Resensi Buku Dasar Kekendangan Gupekan Nunggal Dalam Gamelan Bali

This post was written by winagunawan on Mei 21, 2012
Posted Under: Tulisan

Bali adalah salah satu pulau yang paling tekenal di indonesia. Sebagai satu-satunya daerah di Nusantara tempat siswa-siswa kebudayaan indonesia-hindu masih tampak jelas balai-balai pemujaannya telah banyak di potret, upacara keagamaannya telah banyak dilukisakan, keseniannya telah banyak dianalisa, cara berpikir rakyatnya telah banyak dikupas secara mendalam, dan kecantikan wanita-wanitanya telah banyak di puji oleh para ahli etnografi.

Cabang seni karawitan, dalam penyajiannya didukung oleh 26 jenis perangkat gamelan yang masing-masing memiliki fungsi, instrumen, repertoar gending. Dari 26 jenis perangkat tersebut, 5 diantaranya menggunakan instrumen terompong yakni : Gong Luang, Semar Pegulingan (saih 5 dan saih 7), Gong Gede, dan Gong Kebyar.

Sekarang kita berbicara tentang kendang. Kendang adalah salah satu jenis instrument perkusi yang bunyinya timbul oleh membano atau kulit yang dicenceng. Di dalam pengetahuan tantang kendang ada yang namaanya pakelit. Pakelit itu adalah merupakan lubang kecil yang membatasi muka kanan dengan muka kiri dari sebuah kendang Bali. Fungsi pakelit itu adalah untuk mengatur tinggi rendahnya bunyi kendang tersebut.

Kendang Bali perbendaharaan bunyi yang cukup kaya karena teknik pukul dan tutupan pada kedua muka kendang tersebut. Kendang blai dapat dimainkan dengan cara memukul dengan tangan dan juga dengan panggul, begitu pula kalau memukul bagian-bagian muka yang berbeda, akan menghasilkan bunyi yang berfariasi.

Jenis-jenis kendang

Di Bali terdapat bermacam-macam jenis Kendang seperti kendang Mebarung, Kendang Cedugan, kendang Gupekan, Kendang krumpungan, Kendang nyalah, kendang Angklung.

  1. Kendang Mebarung

Kendang Mebarung yaitu kendang yang paling besar ukurannya, terdapat di Pulau Bali bagian Barat yaitu daerah Jembrana. Panjangnya 150 cm, ukuran muka gede 80 cm dan muka kecil 60 cm. Kendang ini termasuk  kendang cedugan. Cara memainkan kendang ini, pemainnya berdiri dengan memegang dua panggul, yang keduanya dipukul pada muka gede kendang tersebut.

  1. Kendang Cedugan

Kendang cedugan yaitu yang khusus dipakai Gamelan Gong Gede. Kendang Cedugan disesuaikan dengan gamelan yang diiringi. Semakin besar larasnya, semakin besar pula ukuran kendangnya. Dengan demikian suara kendang dapat mengimbangi atau ada keseimbangan pada saat dibunyikan bersama.

  1. Kendang Gupekan

Kendang Gupekan ini masih lebih kecil ukurannya dengan Kendang Cedugan, panjangnya 68-70 cm dengan garis tengah 30cm untuk muka besar dan 25cm ukuran muka kecil. Kendang ini biasanya dimainkan dengan tangan, tetapi kadang-kadang dimainkan dengan panggul Kendang Gupekan dapat dibedakan 2 macam yaitu:

a. Kendang Gupekan Nunggal

b.Kendang Gupekan Berpasangan

  1. D.    Kendang Krumpungan

Pada umumnya kendang krumpungan ini panjangnya 60cm, muka besar 26cm, muka kecil 22cm. Kendang krumpungan ini biasanya dipergunakan untuk mrngiringi Gamelan Gambuh atau Semar Pegulingan dan Gamelan Pelegongan.

  1. E.     Kendang Nyalah

Kendang Nyalah merupakan jenis kendang yang ukurannya antara Kendang Gupekan dan Kendang Krumpungan. Kendang Nyalah biasanya dimainkan oleh tangan maupun juga dengan panggul.

  1. F.     Kendang Angklung

Kendang Angklung merupakan Kendang yang ukurannya terkecil diantara Kendang yang ada di Bali. Kendang Angklung dimainkan berpasangan oleh gedenya saja, sedangkan tangan kiri untuk menutup suara muka besar dari waktu tertentu.

