arthanakepakisan

April 6, 2010

MENGENAL BARUNGAN GONG KEBYAR

Filed under: Lainnya —— arthanakepakisan @ 9:27 am

MENGENAL BARUNGAN GONG KEBYAR

Gong Kebyar adalah sebuah barungan baru. Sesuai dengan nama yang diberikan kepada barungan ini (Kebyar yang bermakna cepat, tiba-tiba dan keras) gamelan ini menghasilkan musik-musik keras dan dinamis.
Gamelan ini dipakai untuk mengiringi tari-tarian atau memainkan tabuh-tabuhan instrumental. Secara fisik Gong Kebyar adalah pengembangan, kemudian dari Gong Gede dengan pengurangan peranan, atau pengurangan beberapa buah instrumennya. Misalnya saja peranan trompong dalam Gong Gebyar dikurangi, bahkan pada tabuh-tabuh tertentu tidak dipakai sama sekali, gangsa jongkoknya yang berbilah 5 dirubah menjadi gangsa gantung berbilah 9 atau 10 . cengceng kopyak yang terdiri dari 4 sampai 6 pasang dirubah menjadi 1 atau 2 set cengceng kecil. Kendang yang semula dimainkan dengan memakai panggul diganti dengan pukulan tangan.
Secara konsep Gong Kebyar adalah perpaduan antara Gender Wayang, Gong Gede dan Pelegongan. Rasa-rasa musikal maupun pola pukulan instrumen Gong Kebyar ada kalanya terasa Gender Wayang yang lincah, Gong Gede yang kokoh atau Pelegongan yang melodis. Pola Gagineman Gender Wayang, pola Gegambangan dan pukulan Kaklenyongan Gong Gede muncul dalam berbagai tabuh Gong Kebyar.
Gamelan Gong Kebyar adalah produk kebudayaan Bali modern. Barungan ini diperkirakan muncul di Singaraja pada tahun 1915 (McPhee, 1966 : 328). Desa yang sebut-sebut sebagai asal pemunculan Gong Kebyar adalah Jagaraga (Buleleng) yang juga memulai tradisi Tari Kebyar. Ada juga informasi lain yang menyebutkan bahwa Gong Kebyar muncul pertama kali di desa Bungkulan (Buleleng). Perkembangan Gong Kebyar mencapai salah satu puncaknya pada tahun 1925 dengan datangnya seorang penari Jauk yang bernama I Mario dari Tabanan yang menciptakan sebuah tari Kebyar Duduk atau Kebyar Trompong.
Gong Kebyar berlaras pelog lima nada dan kebanyakan instrumennya memiliki 10 sampai 12 nada, karena konstruksi instrumennya yang lebih ringan jika dibandingkandengan Gong Gede. Tabuh-tabuh Gong Kebyar lebih lincah dengan komposisi yang lebih bebas, hanya pada bagian-bagian tertentu saja hukum-hukum tabuh klasik masih dipergunakan, seperti Tabuh Pisan, Tabuh Dua, Tabuh Telu dan sebagainya.Lagu-lagunya seringkali merupakan penggarapan kembali terhadap bentuk-bentuk (repertoire) tabuh klasik dengan merubah komposisinya, melodi, tempo dan ornamentasi melodi. Matra tidak lagi selamanya ajeg, pola ritme ganjil muncul di beberapa bagian komposisi tabuh.
Barungan Gong Kebyar bisa diklasifikasikan menjadi 3 :
1. Utamaü = Yang besar dan lengkap
2. Madyaü = Yang semi lengkap
3. Nistaü = Yang sederhana
Barungan yang utama terdiri dari:
Jumlah Satuan Instrumen
1. 10 buah gangsa berbilah (terdiri dari 2 giying / ugal, 4 pemade, 4 kantilan)
2. 2 buah jegogan berbilah 5 – 6
3. 2 buah jublag atau calung berbilah 5 – 7
4. 1 tungguh reyong berpencon 12
5. 1 tungguh terompong berpecon 10
6. 2 buah kendang besar (lanang dan wadon).
7.  1 pangkon cengceng
8.  1 buah kajar
9.  2 buah gong besar (lanang dan wadon)
10. 1 buah kemong (gong kecil)
11. 1 buah babende (gong kecilbermoncong pipih)
12. 1 buah kempli (semacam kajar)
13. 1-3 buah suling bambu
15. 1 buah reba
Beberapa karakter dan fungsi gong kebyar dapat disampaikan sebagai berikut :
·  Bersifat praktis
·  Bisa untuk sajian gending pategak instrumental (lelambatan
maupun kakebyaran).
·  Untuk iringan tari/dramatari: patopengan, bebarongan,
palegongan, pearjan dll.
· Kususnya untuk iringan tari kakebyaran
· Sanggup mentranspormir repertoar ensamble-ensamble lain
· Mengundang aksi penampilan secara tidak terbatas.
· Sebagai sarana diplomasi kebudayaan melalui misi kesenian, yang
hampir setiap lawatan ke manca Negara memakai gong kebyar,
bahkan telah banyak Negara lainnya di dunia memiliki perangkat
ini.
· Gong Kebyar memiliki sifat pleksibelity yang tinggi.

kajian sumber :  .
.  De musica, tehnik dalam bermain gambelan.
.  I Ketut Garwa, Mengenal barungan gong kebyar

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress WPMU Theme pack by WPMU-DEV.