Perkembangan joged di zaman sekarang

April 11th, 2018

 

  Kesenian Joged Bumbung tidak lagi asing di mata masyarakat Bali, bahkan kesenian Joged Bumbung pada jaman sekarang sebagai ajang bergengsi dan persaingan yang sangat ketat. Hal ini bisa di lihat dari seke – seke joged yang ada di Bali dari dulu sampai sekarang berlomba – lomba menampilkan gagasan/ide yang baru terhadap gambelan maupun tarian joged sepertihalnya memakai kendang sunda/kendang jawa yang dulunya hanya memakai kendang Bali saja, ada yang memakai angklung bambu/angklung kocok, ada juga yang memakai alat musik barat yaitu key bordt dll. Begitu juga penariya berlomba – lomba menampilkan goyangan – goyangan yang menarik perhatian penonton untuk mengibing.

Joged Bumbung yang di jaman sekarang ini banyak berubah atau menyalihi atauran dari pakem – pakem joged yang sudah ada. Pakem sebenarnya tidak menunjukan hal yang porno maupun gerakan yang erotis. Tiarian Joged Bumbung ini memiliki gerakan yang lincah dan dinamis serta di bawakan dengan penuh improvisasi dari penari. Tetapi sayangnya ada beberapa penari mulai menyalahi aturan berjoged dari goyangan yang egolanya hanya kiri dan kanan menjadi ke depan dan ke belakang. Gerakan erotis juga di tambahkan dan membuat penonton ikut berfantasi yang bukan – bukan. Setiap tarian joged biasanya memang selalu ada adegan paibing-ibingan, yaitu tari bermesraan.

saat paibing-ibingan ini yang kemudian disalah gunakan oleh penonton untuk menggoda nakalnya si penari. Tentunya penari akan melukan gerakan erotisnya dengan pasangannya, dan tentunya ini sangat menyalahi pakem joged bumbung adalah bentuk tarian yang partisipatif. Mengajak penonton menari bersama murni sebagai hiburan, agar semua orang ikut larut dalam irama riang Joged Bumbung.

Pada saat ini, kesenian juga sangat di pengaruhi oleh media-media social lainnya. Hal seperti inilah yang menyebabkan kesenian jogeg bumbung ini terlihat tidak bagus di mata publik, di karenakan tidak semua masyarakat publik yang senang dengan perubahan seperti ini.

Menurut kami Joged Bumbung akan tetap menjadi tari pergaulan di mata masyarakat Bali maupun luar bali. Namun unsur-unsur pornograpi inilah yang sangat sulit dihilangkan, karena sebagian besar anak-anak muda serta masyarakat laki-laki yang lebih dominan senang menikmati pertunjukan seperti joged buang tersebut. Dan hal inipun menurut kami akan terus berlanjut. Di karenakan permintaan dari pengupah yang membayar joged tersebut, jika tarian joged tersebut tidak menampilkan gerakan yang erotis maka semakin sedikit upah dari joged tersebut. Menurut pandangan saya sendiri, cukup sulit untuk mengembalikan tarian jogeg yang dulu egolnya hanya ke kiri dan ke kanan dan sekarang menjadi ke depan dan ke belakang. Karna di jaman sekarang msayarakat laki-laki kususnya lebih suka menikmati tarian joged yang berbau porno.

Saya juga melihat peranan teknologi yang sangat mempengaruhi kesenian ini, dalam dokumentasi tentunya yang di beberkan. Mereka dengan sengaja mempublikasi tarian joged bumbung yang berbau porno ini tanpa memandang akibat yang datang. Hal inilah yang membuat kesenian tari jogeg bumbung ini sangat berbeda dari jaman dulu hingga sekarang.

Leave a Reply