Teknik Permainan Kendang Gupekan Nunggal

            Dalam memainkan kendang Gupakan Nunggal, juru Kendang duduk bersila, dimana kaki kiri di depan, kendang dipangku diatas paha, muka kanan daripada kendang ditumpu oleh telapak kaki kiri, dengan demikian muka kiri kendang ada diatas paha yang letaknya agak miring dengan muka kanan kendang.

Disamping itu pula umumnya Juru Kendang gupekan Nunggal bermain lebih lincah, dengan gerakan-gerakan tertentu memberikan tanda-tanda kepada pemain gamelan yang leinnya. Pada pemain kendang berpasangan, pada kendang Wadon suara yang dihasilkan lebih besar, Juru kendang Wadon dituntut untuk memiliki kemampuan lebih daripada pemain kendang Lanang. Sedangkan pada pemain kendang Gupekan Nunggal, harus dapat memainkan instrument yang bervariasi, karena Kendang Nunggal sangat menentukan berhasil atau tidaknya pertunjukan tabuh yang disajikan.

Peranan Kekendangan Gupekan Nunggal

            Berbicara mengenai peranan Kekendangan Gupekan Nunggal, kita tidak lepas dengan timbulnya Gamelan Gong Kebyar di Daerah bali Utara. Sampai saat ini Gamelan Gong Kebyar terus berkembang baik di dalam negeri khususnya di pulau Bali maupun diluar negeri.

Dibidang seni khususnya Seni Karawitan / Tabuh dan Seni Tari timbul pembaharuan dengan munculnnya Gamelan Gong Kebyar pada tahun 1941 di Bali Utara yaitu di kabupaten Buleleng, oleh I Gusti Panji dan Lagu Gending Kebyar oleh Pan Wandres dari Desa Jagaraga Buleleng.

Istilah kebyar akhirnya sangat popular di masyarakat Bali Utara, karena kata Kebyar yang ditimbulkan oleh suara Gamelan yang bagaikan sinar kilat yang demikian tajam, riuh dengan iringan suara petir yang keras memekakkan telinga.

Dengan berkembangnya Gong Kebyar di masyarakat Bali, peranan Kekendangan Gupekan Nunggal semakin penting dan juru kendang mendapat tempat terhormat dari sekehe gong lainnya. Dengan demikian tiap-tiap sekehe atau grup Gong Kebyar yang tersebar di seluruh kabupaten yang ada di Bali, selalu mempunyai tokoh atau figur Yang mewakili sekehe atau grup mereka.

Pola Dasar Gupekan Nunggal

            Adapun jenis pukulan Gupekan Nunggal adalah ada dua macam yaitu Gupekan Bapang dan Gupekan Ngecet. Pada Gupekan Ngecet terbagi lagi menjadi dua yaitu : Gandrangan untuk mengiringi Ngipuk Monyer dan Sepek untuk mengiringi Ngipuk Kalem. Adapun pola-pola dasar Gupekan Nunggal Bapang adalah :

Pola Kendang Dasar

Pola 1

. . . 6 . . . 1 . . . 3 . . . 2 . . . 6 . . .

KPC . KPC . KPC . KPC .

. . . 6 . . . 1 . . . 6 . . . 5 . . . 5 . . .

KPC . KPC . KPC . KPC .

Pola 2

. . .  6  . . .  1  . . .  3  . . .  2

KPD . KPC . .KPD . KPC .

. . .  6  . . .  1  . . .  6  . . .  5

KPD . KPC . KPD . KPC .

Pola 3

. . .  6  . . .  1  . . .  3  . . .  2

D D . KPC . D.D . KPC .

. . .  6  . . .  1  . . .  6  . . .  5

D D . KPC . D.D . KPC.

Pola 4

. . .  6  . . .  1  . . .  3  . . .  2

KPKPKPKPKPKPKPKP

. . .  6  . . .  1  . . .  6  . . .  5

KPKPKPKPKPKPKPKP

Pola 5

. . .  6  . . .  1  . . .  3  . . .  2

PK PP . PP  .  PP  .  PKPP

. . .  6  . . .  1  . . .  6  . . .  5

. . P  . PP  . . P .  P  C  .  C .

Pola 6

. . .  6  . . .  1  . . .  3  . . .  2

P P.D  . . D . K P  . D . . D

. . .  6  . . .  1  . . .  6  . . .  3

P P.D  . . D . K P  . D . . D

Pola 7

. . .  6  . . .  1  . . .  3  . . .  2

K P.CCP . CCP .  CCP . C

. . .  6  . . .  1  . . .  6  . . .  3

K P.CCP . CCP .  CCP . C

Demikianlah pola-pola dasar kendang yang harus dikuasai oleh para pemula yang belajar kekendangan gupekan Nunggal.

Comments are closed.

Next Post: