BELAJAR DASAR GENDER WAYANG!!! (GendingCecekMegelut)

Gender Wayang merupakan salah satu instrumen yang berlaraskan slendro lima nada. Gender wayang ini di klafisikasikan kedalam musik golongan tua, yang terdiri dari dua gender pemade dan dua gender barangan dengan masing-masing tungguhan menggunakan sepuluh bilah, Teknik gamelan gender wayang terdiri dari hiasan ritme, polyphonic, dan bermacam- macam motif candetan.

Disini saya akan menjelaskan salah satu gending gamelan gender wayang yaitu cecek megelut. Cecek megelut adalah cecek atau Bahasa Indonesianya bisa disebut dengan cicak yaitu binatang reptil, dan megelut berarti saling memeluk atau mecandetan (saling sahut). Jadi, arti cecek megelut adalah cicak yang berbunyi saling mecandetan atau saling sahut, yang juga dituangkan dalam gending tersebut memiliki suasana saling sahut pada kawitan gending.

Struktur gending cecek megelut terdiri dari dua bagian yaitu kawitan dan pengawak. Pada bagian kawitan di mulai dari nada tinggi / kecil, bagian kawitan ini membayangkan seekor cicak saling berbunyi atau mecandetan. Pada bagian kawitan ini bisa di ulang-ulang berapa kali tergantung yang membawa gending tersebut. Dan Pada bagian pengawak dimainkan secara berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan.

Fungsi gending cecek megelut pada gamelan gender wayang yang ada di banjar saya biasanya untuk mengiringi upacara manusa yadnya. Dari sejumlah upacara manusa yadnya, gending ini selalu digunakan dalam upacara mesangih (mepandes) potong gigi.

Pada perkembangan gending cecek megelut ini masih berkembang sampai saat ini. Karena gending cecek megelut cocok untuk dijadikan dasar dalam memainkan gamelan gender wayang bagi pemain pemula. Disamping itu gending ini memiliki kegunaan hanya setiap ada upacara saja gending cecek megelut dimainkan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.