Artikel Kehidupan Gong Kebyar Buleleng

This post was written by pandewidya on April 7, 2014
Posted Under: Tak Berkategori

Kehidupan Gong  Kebyar  Buleleng

Buleleng mempunyai gaya Gong Kebyar yang paling menonjol di antara gaya-gaya Gong Kebyar yang ada di Bali. Di daerah Buleleng terdapat dua subgaya Gong Kebyar, yaitu Gong Kebyar Gaya Buleleng Dauh Enjung and Gong Kebyar Gaya Buleleng Dangin Enjung. Kedua subgaya Gong Kebyar Gaya Bulelengtersebut mempunyaidaerah pengembangan dan seniman masing-masing. Sekitar rahun 1960-an kehidupan Gong Kebyar gaya Buleleng dilihat dari kegiatan mebarung baik antar daerah di wilayah subgayayang sama maupun subgaya yang berbeda yang subur. Setiap kegiatan Gong Kebyar mebarung selalu di penuhi penonton yang menampakan supporter masing-masing sekehe gong, terlebih jika bila kegiatan mebarung antar subgaya maka jumlah penontonnya lebih banyak. Tahun 1940-an hamper seluruh desa memiliki barungan gamelan Gong Kebyar. Oleh karena itu kegiatan mebarung tidak hanya antar kecamatan yang diselenggarakan pemerintah kabupaten, tetapi juga antar desa yang diselenggarakan di masing-masing kecamatan. Disamping kesuburan kehidupan Gong Kebyar Gaya Buleleng juga dapat diamati dari karya-karya yang muncul yang disusun oleh para seniman Buleleng. Misalnya Pan Wandres dan I Gede Manik dari Desa Jagaraga Kecamatan sawan, seniman dari dangin enjung  yang menciptakan gending tari Trunajaya, Palawakya, dan Cendrawasih, kemudian Nyoman Sukandia, Ketut Mardana, dan I Putu Sumiasa dari Kedis Kecamatan Busungbiu, seniman dari dauh enjung yang menciptakan gending tari Wiranjaya, Palawakya, dan Nelayan. Dalam kekaryaan, seniman dari kedua daerah budaya tersebut saling bersaing, tetapi hubungan antar individu seniman sangat baik. Misalnya I Gede Manik melatih Gong Kebyar di Desa Mayong yang merupakan salah satu daerah dauh enjung, senima-seniman yang berasal dari dauh enjung tidak mempermasalahkanya. Perbedaan yang sangat sangat menonjol antara Gong Kebyar Buleleng Dangin Enjung dengan Buleleng Dauh Enjung terletak ekpresi musikalnya, antara lain penggunaan tempo dalam menyajikan suatu gending yaitu, sajian gending sekehe Gong Kebyar Gaya Buleleng Dangin Enjung relatife lebih cepatdari pada sajian sekehe Gong Kebyar  Buleleng Dauh Enjung.

Suatu hal yang menarik dalam Gong Kebya mebarung di Buleleng, yaitu keikutsertaannya balian (orang pintar) agar dapat menjatuhkandengan cara gaib (tidak kelihatan). Cara ini dilakukan pada saatny Gong Kebyar mebarung baik sesama daerah enjung maupun lain daerah. Kegiatan yang dilakukan oleh balian agar pihak lawan lupa diri (pingsan) atau seluruh badannya gatal sehingga tidak seluruh sekeheterlibat dalam kegiatan mebarung. Peristiwa ini terjadi pada saat mebarung antara sekeha Gong Kebyar Desa Bebetin dengan sekeha Gong Kebyar Desa Naga Sepaha ( Ni Made Manis, wawancara 4 januari 2004). Persaingan positif yang di dasari dengan sifat jengah sangat terasa pada saat itu, sehingga kehidupan Gong Kebyar Bali Utara dirasakan sangat subur.

Sebelum tahun 1960-an Gong Kebyar Bali Utara tidak hanya berkembang di daerah Buleleng tetapi juga di daerah lain yang merupakan perbatasan wilayah administrasi, yaitu di wilayah Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan, di wilayah Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, dan di wilayah Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Pelatih atau seniman dari Buleleng melatih di daerah-daerah tersebut. Dengan adanya kegiatan mebarung munculnya seniman-seniman buleleng dan menyebarkan barungan gamelan Gong Kebyar Bali Utara ke daerah lain merupakan suatu cirri bahwa Gong Kebyar Buleleng kehidupannya sangat subur.

 

Daftar Pustaka

Made Sukerta, Pande. 2009.Gong Kebyar Buleleng : Perubahan dan Berkelanjutan Tradisi Gong Kebyar. Surakarta : Program Pascasarjana

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address