CEK! SUDAHKAH BAHASA ARTIKEL ILMIAH ANDA BAIK DAN BENAR?

Dalam penulisan artikel ilmiah, khususnya untuk publikasi jurnal terakreditasi, substansi keilmuan yang bagus dan menarik tidak akan cukup jika tidak ditunjang dengan penulisan yang baik pula. Seringkali kita menemukan artikel ilmiah, bahkan yang berbahasa Indonesia, tidak mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Hal inilah yang sering menyebabkan artikel ditolak di meja editor atau penerjemah. 

Teks sumber yang baik dan berkualitas akan memudahkan editor dan penerjemah saat bekerja sehingga menghasilkan hasil editing dan terjemahan yang berkualitas juga. Hal ini juga membantu perjalanan artikel anda menjadi lebih mulus dalam proses penerbitan. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam penulisan artikel ilmiah?

APA ITU TEKS ILMIAH?

Sebagai akademisi, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan teks ilmiah dan segala ragam bahasanya. Contoh dari teks ilmiah antara lain skripsi, tesis, disertasi, jurnal, buku teks, dan prosiding. Untuk lisan, laras bahasa ilmiah biasanya digunakan dalam konferensi akademik. paragraph dan kalimat dalam teks ilmiah termasuk Panjang, dengan pilihan kata baku dan ejaan yang tertib.

Mengingat fungsi bahasa sebagai alat untuk menunjukkan ekspresi, komunikasi, dan pergaulan sosial dalam berbagai ranah, untuk ranah ilmiah tentunya harus memperhatikan hal-hal yang disebutkan di atas agar bahasa itu sendiri berfungsi dengan baik.

Jenis Kesalahan Dokumen Akademik

1. Kesalahan Tulisan

Kesalahan tulisan yang paling umum ditemukan dalam penulisan teks ilmiah adalah ejaan, gramatika, dan nalar. Ejaan yang digunakan harus memenuhi kaidah EYD dan sesuai dengan KBBI. Ejaan kata yang salah akan menurunkan kualitas makalah karena akan terlihat tidak profesional.

2. Kesalahan Gramatika

Kesalahan gramatika juga umum terjadi; tidak semua orang Indonesia, walaupun mereka seorang penutur asli, mengerti betul dengan gramatika bahasa Indonesia. Struktur kalimat yang baik, penggunaan kata sambung yang benar, perangkaian frasa dan klausa yang tepat, serta penempatan SPOK yang benar sangat menentukan keterbacaan sebuah teks, terutama teks ilmiah.

3. Kesalahan Nalar

Satu lagi kesalahan yang sering ditemukan dalam penulisan teks ilmiah adalah kesalahan nalar. Apa itu kesalahan nalar? Kalimat yang tidak sesuai logika serta menghasilkan interpretasi dan pemahaman yang tidak jelas atau bahkan salah adalah kalimat dengan kesalahan nalar. Hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan kata sambung yang tidak tepat dan penambahan kata-kata yang tidak perlu. Kesalahan penalaran kalimat tampak dari tidak adanya hubungan antar bagian kalimat. Contohnya seperti kalimat berikut:

“Berdasarkan uraian di atas menunjukkan pentingnya pendidikan anak usia dini.”

Jika ditanyakan apa yang menunjukkan pentingnya pendidikan anak usia dini, tentu saja tidak bisa dijawab “berdasarkan uraian di atas”. Hal tersebut tidak sesuai nalar/logika, sehingga kalimatnya tidak efektif. Kalimat tersebut sebaiknya ditulis kembali menjadi “Uraian di atas menunjukkan pentingnya pendidikan anak usia dini” yang lebih masuk akal tanpa penambahan kata yang tidak perlu dan membingungkan.

Untuk melihat apakah tulisan ilmiah kita sudah baik, tentunya dimulai dari pengecekan ejaan yang harus sesuai dengan EYD, lalu pemilihan kata yang tepat sesuai konteks, kalimat yang memiliki struktur yang benar, lalu paragraf dan wacana yang baik. Paragraf harus terstruktur dan sistematis, dari umum ke khusus atau dari khusus ke umum. Begitu pula dengan wacana, harus terdiri dari susunan paragraph yang sistematis dari paragraph yang bersifat umum ke khusus atau sebaliknya, sehingga memudahkan pembaca menangkap maksud yang ingin disampaikan dalam tulisan.

Jasa Translate dan Proofreading Karya Ilmiah Ascarya

Apabila Anda merasa teks ilmiah Anda kurang baik, maka Jasa Terjemah Dokumen dan Proofreading Karya Ilmiah Ascaryasolusinya. Tidak hanya itu, klinik ascarya bahkan menjadi konsultan karya ilmiah, jurnal terbaik se Indonesia. Belum percaya? Kunjungi klinik jurnal ascarya.

Sebenarnya tidak sulit untuk menghasilkan tulisan yang baik, selama kita mau belajar dan memperkaya ilmu kebahasaan kita. Ingat selalu pesan Bapak Ivan Lanin dari @narabahasa:

UTAMAKAN BAHASA INDONESIA

LESTARIKAN BAHASA DAERAH

KUASAI BAHASA ASING

Comments are closed.