Teknik dan pola permainan rindik

Rindik merupakan alat musik yang berlaras slendro 5 nada dan dimainkan dengan cara dipukul. Rindik terbuat dari bahan bambu dengan jumlah 11 bilah dalam satu tungguhan. Rindik memiliki alat pemukul khusus yang batang panggulnya terbuat dari fiber ataupun dari bambu. Rindik biasa dimainkan oleh 2-4 orang pemain yang terdiri dari 2 orang untuk menabuh rindik dan sisanya untuk seruling.
Fungsi alat musik Rindik ini berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Dahulu, di Bali sendiri alat musik Rindik biasa digunakan sebagai hiburan rakyat terutama bagi para petani sebagai salah satu alat musik yang mengiringi pertunjukan tari Joged Bumbung. Namun, kini penggunaan alat musik Rindik kian bervariasi mulai dari mengiringi musik di pernikahan hingga festival budaya.
Cara memainkan alat musik Rindik ini dengan cara dipukul. Kedua tangan memegang masing-masing satu pemukul dengan tugas yang berbeda. Tangan kanan memainkan kotekan dan tangan kiri memainkan melodi. Teknik bermain rindik ini menggunakan pola polos dan sangsih. Pukulan tangan kanan dan kiri jatuhnya pada waktu yang sama, tetapi dengan pukulan yang berbeda antara tangan kanan dan kiri. Pukulan polos dimulai bersamaan dengan tempo, atau yang biasanya dikenal dengan kata on beat, sedangkan pukulan sangsih dimulai setelah pukulan polos, atau yang biasanya dikenal dengan kata off beat.