Evolusi Kesenian Bali

Maret 21st, 2018

Kesenian merupakan salah satu aset budaya dan merupakan warisan nenek moyang kita yang patut dijaga dan dilestarikan. Khususnya untuk di Bali, kesenian memiliki nilai luhur yang sangat tinggi. Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan Bali, menduduki posisi yang paling penting di antara unsur-unsur kebudayaan lainya. Alasanya karena kesenian terkait dengan sistem religi.

Kehidupan kesenian di Bali sangat menggairahkan kehidupan masyarakat atau para seniman-seniman yang ada di Bali. Kegairahan tersebut disebabkan karena adanya beberapa faktor dukungan antara lain : dukungan keagamaan, artinya diselenggarakan upacara keagamaan sudah barang tentu pasti ada suatu kesenian didalamnya seperti seni karawitan, seni tari, seni rupa, seni sastra dan seni pedalangan (Mustika, 2009 : 1).

A. Jenis-Jenis Kesenian

Musik, Tarian, dan juga Patung adalah tiga bidang kesenian yang menjadi pusat konsentrasi eksplorasi kreativitas seni masyarakatnya. Bali merupakan tempat lahirnya salah satu ragam gamelan yang mengagumkan. Dalam budaya Bali, gamelan sangat penting untuk kegiatan budaya-sosial, dan keagamaan mereka. Saat ini sedikitnya ada 20 jeneis ansambel berbeda di Pulau Bali. Sebagian besar berkait erat dengan seni pertunjukan; yang lain untuk mengiringi upacara keagamaan dan adat.

 – Seni Karawitan

Di Bali Gamelan sudah menjadi bagian hidup masyarakatnya yang mayoritas beragama Hindu. Hampir dalam segala upacara adat dan agama bunyi Gamelan selalu terdengar. Gamelan sebagai sarana pendukung upacara keagamaan artinya hampir setiap pelaksanaan upacara yadnya memerlukan dukungan Gamelan, untuk melengkapi pristiwa-pristiwa ritual yang frekuensinya cukup padat.

Gamelan juga difungsikan sebagai sarana pendidikan dan juga sebagai barang dagangan (Rembang, 1984 : 4).

Sampai saat ini di Bali ada berbagai jenis Gamelan yang dapat digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu :

  1. Gamelan Golongan Tua, yang terdiri dari Gamelan Gambang, Caruk, Genggong, Selonding, Gong Bheri, Gong Luang, Angklung, Gender Wayang, Babonangan, dan  Baleganjur.
  2. Gamelan Golongan Madya, yang terdiri dari Gamelan Gambuh, Semara Pagulingan, Pelegongan, Gong Gede, Batel Barong, Bebarongan, Joged Pingitan, Gong Degdog, Janger, Rindik, Gandrung dan sebagainya
  3. Gamelan Golongan Baru, yang terdiri dari Gong Kebyar, Gerantang, Jegog, Bumbung Gebyog, Kendang Mebarung, Gaguntangan, Gong Suling, Tektekan, Okokan, Bumbang, Adhi Merdangga, Gong Semarandhana, Gong Manika santi, Jes Gamelan Fusion, dan Gamelan Salukat (Dibia, 2012 : 114).                                                                                                                                                                                                                                                             Suara gamelan Bali  berdengung di seantero Pulau Bali; di pura, di kota, desa, alun-alun, di pasar, istana hingga panggung-panggung pentas dunia. Gamelan ditemani oleh instrumen musik lainnya seperti: gong, c saron,Seni Karawitan

ceng-ceng, gambang, dll. Komposisi instrumen gamelan dapat berubah sesuai dengan wilayah dan jenis pertunjukan-pertunjukkan yang digelar

  1. Seni Tari

Selain seni musik, tarian-tarian khas Bali merupakan seni pertunjukkan yang menarik perhatian. Tari Bali tidak selalu memiliki alur. Tujuan utama penari adalah melakukan setiap tahap gerak dengan ungkapan penuh. Keindahannya terutama terletak pada dampak visual dan kinestesis gerak yang mujarad dan digayakan. Beberapa contoh terbaik dari tarian mujarad atau abstrak ini adalah Tari Pendet, Tari Gabor, Tari Baris, Tari Sanghyang, dan Tari legong.

 Jenis Tarian Bali

Di Bali terdapat berbagai jenis tarian dengan fungsi yang berbeda-beda misalnya untuk upacara-upacara keagamaan, menyambut tamu, pertunjukkan drama atau musikal, dan masih banyak lagi.

 

Tari Pendet, Gabor, Baris, dan Sanghyang berperan penting dalam kegiatan keagamaan dan digolongkan jenis tarian suci (wali) atau tarian upacara, sedangkan Legong ditarikan dalam acara yang tidak memiliki kaitannya dengan keagamaan. Tari-tari ini diiringi gamelan pelog–gamelan gong kebyar– dengan berbagai gubahan dan sususan anda.

Tari Pendet dan Tari Gabor merupakan tarian selamat datang, ungkapan kegembiraan, kebahagiaan, dan rasa syukur melalui gerak indah dan lembut. Tarian ini dilakukan oleh sepasang atau sekelompok penari. Paa masa lalu, kedua tari ini meupakan tarian yang digelar di pura untuk menyambut dan memuja dewa-dewi yang berdiam di pura selama upacara odalan. Tari Legong kerap dianggap sebagai lambang keindahan Bali. Ciri khas tarian ini adalah penarinya membawa kipas. Keindahan tarian Legongi terletak pada hubungan selaras antara penari dan gamelan. Selain tari Tari Pendet, Tari Gabor, Tari Baris, Tari Sanghyang, dan Tari legong, tarian lainnya yang tak kalah terkenal adalah tari Kecak, juga tari Jauk

Comments are closed.