iseng-iseng

Mengapresiasi Pertunjukan Gamelan Mandolin

PERTUNJUKAN GAMELAN MANDOLIN : Mengiringi Tari Rejang Pulu dalam Pawai HUT. Kota Tabanan yang ke-518

Dalam rangka hari ulang tahun Kota Tabanan yang ke-518, pemerintah kota Tabanan menyelenggarakan berbagaimacam kegiatan. Salah satunya adalah pawai yang dilaksanakan pada tanggal 29 November 2011. Pawai ini melibatkan seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan

Masing-masing kontingen dari Kecamatan diwajibkan untuk menampilkan salah satu Tarian sakral dan gamelan yang murupakan ciri khas dari masing-masing daerah duta kecamatan tersebut.

Pawai dimulai di depan taman kota Tabanan, dan berakhir di areal Pura Dalem Tabanan.

Pada hari tersebut seluruh kontingen dari masing-masing kecamatan sudah berkumpul di seputaran Gedung Mario pada pukul 15.00 WITA. Dan pawai dilaksanakan pada pukul 16.00 WITA.

Dalam pawai tersebut, yang menarik bagi penulis adalah duta dari Kecamatan Pupuan, yang diwakili oleh Desa Pupuan. Pada pawai tersebut Desa pupuan menampilkan kesenian Mandolin dan sebuah tarian sakral yang ada di Desa Pupuan, yaitu tari Rejang Pulu.  Inilah yang menyababkan penulis ingin mengapresiasi pertinjukan tersebut.

I. Gambelan Mandolin di Desa Pupuan

 

1.1  Seklumit Tentang Keberadaan Mandolin di Desa Pupuan.

Di Bali tersebar puluhan barungan  gamelan yang tersebar, terdiri dari jumlah alat yang besar maupun kecil. Jenis-jenis barungan tgamelan yang ada di Bali baru dapat didokumentasikan sekitar 33 barungan. Salah satunya adalah barungan gamelan Mandolin.

Tentang keberadaan gamelan Mandolin yang ada di Desa Pupuan tidak ada yang tau persis, sejak kapan gamelan tersebut ada, tetapi bias dilihat dari bentuk dan namanya bahwa gamelan Mandolin merupakan hasil dari Akulturasi  kebudayaan, antara Agama Hindu dengan Agama Bhuda yang ada di Bali.

Gambelan Mandolin pertama kali muncul sebelum tahun 1930an di desa temukus Buleleng yang di ciptakan oleh warga Cina yang tinggal di daerah tersebut. Gambelan Mandolin berkembang dari Buleleng ke Pupuan pada masa perdagangan. Di Pupuan, gamelan Mandolin dikembangkan dan dibuat oleh Pan Sekar (alm.). Pada awalnya gambelan ini disebut Shaolin oleh warga Cina namun masyarakat di Pupuan menyebutnya dengan nama Mandolin dan akhirnya sampai sekarang gambelan tersebut dinamakn Mandolin.

Pada tahun 1930 Perkembangan Mandolin kemudian berpindah ke desa Pujungan karena masa-masa perdagangan, dimana pada awalnya gambelan mandolin di buat hanya 1 buah oleh I Nengah Madia (Gurun Suri) di rumah I Majar yang awal mulanya hanya untuk hiburan yang sifatnya pribadi/keluarga dan belum terbentuk dalam suatu wadah organisasi (sekha) termasuk segala peralatannya yang masih sederhana,dan suatu kepentingan serta tuntunan dari tokoh kesenian yang sangat optimis agar kelompok kesenian ini bisa di lestarikan kembali,maka tepatnya pada tahun 1963 sampai dengan tahun 1965 kesenian ini bisa dikembangkan dalam suatu sekha Mandolin yang dipimpin oleh seorang seniman  yang bernama I Wayan Lancar (Gurun Suarti) dimana pada saat itu juga punya pengabdian terhadap masyarakat misalnya masa-masa kempanye PNI dan menyambut peringatan hari-hari nasional, tetapi karena suatu sebab sekha mandolin ini sempat mengalami kepakuman dan non aktif dalam segala kegiatan maka bubarlah akibatnya.

