Baleganjur

Istilah Baleganjur berasal dari kata Bala dan Ganjur.Bala berarti pasukan atau barisan,Ganjur berarti berjalan.Jadi Balaganjur yang kemudian menjadi Baleganjur yaitu suatu pasukan atau barisan yang sedang berjalan,yang kini pengertiannya lebih berhubungan dengan sebuah barungan gamelan. Baleganjur adalah sebuah ensamble yang merupakan perkembangan dari gamelan bonangatau  bebonangan.Baik dari segi instrumentasinya maupun komposisi lagu-lagunya.Menurut Dr.I Made Bandem dalam bukunya… Continue reading Baleganjur

Kecak Body

Kecak (pelafalan: /’ke.tʃak/, secara kasar “KEH-chahk”, pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack) adalah pertunjukan dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Ramamelawan Rahwana. Namun, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian… Continue reading Kecak Body

Gamelan Angklung (Tabuh Deng Deng Lubak)

Gending ini merupakan gending yang berasal dari Sembung Belang, nama pencipta gending ini tidak di ketahui tetapi yang menuangkan pertama gending ini ke sekhe angklung Kembang Gita Kencana adalah sering akrab di panggil Pan Kempul, Gending ini di tuangkan pada tahun sekitar 1965, Gending Deng-Deng Lubak ini memiliki struktur yaitu : Pemungkah, Pengawak, dan Pengecet.… Continue reading Gamelan Angklung (Tabuh Deng Deng Lubak)

Gamelan Angklung Bali

Gamelan angklung adalah Gamelan khas bali yang sering digunakan dalam prosesi/upacara kematian. Gamelan angklung menggunakan laras selendro dan tergolong barungan madya yang di bentuk oleh instrument berbilah dan berpencon dari krawang, Di Bali Selatan Gamelan ini hanya menggunakan 4 (empat) nada sedangkan di Bali Utara menggunakan 5 (lima) nada. Berdasarkan konteks penggunaan Gamelan ini serta… Continue reading Gamelan Angklung Bali

Semar Pegulingan

Instrumentasi gambelan Semar Pegulingan (milik STSI Denpasar) meliputi :1 bua terompong (12 buah pencon) ; 2 buah gender rambat (berbilah 14); 2 buah gangsa barungan (berbilah 14); 4 tungguh gangsa gantungan pemade; 4 tungguh gangsa gantungan kantil; 2 tungguh jegogan; 2 tungguh jublag (masing-masing berbilah 7); 2 buah kendang kecil; 1 buah kajar; 1 buah klenang; 1… Continue reading Semar Pegulingan

Gamelan Semar Pegulingan Saih 7

Semar Pagulingan adalah sebuah gamelan yang dekat hubungannya dengan gamelan Gambuh, di mana ia juga merupakan perpaduan antara gamelan Gambuh dan Legong. Semar Pagulingan merupakan gamelan rekreasi untuk istana raja-raja zaman dahulu. Biasanya dimainkan pada waktu raja-raja akan kepraduan (tidur). Gamelan ini juga dipergunakan untuk mengiringi tari Leko dan Gandrung yang semula dilakukan oleh abdi… Continue reading Gamelan Semar Pegulingan Saih 7