Usaha Rumahan Dahsyat: Modal Seadanya Dulu

Usaha rumahan yang diawali dengan modal seadanya banyak diceritakan oleh para pengusaha yang telah meraih sukses. Ibu Poni geleng-geleng kepala melihat tumpukan buku di kamar anak-anaknya. Selain buku pelajaran tak sedikit pula buku novel, komik, majalah anak-anak, dan majalah remaja tertata rapi di almari. Wanita setengah baya itu bertanya dalam hati bagaimana jika buku dan majalah itu disewakan kepada anak-anak yang tinggal di sekitar rumahnya.

Dengan cara ini akan diperoleh manfaat ganda yaitu mendapatkan penghasilan tambahan dan berbagi ilmu kepada anak-anak. Ketika idenya disampaikan kepada suami dan anak-anaknya mereka mendukung penuh. Usaha persewaan buku dan majalah itu berjalan lancar. Promosi hanya dilakukan dari mulut-ke mulut oleh bu Poni, anak-anak dan para tetangga. Secara berkala bu Poni juga rajin berburu buku dan majalah bekas yang tampilan dan isinya bagus. Bu Poni tak puas hanya dengan menyewakan buku.

Wanita murah senyum itupun melangkah maju dengan membuka toko buku bekas layak baca. Kiprah inipun mendapat dukungan dari anak-anaknya. Salah seorang putrinya yang hobi ngeblogpun membuatkan blog khusus menjadi toko online buku bekas. Dua usaha rumahan ini semakin menambah kocek bu Poni. Dalam menjalankan bisnis rumahan ini tentu ada saja duri-duri kecil yang menghadang langkahnya.

Beberapa kali bu Poni ditipu oleh konsumen misalnya buku yang dikirim diberitakan tak sampai ke alamat atau ada yang tak mengirim uang padahal buku sudah diterima. Beberapa kali buku yang ada di rak persewaaan hilang dan kasus-kasus kecil lainnya. Namun bu Poni selalu menyikapinya dengan positif. Pada suatu hari Niponi, putri bungsunya berkata:”Ma, bagaimana kalau artikel di blog saya itu dikumpulkan lalu diterbitkan menjadi buku? Siapa tahu laris manis” Mendengar ucapan gadis gingsul itu bu Poni balik bertanya:”Memangnya menerbitkan buku itu tidak memakai biaya?” “Kan ada nulisbuku.com, Ma. Di situ kabarnya kita bisa menerbitkan buku secara gratis.

Walaupun segala sesuatunya harus dikerjakan sendiri saya rasa tak ada salahnya dicoba” “Mama setuju saja asal kegiatan itu tidak mengganggu sekolahmu,”ujar bu Poni memberi dukungan kepada putrinya. “Sip, Ma. Nanti promosi bukunya tolong dibantu ya” Bu Poni mengangguk sambil memeluk putrinya. Usaha rumahan yang diawali modal seadanya kini semakin maju. Mereka bertekad untuk mengembangkan usaha ini dengan membuat jasa penerbitan dan toko buku.

Comments are closed.