Setelah lama berkembang di Desa Pujungan, pada tahun 2010 atas inisiatif dari I Gede Made Wiartawan, yang ingin memunculkan kembali kesenian Mandolin yang adulunya ada di Desa Pupuan. Tetapi pada saat mencari gamelan Mandolin yang ada di Desa Pupuan, kebanyakan sudah rusak total karena termakan waktu dan tidak adanya generasi yang mau perduli dengan keberadaan gamelan Mandolin tersebut.

Akhirnya I Gede Made Wiartawan membeli gamelan Mandolin di desa Pujungan sebanyak dua buah. Dan dibuatlah tiga buah mandolin sesuai dengan gamelan Mandolin yang dibeli di Desa Pujungan.

Karena sudah memiliki gamelan Mandolin, kemudian di buat sekhaa Mandolin BUNGSIL GADING di Desa Pupuan.

Sekhaa Mandolin Bungsil Gading inilah yang ditampilkan pada acara pawai dalam rangka HUT kota Tabanan yang ke-518.

 

1.2 Identitas Gamelan Mandolin.

Gamelan Mandolin jika dilihat dari klasifikasi dalam Karawitan Bali, termasuk dalam kelas Kordofoon, karena gamelan Mandolin menggunakan dawai ( senar ) seperti Rebab dan Kecapi, dalam musik Barat sama dengan Gitar.

            Gamelan Mandolin berbentuk kotak persegi panjang, dimana terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, leher dan badan seperti bagian pada gitar yang sesuai dengan konsep Tri Angga dalam Karawitan Bali.

            Bagian kepala merupakan tempat mengikatkan dawai dari mandolin, yang diikatkan pada pasak-pasak. Dan pada bagian ini merupakan tempat untuk mengatur nada-nada dari masing-masing dawai pada Mandolin. Karena mandolin yang ada di Desa Pupuan ini menggunakan empat dawai, sehingga pada bagian kepala terdapat empat pasak untuk mengikatkan dawai.

            Gamelan Mandolin milik sekhaa Mandolin Bungsil Gading, pada bagian kepalanya menggunakan Tuning Control, yang ada pada Gitar Akustik, sehingga lebih mudah dalam mengikatkan dawai dan mengatur nada mandolin.

Bagian leher merupakan tempat dibentangkanya dawai dan merupakan tempat tombol-tombol atau panggul dari gamelan mandolin. Pada bagian leher ini terdapat 12 tombol nada.  Bagian yang ketiga adalah badan mandolin. Memang pada bagian leher mandolin juga termasuk badan, karena kotak resonator dari mandolin memiliki ruangan resonator sampai ke bagian lehernya.

            Pada bagian badan pada mandolin milik sekhaa mandolin Bungsil Gading terdapat sebuah lubang resonator dan dalam posisi yang sejajar dengan lubang resonator terdapat pula pickup/spul. Pickup ini merupakan komponen utama pada gitar elektrik.

            Pickup elektromagnetik menangkap dan merubah getaran senar/dawai kedalam bentuk sinyal, yang kemudian diteruskan ke pengeras suara melalui kabel.

Photo bagian badan Mandolin.

            Kotak resonator dari mandolin, yang mencangkup pada bagian badan dan leher semuanya terbuat dari kayu jati. Lubang tersebut sama dengan lubang pada gitar akustik, dimana gitar akustik memiliki badan yang berlubang dan dapat menghasilkan suara yang relatif cukup keras tanpa penguatan elektrik.

Cara kerja dari lubang resonator tersebut adalah bunyi dari mandolin dihasilkan dari getaran dawai yang kemudian diperkuat oleh badan Mandolin sebagai resonator.

Dawai dari gamelan Mandolin berbeda dengan dawai yang dipergunakan pada instrumen-instrumen berdawai lainnya, seperti Gitar, kecapi, Rebab dll. Dawai mandolin menggunakan sebuah kawat kecil yang terdapat pada tali rem pada sepeda motor, dipisahkan helai demi helai, sehingga gamelan mandolin mempunyai warna suara yg khas.

1.3  Teknik Permainan

Teknik permainan merupakan Aparatus utama dalam gamelan Bali. Teknik mengandung konotasi cara-cara memukul atau memainkan alat-alat musik sesuai dengan bentuk, sifat dan karakter yang telah ada dalam musik itu sendiri, dan teknik-teknik tersebut juga dapat dijadikan indikator pokok dalam mempelajari gaya masing-masing gamelan. Di samping itu melalui teknik permainan dapat dibedakan secara audio satu perangkat gamelan dengan perangkat yang lain.

Gamelan mandolin merupakan gamelan yang dimainkan dengan cara digesek dengan menggunakan pik/plektrum yang diregunakan untuk menggesek gitar, akan tetapi pada mandolin, bentuk dari plektrum dibuat lebih panjang. Tangan kanan penabuh lah yang dipergunakan untuk menggesek.

Tangan kiri dari penabuh berfungsi untuk menekan tombol-tombol nada ( panggul ) mandolin. Menekan tombol-tombol tersebut sangat diperlukan kelincahan jari-jari tangan.

Penguasaan tingkat kerumitan dari permainan mandolin ini adalah menyeimbangkan antara tangan kanan yang menggesek dengan tangan kiri yang menekan tombol, sehingga akan menghasilkan bunyi yang sesuai. Apalagi pada saat pentasnya sekhaa Mandolin Bungsil gading, dimana teknik permainannya menggunakan ubit-ubitan ( kotekan ) dengan pola polos dan sangsih, yang sangat sulit diterapkan dalam gamelan mandolin.

 

1.4  Sitem Nada Gamelan Mandolin.

Secara garis besar, semua barungan gamelan yang ada di Bali menggunakan sistem laras. Di Bali ada beberapa macam laras, diantaranya laras pelog lima nada, laras pelog tujuh nada, laras selendro lima nada, laras selendro empat nada, laras pelog empat nada.

Gamelan Mandolin yang ada di Desa Pupuan menggunakan laras pelog tujuh nada, yaitu ndeng, ndeung, ndung, ndang ndaing, nding, ndong. Urutan nada pada mandolin dimulai dari bunyi dawai dengan nada ndeng, kemudian tombol yang pertama nada ndeung, tombol yang ketiga bernada ndung, nada selanjutnya adalah ndang,ndaing,nding ndong, ndeng, ndeung, ndung, ndang, nding. Dawai dari gamelan Mandolin terdiri dari empat dawai, semuainya diatur supaya bernada sama.

II. Tari Rejang Pulu di Desa Pupuan

 Kesenian dalam perspektif Hindu di Bali yang universal identik dengan kehidupan religi masyarakatnya sehingga mempunyai kedudukan yang sangat mendasar. Para penganutnya dapat mengekspresikan keyakinan terhadap Hyang Maha Kuasa. Maka banyak muncul kesenian yang dikaitkan dengan pemujaan tertentu atau sebagai pelengkap pemujaan tersebut.

Upacara di Pura-Pura (tempat suci) tidak lepas dari seni suara, tari, karawitan, seni lukis, seni rupa dan sastra. Candi-candi, Pura-Pura, dibangun sedemikian rupa sebagai ungkapan rasa estetika, etika dan sikap religius dari penganut Hindu di Bali. Pregina (penari) dalam semangat ngayah (bekerja tanpa pamrih) mempersembahkan tarian sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), bhakti dan pengabdian sebagai wujud kerinduan ingin bertemu dengan sumber seni itu sendiri.

Para seniman pun ingin menyatu dengan seni karena sesungguhnya setiap insan di dunia ini adalah percikan seni. Selain itu juga berkembang pertunjukkan seni yang bersifat menghibur. Maka di Bali, berdasarkan sifatnya seni digolongkan menjadi seni wali yang disakralkan dan seni yang tidak sakral (disebut profan) yang berfungsi sebagai tontonan atau hiburan saja.

Pada seni tari, tari sakral atau wali adalah tari yang dipentaskan dalam rangka suatu karya atau yadnya atau rangkaian ritual tertentu, dan tarian tersebut biasanya disucikan. Kesuciannya tampak pada peralatan yang digunakan, misalnya pada tari Pendet ada canang sari (sesajian janur dan bunga yang disusun rapi), pasepan (perapian), dan tetabuhan. Pada tari Rejang pada gelungannya serta benang penuntun yang dililitkan pada tubuh penari (khusus Rejang Renteng). Topeng Sidakarya pada bentuk tapel (topeng), kekereb (tutup…), dan beras sekar ura (bunga yang dipotong kecil-kecil untuk ditaburkan). Semuanya tidak boleh digunakan sembarangan. Kesakralan juga ada pada si penari itu sendiri, misalnya seorang penari Rejang atau penari Sang Hyang harus menampilkan penari yang masih muda, belum pernah kawin, dan belum haid. Atau penarinya harus melakukan pewintenan (upacara
penyucian diri) dulu sebelum menarikan tarian sakral.

Sejarahnya tari wali ini sebagian besar dikaitkan dengan mitologi agama yang berkembang di daerah tertentu. Mitologi ini mungkin dibuat bersamaan atau sesudah tari wali itu diciptakan atau sebelumnya. Meskipun tarian ini diciptakan manusia, tetapi karena sudah merupakan konsensus dari masyarakat pendukungnya maka tari wali ini mendapat tempat khusus di hati masyarakat dalam kaitannya dengan keyakinan agama, terutama agama Hindu.

Tari-tari wali yang tercipta di Bali mirip dengan tari-tari ritual di India. Menurut mitologi tarian-tarian wali itu diciptakan oleh Dewa Brahma,  dan Dewa Siwa yang terkenal dengan tarian kosmisnya, yaitu Siwa Nata Raja. Di mana Dewa Siwa memutar dunia dengan gerakan mudranya yang berkekuatan ghaib. Setiap sikap tangan dengan gerakan tubuh memiliki makna dan kekuatan tertentu sehingga
tarian ini tidak hanya menampilkan keindahan rupa atau pakaian, tetapi mempunyai kekuatan sekala dan niskala. Di Bali tidak sembarang digunakan. Hanya para Sulinggih (Brahmana atau orang suci) saja yang menggunakan gerakan tangan mudra ini, karena sangat sakral.

Rejang Pulu merupakan salah satu kesenian sakral yang ada di desa Pupuan. Tarian ini biasanya di pentaskan(di lakukan) di pura Puseh Ulu ( Ulun Suwi) yg terdapat di desa Pupuan dalam rangkain pujawali Ngusaba Tabuh yang dilaksanakan pada sasih Desta atau pun Sadha, mencari waktu saat padi di sawah masih berwarna hijau.

            Tarian ini dilaksanakan jam tiga pagi, saat keadaan masih sepi, penarinya adalah para wanita, dengan membawa atribut Nini dan Pulu. Nini merupakan seikat padi yg berjumlah 33 helai yg dibagi dua menjadi simbul lanang dan istri (laki-laki dan perempuan), dengan menggunakan berbagai hiasan, baik dari bunga dan banyak hiasan-hiasan khusus yg digunakan. Nini merupakan lambing atau prwujudan dari Bhatari Sri. Pulu merupakan sebuah periuk yg biasanya digunakan untuk menyimpan beras, pulu yang dibawa pada tarian ini di dalamnya berisi beras, yang merupakan simbol dari Manik Galih.

Penari yang membawa Nini dan Pulu harus wanita yang masih dauh sari ( Masih remaja ).

Tari rejang Pulu ini tidak menggunakan gerakan yangkhusus, penari hanya berjalan mengelilingi areal jeroan Pura Puseh Ulu sebanyak tiga kali, diiringi dengan kekidungan (nyanyian) khusus, dan tidak menggunakan gamelan. Kekidungan ini di nyanyikan oleh para wanita yang ikut menari mengikuti Nini dan Pulu.

Tarian rejang pulu merupakan tarian sesolahan Bhatari Sri sebagai dewi kemakmuran. Tarian rejang pulu merupakan perwujudan rasa syukur kehadapan Bhatari Sri sekaligus terkandung suatu harapan oleh masyarakat agar mendapatkan hasil panen yang banyak, dan tanaman padi tidak diserang hama.

Setelah selesai ditarikan, Nini dan Pulu disimpan di Palinggih utama yang berbentuk gedong, dan selanjutnya beras yang ada dipulu tersebut akan di bagikan kepada seluruh masyarakat untuk diletakkan di pulu rumah masing-masing. Dilakukan setelah rangkaian upacara selesai, hal ini disebut dengan istilah Ngentegang Merta.

 

III. Bentuk pertunjukan.

            Dalam pertunjukan yang penulis sempat amati ada beberapa hal, diantaranya :

3.1 Pertujukan Mandolin.

3.1.1 Jumlah instrument yang digunakan.

            Dalam pertunjukan Mandolin dalam pawai HUT kota Tabanan tersebut, penulis melihat ada beberapa instrumen yang dipergunakan, diantaranya : Mandolin 3 unit, 1 unit kendang menengah, 1 unit tawa-tawa, 1 unit gong pulu, satu unit kempli, satu unit klentong, I unit cengceng ricik, 3 unit suling kecil.

 

3.1.2 Fungsi masing-masing Instrumen.

Dari ketiga instrumen mandolin, salah satunya berfungsi sebagai ugal, sekaligus sebagai pembawa melodi, dan instrumen mandolin yang lainnya dimainkan dengan motif-motip kotekan dengan satu polos dan satu sangsih. Instrumen Kendang difungsikan sebagai pemurba irama. Instrumen tawa-tawa difungsikan sebagai tempo, instrumen gong untuk mengakhiri setiap kalimat-kalimat lagu/gending yang dibawakan. Instrumen kempli sebagai pengganti dari kempur. Dan  suling sebagai pemanis dan melodi.

3.1.3 Sound Sistem.

            Dalam pertunjukan mandolin oleh sekhaa Mandolin Bungsil Gading ini menggunakan sound system, yang dibawa dengan menggunakan gerobak yang berisi dua roda. Gerobak tersebut dihias sedemikian rupa berbentuk mirip kontruksi bale bengong,

            Diatas grobak tersebut terdapat pengeras suara, dan disana juga diletakkan gong pulu, klentong dan kempli.

3.2 Pertunjukan Tari Rejang Pulu.

            Dengan wajah cantik dan kostum menggunakan baju kebaya putih dan kamen kuning, sudah memberikan kesan bahwa pertunjukan tersebut merupakan sebuah tarian yang suci ataupun sakral. Terdiri dari 10 orang penari yang berbaris di belakang gamelan mandolin.

masing-masing penari semuanya membawa atribut pulu tetapi dari kesepuluh penari tersebut ada satu orang yang membawa pulu dan nini sekaligus sebagai pemimpin dalam pementasan tari tersebut.

Setelah penabuh mandolin memainkan gending rejang, dengan gaya penuh kehikmatan para penari tersebut mulai menari, dengan gerakan-gerakan yang sudah tertata, dengan beberapa perubahan komposisi, sesekali hanya berjalan melingkar saja.

3.3 Jenis-jenis Gending.

  1. Motif kebyar dengan dilanjut motif gending sejenis legod bawa,

Pada awal pertunjukan, yaitu dari awal mulai berjalan menuju ke tempat display, menggunakan gending pejalan yang mirip legod bawa, setelah sampai di depan panggung kehormatan, gending penyalit yang mengarah keg ending rejang.

  1. Gending rejang untuk mengiringi tari rejang pulu.

Gending ini terdiri dari kawitan dan pengawak, sama seperti struktur tabuh telu buaya mangap, tetapi pola kekendangannya berbeda dengan menggunakan motif-motif kendang gupekan nunggal.

Setelah kawitan, mulailah penari dari rejang pulu memasuki areal pentas, mulai dengan gerakan-gerakan yang telah tertata dan menggunakan komposisi gerak yang lumayan bagus.

Setelah berputar kurang lebih sebanyak tiga kali, akhirnya penari rejang pulu tersebut kembali berjalan meninggalkan areal pentas, dan gending mandolin pun dialihkan kembali pada gending pejalan awal, yaitu bentuk legod bawa

IV. Analisis

4.1 Kekurangan.

1. Dari segi pertunjukan Mandolin,

  • Penulis merasakan bunyi yang dihasilkan akibat dari sound system yang digunakan, sedikit menghilangkan ciri khas dari bunyi mandolin.
  • Jumlah instrument mandolin yang dipergunakan sangat sedikit, mungkin karena sudah mengandalkan sound system yang digunakan..
  • Karena hanya Mandolin yang menggunakan pengeras suara, sehingga dari jarak jauh, dominan terdengan suara mandolin saja, sedangkan instrumen-instrumen pendukung lainnya tidak terdengar.

