Pengertian Instrument Gangsa

Juni 30, 2014 by: Eka Widiadi

Instrument Gangsa adalah instrument yang mempunyai jumlah bilah 10 (sepuluh) buah dengan susunan nada sebagai berikut :

Nada rendah :ndong,ndeng,ndung,ndang,nding
Nada tinggi   :             ndong,ndeng,ndung,ndangnding
Dalam barungan gong kebyar gangsa dapat dibedakan menjadi 2,yaitu gangsa pengumbang (polos) dan gangsa pengisep (sangsih). Gangsa juga dimainkan dengan tangan kanan dengan menggunakan panggul,kemudian bilah-bilahnya ditutup sesuai dengan suara yang di inginkan. Teknik ini juga digunakan pada instrument lain dalam gong kebyar  yang sifatnya menggunakan alat bantu seperti panggul,dll. Daun gangsa dibuat dari perunggu yang diproses di bengkel khusus yang disebut perapen. Setelah dilebur lalu dimasukkan ke dalam cetakan atau penyangkaan sesuai dengan ukuran yang dibuat. Kemudian dilaras nada-nadanya sesuai dengan jenis apa yang dibuat. Selawahnya juga dibuat, mengenai ukuran dan bahan yang dipakai sesuai dengan jenis gambelan tersebut. Badan selawah dibuat dari kayu, biasanya kayu nangka atau kayu jati, sedangkan resonatornya dari bambu. Tali panggulnya dari benang atau jangat, atau cukup di pakai jika yang dibuat gangsa jongkok. Panggul untuk membunyikannya hanya sebuah. Berukuran kecil bila dipergunakan dalam jenis pukulan kekotekan seperti panggul untuk pemade. Ditinjau dari bentuk selawah dan bagaimana daun gambelan diletakkan pada selawah gambelan tersebut, gangsa itu dapat dibedakan atas dua macam, yaitu:

  1. Gangsa Jongkok, yaitu gangsa yang ukuran selawahnya rendah dan tanpa resonator, dan dipaku pada dua buah lubang di kedua ujungnya. Ada juga yang memakai resonator, misalnya gangsa jongkok gong gede, yaitu berupa lubang di bawah bilahannya yang langsung dibuat pada selawahnya.
  2. 2. Gangsa gantung, yaitu gangsa yang ukuran selanjutnya agak tinggi dan memakai resonator dari bambu setinggi selawah tersebut. Dipasang dengan menggantungkannya pada celah paku yang dipasang setelah diikt atau dihubungkan satu daun dengan daun lainnya memakai benang atau jangat.

Instrument gangsa digunakan tidak hanya dalam barungan gambelan gong kebyar saja, tetapi instrument gangsa juga dapat ditemukan dalam barungan semar pegulingan yang menggunakan 7 (tuhuh) nada dan semarandana yang menggunakan 12 (duabelas) nada yang terdiri dari nada tinggi dan rendah. Nada gangsa dalam barungan  gong kebyar menggunakan laras pelog (selisir) dan nada gangsa dalam barungan semar pegulingan dan semarandana menggunakan laras pelog (selisir) dan selendro (tembung).
Dalam memainkan tabuh kreasi yang di kemas secara modern, instrument gangsa menjadi instrument yang paling rumit  untuk dimainkan karena instrument gangsa kaya dengan teknik tetekep dan teknik pukulan yang menarik. Misalnya teknik pukulan ngempyung, yaitu teknik yang memainkan 3 (tiga) nada secara bersama-sama. Teknik pukulan ini mulai dikembangkan kurang lebih dari tahun 90-an sampai sekarang dan menjadi teknik yang sangat susah untuk di pelajari, adapun teknik pukulan lain dalam permaian gangsa adalah teknik pukulan sebagai berikut : 1. Pukulan Ngoret:Pukulan ngoret adalah memukul tiga buah nada yang mendapat dua ketukan ditarik dari nada yang tinggi ke arah nada yang lebih rendah. 2. Pukulan Ngerot : Pukulan ngoret adalah teknik memukul tiga buah nada yang mendapat dua ketukan ditarik dari nada rendah ke arah nada yang lebih tinggi. 3. Pukulan Netdet :Pukulan netdet adalah memukul dan menutup satu nada yang secara beruntun dari tempo yang pelan ke tempo yang lebih cepat. 4. Pukulan Neliti : Pukulan neliti adalah memukul kerangka atau bantang gending secara polos dalam arti tidak berisi fariasi. 5. Pukulan Ngecek : Pukulan ngecek adalah memukul dan menutup satu nada saj, dimana bias di mainkan oleh kesemua nada tersebut.6. Pukulan Gegejer :Pukulan gegejer adalah nama nama dari salah satu pukulan yang memukul satu buah nada secara beruntun dan juga bias dimainkan dimasing-masing nada atau bilah. 7. Pukulan Oncang-oncangan :Pukulan yang saling bergantian dengan memukul dua buah nada yang berbeda yang diselingi oleh satu nada. Hasil dari pukulan ini akan bias terjalin searah, sehingga susunan nada-nadanya kedengaran selalu berurutan. Disamping itu ad juga pukulan oncang-oncangan yang m,emukul tiga buah nada yang diselingi oleh satu nada juga.8. Pukulan ngantung :Nama salah satu pukulan gangsa di dalam satu gatra terdapat empat ketukan, dimana akan mencari ketukan yang ketiga ada suatu tekanan pukulan yang pukulannya mendahuluiketukan ke tiga sehingga pada akhirnya kembali kedalam ketukan ke empat lagi.

SIKAP/ CARA MEMAINKAN GANGSA :

Tategak/Sikap Duduk : Sikap memainkan gamelan Bali memiliki makna yang sangat penting. Tidak hanya menyangkut kajian estetik keindahan, akan tetapi bagaimana energi disalurkan ketika memainkan gamelan. Posisi duduk seorang pemain gamelan ideal yaitu mengambil posisi silasana yaitu posisi duduk dimana kaki dilipat tertumpuk (kanan dan kiri) sedangkan posisi badan tegak, dan pandangan kedepan  Dengan posisi yang benar dapat mendukung penampilan dan secara estetik tertata adanya. Aspek penampilan menjadi sangat besar pengaruhnya terhadap sebuah pementasan karena tanpa didukung oleh penampilan yang baik dan apik serta mempertimbangkan aspek keindakan akan tidak tercapai kaidah pertunjukan yang ada seperti: kompak, harmonis, selaras serasi dan seimbang. Sisi lain dari posisi duduk yang benar dapat memberikan energi yang penuh/total, sebab secara penyaluran energi yang seimbang keseluruh tubuh dapat menyebabkan kualitas pukulan terjaga intensitasnya.

Posisi tangan :Untuk dapat memainkan gamelan secara baik tentunya memegang panggul harus diperhatikan. Posisi tangan yang benar untuk memainkan instrument berbilah adalah tangkai panggul dipegang oleh tangan kanan dengan ibu jari berada sejajar dengan tangkai panggul bagian lebarnya, sedangkan keempat jari lainnya posisi terlipat (lihat gambar). Sedangkan untuk memainkan instrument berpencon posisi tangan mengikuti arah panggul, sedangkan telunjuk tanpa dilipat. Begitu juga pada instrument lainnya.

 Menutup/tatekep :Barungan Gong Kebyar merupakan seperangkat gamelan yang memiliki instrumentasi yang sangat banyak. Hampir 30-40 buah instrument yang sebagian besar merupakan instrument perkusif(dipukul). Tehnik-teknik tersebut menyebabkan setiap kelompok instrument memiliki bunyi dan warna nada yang berlainan. Instrumen-instrumen Gong Kebyar yang dimainkan secara dipukul baik memakai tangan maupun memakai alat pemukul/panggul dalam gamelan Bali lazim disebut gagebug.

Filed under: Tak Berkategori

Comments are closed.