Panji Marga

This post was written by jokoprasetya on Mei 7, 2019
Posted Under: Tak Berkategori
Gamelan Gambang adalah salah satu jenis gamelan langka dan sakral, termasuk barungan alit yang dimainkan hanya untuk mengiringi upacara keagamaan. Di Bali tengah dan selatan gamelan ini dimainkan untuk mengiringi upacara ngaben (Pitra Yadnya), sementara di Bali Timur yaitu di karangasem dan sekitarnya. Gambang juga dimainkan dalam kaitan upacara odalan di pura – pura (Dewa Yadnya). 
Gamelan Gambang, berlaras Pelog (tujuh nada), dibentuk oleh 6 buah instrumen berbilah. Yang paling dominan adalah 4 buah instrumen berbilah bambu yang dinamakan gambangyang terdiri dari yang paling kecil ke yang paling besar (pametit, panganter, panyelad, pamero dan pangumbang).
Setiap instrumen dimainkan oleh seorang penabuh yang mempergunakan sepasang panggul bercabang dua untuk memainkan pukulan kotekan atau ubit-ubitan, dan sekali-kali pukulan tunggal atau ngulir. Instrumen lainnya adalah 2 tungguh saron krawang yang terdiri dari saron besar (demung) dan kecil (penerus atau kantil), kedua saron biasanya dimainkan oleh seorang penabuh dengan pola pukulan tunggal kaklenyongan.
Daerah-daerah yang dipandang sebagai desanya gambang di bali antara lain : Tenganan, Bebandem (Karangasem),
Singapadu, Saba, Blahbatuh (Gianyar), Kesiut (Tabanan), Kerobokan, Sempidi (Badung).

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Next Post:
Previose Post: