MY CV

                                                                                                    CURICULUM VITAE

 

            Nama saya I Made Jacky Ariesta, saya biasa di panggil jack. Saya tinggal di Br. Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Saya lahir di Blahbatuh tanggal 13 April 1995. Saya beragama Hindu. Ayah saya bernama I Made Dita sekarang bekerja sebagai wiraswasta, Ibu saya bernama Ni Wayan Sriani bekerja sebagai pedagang. Saya anak kedua dari dua bersaudara, saudara saya yang pertama bernama Ni Wayan Sri Ita Susanti yang sekarang melanjutkan belajarnya di UNHI (Universitas Hindu Indonesia), dia mengambil jurusan ekonomi.

            Saya dulu menempuh pendidikan TK di Saraswati bertempat di Sukawati, setelah itu saya melanjutkan di Sekolah Dasar Negeri 3 Saba bertempat di Desa saya sendiri Desa Saba. Saya di SD mengikuti extra pramuka, setelah tamat SD saya melanjutkan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Blahbatuh bertempat di Keramas. Saya di SMP mengikuti extra tabuh, tari, dan pramuka. Tamat saya di SMP saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 sukawati yang sering di panggil “Kokar” bertempat di Batubulan. Saya masuk di sana melalui jalur TPA, pertama saya mengambil jurusan Karawitan, dan setelah selesai tes TPA saya pindah mengambil jurusan Seni Tari. Di sana saya banyak mempelajari tentang tari, dan bukan tari bali saja tari jawa pun di ajarkan. Naik kelas 2 saya pindah ke jurusan Seni Musik, awalnya waktu kelas 1 saya sudah ingin pindah karena keterlambatan saya di suruh pindah kelas 2. Di jurusan musik saya menggambil instrument Gitar, di sana saya juga dapat pelajaran piano wajib. Berjalannya waktu saya di pilih untuk ikut FLS2N di Yogyakarta, saya dapat memainkan instrument Bass dan musik traditional (Gangsa). Pengalaman saya di Yogyakarta sangat banyak mulai kenal sama teman-teman di sana dan potensi orang di sana memainkan musik sangat memotivasi saya untuk belajar lebih tekun lagi kelas 2 semester ganjil saya mendapat juara 1 kelas musik. Naik kelas 3 saya di tutun untuk membuat garapan musik buat UKK (Ujian Kompetensi Keahlian). Saya membuat garapan memakai 15 personil, 10 personil musik traditional, 5 personil musik, saya membuat garapan musik etnik perpaduan antara musik modern dengan musik traditional. Saya menghabiskan dua bulan untuk menyelesaikannya, dari menulis notasinya, dan untuk mengumpulkan teman-teman sebanyak 15 orang tidaklah gampang untuk waktu latihan. Garapan saya yang berjudul Peace In Tone Of Emotion akhirnya terbentuk, dan saya pentaskan di UUK (Ujian Kompetensi Keahlian), saya mendapatkan nomor undi pertama. Dan UKK pun berjalan lancar, dengan adanya dukungan orang tua dan teman-teman yang membantu segala persiapan saya. Setelah saya tamat di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Sukawati, saya melanjutkan ke Institut Seni Indonesia Denpasar yang biasa di panggil “ISI”. Di masuk di Isi melalui jalur bidik misi, di ISI saya menggambil jurusan Seni Musik, saya menggambil instrument mayor Biola. Di sini juga dapat mata kuliah piano wajib seperti di SMK dulu, dan bukan hanya piano wajib saja di sini saya juga dapat banyak pelajaran tentang musik mulai dari teori musik, sejarah musik, solfes, dan ansamble, saya di ISI di pilih menjadi anggota BPM dan anggota HMJ musik. Pengalaman saya baru mulai masuk di ISI sangat banyak mulai dari perkenalan teman-teman yang baru dan sangat dewasa sangat memotivasi saya untuk berfikir ke arah yang dewasa.

 

            Saya awal mengenal musik sejak kelas 4 SD waktu itu saya belajar main gitar. Yang mengajar main gitar paman saya sendiri. Sampai kelas 6 SD saya ikut Parade Band cilik di Bali TV, dulu Band saya bernama Kishi Band tetapi karena tidak ada yang serius dan akhirnya pecah/bubar. Setelah saya mengenal instrument gitar, saya belajar bermain keyboard yang mengajar teman Ayah saya bernama Ajik, entah kenapa keyboard Ajik rusak dan saya tidak bisa melanjutkan belajar keyboard pada beliau. Dengan berjalannya waktu saya di beri alat musik oleh teman ayah saya, karena beliau sudah tidak ada waktu untuk merawat alat-alatnya maka dari itu saya di suruh untuk menjaganya mulai dari Gitar elektrik, Bass, Drum kompilt dengan soundnya. Menginjak saya umur 16 tahun Ayah saya membelikan saya keyboard, dengan lamanya tidak pernah bermain keyboard tangan saya jadi kaku, dan itu menjadi semangat saya untuk latihan lebih giat. Saya juga sudah membentuk Band yang bernama “ Daiva” yang artinya Dewa, di Band ini saya memegang instrument keyboard dan gitar. Saya juga sudah mempunyai beberapa lagu dan sudah saya masukan juga di youtube, tetapi semenjak saya kuliah dan teman-teman Band pada sibuk kerja kita jadi kurang latihan. Saya juga ikut sanggar di Puri Taman Saba, di sana saya sering di ajak berkolaborasi alat musik traditioanal dengan musik modern. Dan masih banyak juga yang saya dapat di sana mulai mengenal musik traditional Gong kebyar, Semara pegulingan, Semarandana, gender wayang, dan beleganjur. Di Gong kebyar saya memegang instrument gamelan Reong, sama seperti di beleganjur, di Semara pegulingan saya memegang instrument gamelan Gangsa, sama seperti di Semarandana, Saya mengenal musik traditional dari kelas 3 SD. Di sanggar selain mempelajari musik traditional saya juga mempelajari tari mulai dari tari baris, baris tunggal, jauk manis, dan kebyar duduk. Saya mempelajari tari juga sama dari kelas 3 SD, sampai kelas 1 SMK karena terlalu banyak yang saya pelajari akhirnya saya memutuskan untuk berhenti.

Awal saya mengenal biola mulai dari pertama saya kuliah di ISI, di sana saya di belikan biola oleh Ayah saya. Maka dari itu saya harus bisa bermain biola karena dari dulu saya sudah ingin mempelajari instrument ini. Pertama saya belajar biola saya belajar sendiri di rumah dan hanya menonton video di Youtube, dan setelah kuliah di ISI di sana saya banyak dapat buku dan pembelajaran tentang biola, yang mengambil instrument biola di ISI cuma 5 orang. Di ISI yang mengajar mata kuliah mayor Biola yaitu Ibu Wahyu, beliau dulu lulusan ISI Yogyakarta, beliau sangat bagus mengajar mulai dari teknik bermain biola, memegang biola, menggesek biola dan membaca notasi balok. Selain mengajar biola beliau juga mengajar mata kuliah solfes dan teori musik, saya belajar biola karena saya ingin menguasai semua jenis alat musik, agar pengalaman-pengalaman saya yang dulu tidak sia-sia. Saya kuliah di ISI karena saya ingin memantapkan seni bermusik saya, agar kelak nanti bisa menjadi musisi. Karena musik bukanlah sekedar hiburan, tetapi musik adalah sistem yang unik untuk mengomunikasikan ide dan emosi yang ada dalam diri kita.  

Demikianlah cerita pengalaman saya I Made Jacky Ariesta

Keep On The Rock!!!!!!….

 

Leave a Reply