2. Dari segi pertunjukan Tari Rejang Pulu

  • Secara pribadi penulis memang kurang setuju tentang pementasan sebuah tarian sakral untuk kepentingan pawai. Namanya juga tari sakral, tentu pementasannya ada waktu tertentu, hari tertentu, tempat juga tertentu. Menurut penulis, sedikit demi sedikit akan dapat mengurangi kesakralan dari tarian tersebut, secara otomatis taksu juga akan hilang.

4.2 Kelebihan

  • Terlihat dari pementasan tersebut bahwa banyak inovasi yang terjadi pada gamelan mandolin, mulai dari penggunaan pickup/spul gitar, menggunakan tuning control untuk mengikatkan dawai dari mandolin.
  • Telah adanya pengembangan teknik permainan, yaitu diterapkannya pola ubit-ubitan dalam permainan mandolin.
  • Dengan tangga nada yang dimiliki, yaitu pelog tujuh nada, sehingga mandolin memiliki kekayaan nada.
  • Dengan menggunakan sound system suara mandolin jadi terdengar sangat keras, meskipun hanya menggunakan tiga mandolin saja.
  • Untuk kepentingan tontonan, tari Rejang pulu jadi terlihat lebih menarik, dengan pola-pola perubahan komposisi dan gerak tari yang tertata.

 

Januari 10th, 2012 at 10:36 pm




25 Responses to “Mengapresiasi Pertunjukan Gamelan Mandolin”

  1.   online casino Says:

    foxwoods casino online https://download-casino-slots.com/

  2.   online vegas casino Says:

    hollywood casino online promo code https://firstonlinecasino.org/

  3.   rivers online casino pa Says:

    online casino paysafe https://onlinecasinofortunes.com/

  4.   online casino games real money no deposit Says:

    real money online casino no deposit bonus https://newlasvegascasinos.com/

  5.   online casino for real money usa Says:

    mgm nj online casino https://trust-online-casino.com/

  6.   gambling online casino Says:

    us online casino real money https://onlinecasinosdirectory.org/

  7.   online usa casino Says:

    harrah’s online casino pa https://9lineslotscasino.com/

  8.   real casino slots online Says:

    riversweeps 777 online casino https://free-online-casinos.net/

  9.   online casino no deposit Says:

    riversweeps online casino free bonus https://internet-casinos-online.net/

  10.   online casino usa legal Says:

    real money online casino california https://cybertimeonlinecasino.com/

  11.   super slots online casino Says:

    hollywood online casino pa https://1freeslotscasino.com/

  12.   paradise casino online Says:

    online casino keno https://vrgamescasino.com/

  13.   online casino no deposit sign up bonus Says:

    online casino bonus no deposit https://casino-online-roulette.com/

  14.   free online casino Says:

    online casino nj https://casino-online-jackpot.com/

  15.   no deposit bonus online casino Says:

    gta online diamond casino https://onlineplayerscasino.com/

  16.   online casino free bet no deposit Says:

    casino online gratis https://ownonlinecasino.com/

  17.   win real money online casino for free Says:

    us online casino real money https://all-online-casino-games.com/

  18.   lucky creek online casino Says:

    san manuel online casino real money https://casino8online.com/

  19.   best buy vpn router Says:

    opera vpn https://freevpnconnection.com/

  20.   what is the best vpn service Says:

    vpn for windows free download https://shiva-vpn.com/

  21.   turbo vpn Says:

    buy hidemyass vpn https://freehostingvpn.com/

  22.   best torrent vpn Says:

    best vpn software https://ippowervpn.net/

  23.   vpn to buy flights Says:

    chrome free vpn https://superfreevpn.net/

  24.   hideme vpn Says:

    10 best vpn services https://free-vpn-proxy.com/

  25.   vpn download free Says:

    how to buy a vpn server https://rsvpnorthvalley.com/