5 Kesalahan YouTuber Pemula yang Kerap Dilakukan dan Kurang Dipahami

This post was written by Putu Priska on Agustus 7, 2021
Posted Under: Serba Serbi

ISI-DPS, Menjadi seorang YouTuber untuk sekarang ini sebagai karier yang prospektif untuk memperoleh pendapatan, sekalian tempat ekspresikan kreasi. Tetapi, banyak kesalahan yang kerap kali dilaksanakan oleh YouTuber pemula. Mereka sekedar hanya unggah video ke basis itu.

Walau sebenarnya, jadi seorang konten creator professional tidak cuma masalah unggah video di YouTube lalu memperoleh pendapatan yang fenomenal. Dibutuhkan loyalitas, kreasi, dan usaha keras dibalik itu semua.

Hasil dari survey yang sudah dilakukan perusahaan First Choice pada 1.000 anak dengan bentang umur 6 sampai 17 tahun. Hasilnya, 34,2 % anak ingin jadi seorang YouTuber. Saat itu, anak yang ingin jadi Blogger atau Vlogger ada di rangking kedua dengan pencapaian angka 18,10 % saja.

Mengetahui akan keutamaan menampung angkatan muda jadi konten creator professional. Samsung Elektroniks Indonesia mengeluarkan program Be A Galaxy Creator, sebagai kampanye Masih tetap Semangat Indonesia. Kampanye itu mempunyai tujuan untuk menuntun beberapa peserta dipilih dalam menjejaki langkah pertama mereka jadi seorang konten creator professional, terutamanya sebagai tech pengulas.

Saat coba hal baru, biasanya banyak yang belum kita ketahui hingga sering kita menemui kekeliruan-kesalahan. Jadi seorang YouTuber professional juga begitu, beragam kesalahan dan kesusahan tentu harus dilewati dalam prosesnya. Simak ulasan dari Jalkotku tentang kesalahan YouTuber pemula yang kerap dilakukan dan perlu kamu ketahui.

Ingin Sesuatu yang Instan

Berkreatifitas apa saja, diperlukan kesabaran dan ketekunan supaya hasilnya optimal. Buat content di YouTube juga sama. Banyak yang perlu jadi perhatian dengan cermat, dimulai dari visual, audio, penyeleksian topik sampai ke pengutaraan isi content tersebut. Bila kamu mengharap hasil yang instant proses dari yang setengah-setengah, hasilnya tidak optimal.

Konsentrasi dan cicipi tiap proses, tidak boleh tertarik untuk tempuh jalan singkat seperti beli subscribers, follower, dan like, yang periode panjang malah nanti akan membuat audiensmu menyusut mencolok, karena mereka bukan audience yang menunggu-nanti kontenmu.

Tidak Memikirkan Target Audiens

Tentu saja kamu harus tentukan sasaran audience dari kontenmu. Seorang konten creator yang telah berpengalaman di YouTube lebih dari satu dasawarsa, harus pahami pemikiran pemirsa, keperluannya, content apakah yang mereka mencari dan ingin saksikan.

Hal fundamental ini sering terlewati oleh YouTuber pemula. Untuk dapat menjadikan satu apa yang konten creator harapkan dengan yang audience perlukan tidak gampang dan perlu waktu. Kamu harus terus ikuti tren dan pelajari audience, saat sebelum tawarkan kontenmu buat mereka!

Tidak Membuat Konten Planning

Bila tidak berhasil saat membuat perencanaan, karena itu kita sama dengan berencana ketidakberhasilan. Pembikinan gagasan content adalah cara yang jangan dilewati. Tanpa rencana, kamu akan susah tentukan arah akhirmu dan membuat content yang runut untuk capai arah akhir itu, yakni memperoleh audience baru dan membuat audience lamamu masih tetap setia melihat kontenmu.

Konten rencana ialah gagasan peningkatan content untuk capai arah akhir. Dimulai dari penetapan content apakah yang ingin dibikin, di basis mana, dan kapan content itu akan diupload.

Baca Juga : Tren Teknologi Terbaru di Tahun 2021

Tidak Mengenal Algoritma YouTube

Algoritma YouTube atur bagaimana sebuah video dapat ada di halaman awalnya, halaman referensi, atau hasil penelusuran pengunjung. Makin banyak video kamu ada, makin kemungkinan besar kanal YouTube mu untuk memperoleh viewers yang besar.

YouTuber pemula biasanya tidak pikirkan ini saat membuat content, hingga video yang diupload kurang sesuai algoritme YouTube. Ini jadikan pemirsa sedikit dan pada akhirnya memengaruhi motivasi YouTuber pemula. Sempatkan diri untuk pelajari beberapa dasar algoritme YouTube untuk tingkatkan impresi dan views dari content yang kamu bikin.

Terlalu Konsentrasi pada Visual Konten

Bagaimana supaya kontenmu nyaman disaksikan pemirsa penting, tetapi beberapa hal lain seperti kualitas audio dan intensif mengupload content pun tidak bisa dipandang sepele. Sebagai YouTuber pemula, makin kerap kamu mengupload content sesuai algoritme YouTube.

Karena itu hal tersebut jadikan makin besar juga peluang kanal-mu didatangi dan videomu dilihat oleh beberapa orang. Disamping itu, kamu tidak boleh berasumsi jika mengawali karier sebagai konten creator harus memercayakan piranti camera yang mahal agar hasilnya bagus.

Demikianlah kesalahan YouTuber pemula yang kerap dilaksanakan dan kurang dimengerti. Mudah-mudahan ulasan di atas bisa jadikan mu sebagai YouTuber yang profrsional dan berkualitas.

Comments are closed.