blog31hari

Categories
#blog31hari

Review Buku: Smashing WordPress: Beyond the Blog (Smashing Magazine Book Series)

Berhubung ada kerjaan tugas untuk ngoprek theme wordpress, sudah seharusnya punya senjata untuk “berperang” melawan buntelan kode. Entah siapa sih namanya presiden Amerika yang bilang kalo punya waktu banyak buat nebang pohon, mending sebagian besar waktu dihabisin buat ngasah clurit kapak biar tajem (sfx: cring). Ujung-ujungnya waktu malah habis untuk mencari buku yang mengupas dan mengulas kustomasi wordpress dengan cukup manusiawi. Alhasil, ketemu buku baru dari Smashing Magazine ini. Singkat kata, buku ini cakupan materinya lumayan banyak dan memadai. Pembahasannya meliputi sekuriti instalasi, pemahaman tentang komponen tema, perulangan yang membentuk halaman wordpress, pembuatan tema dan tema turunan dan juga plugins. Sementara waktu, buku ini cukup membantu untuk ukuran saya peibadi dan sangat saya rekomendasikan untuk pengguna WordPress tingkat pemula dan menengah. Sekian ulasan singkat yang lumayan nggak nyambung ini, sampai jumpa pada ulasan buku lainnya.

*iket kepala, ngoprek wordress*

Categories
#blog31hari Don't get it!

Test Post to check WPMU bugs

I really don’t get it, since a long time, this blogging service act weirdly, all the permalinks won’t work with a new created users. It seems WPMU has a annoying bugs related with database query when create a new user. Even the solution for this issue was so simple, just by updating options setting without change anything for the current user, as “tukangkabel” it make me quite annoyed each time some rants come.

Still waiting for WordPress 3.0 final release to fix this issue. Since WPMU teams already merged into WP teams (because WP 3.0 will support multi users feature by default) and the beta 2 already on the playground, may be I’ll setting up some test drive environment to check it out.