Gamelan Bebarongan di Desa Adat Suralaga

This post was written by arysanjaya on Januari 23, 2013
Posted Under: Tak Berkategori

Sejarah  Gambelan Bebarongan Di Banjar Adat Suralaga

 

Banjar Adat Suralaga terletak di ujung utara kelurahan  Abiantuwung, Kec. Kediri, Kab. Tabanan. Luas wilayah dari Banjar Adat Suralaga sekitar 42 hetar, dengan jumlah penduduk kurang lebih 1475 jiwa. Dengan batas – batas sebagai berikut  :

  1. Sebelah utara berbatasan dengan Banjar Bajra Blayu.
  2. Sebelah timur berbatasan dengan Tukad Yeh Sungi.
  3. Sebelah selatan berbatasan dengan Carik kalangan.
  4. Dan sebelah barat berbatasan dengan Tukad Yeh Ge.

 

Dan ada pun sejarah dari Gambelan  Bebarongan ini berawal dari ke isengan anak – anak mengisi waktu luang dengan cara membuat barong – barongan dari daun pinang dengan kepala barong terbuat dari potongan pohon bambu, sekitar pada tahun 1895 dengan iringan gambelan dari kukul, batok kelapa yang sangat sederhana. Mereka melakukan aktifitas ini di merajan agung (pura) satria kaleran pemayun. Karena adanya perkembangan  mereka membuat barong – barongan yang lebih baik dengan memakai bahan – bahan seperti : daun muda dari pohon enao(ambu), batok kepala sebagai punggalan barong, dan dilengkapi dengan rangda. Pada waktu itu sudah diiringi dengan gambelan tingklik, kecek dari seng, dan gong dari baskom seng. Dalam pergelaran ini mereka mengamil cerita calonarang yang sangat  sederhana. Pada saat pemetasan berlangsung ada beberapa penari yang kesurupan, dan meminta barong dan rangda itu dikeramatkan. Akhirnya dengan kesepakatan masyarakat, Barong itu di renovasi seperti barong ket pada zaman sekarang , dan gambelanya pun menyesuaikan. Pada saat itu di perkirakan pada tahun 1915.

Setelah itu krama Banjar Adat Suralaga memindahkan barong tersebut ke Pura Khayangan Dalem. Akhirnya krama banjar  adat Suralaga  sepakat untuk membuat satu buah barung gambelan yang sederhana ke pande gambelan yang terletak di Desa Tihingan Klungkung. Dengan jumlah instrumen : Dua buah gangsa, satu buah gong, satu buah klentong, dua buah kantil, sepasang jeblag, sepasang jegog, sepasang kendang,satu buah kecek dan duah buah gender rambat semua  Bahan instrumen ini terbuat dari perunggu keciali kendang, dan pelawahnya pun masih sangat sederhana tanpa ukiran, dan harga pada saat itu sekitar 150 ribu. Sekitar tahin 1935.

Lalu pada tahun 1950 an pada zaman G30S kesenian di Desa Suralaga sedang memuncaknya ini dikarenakan pada saat itu terjadi persaingan partai . Karena banyaknya jadwal – jadwal tampil ini pun membuat skha gambelan bebarongan mempnyai uang kahs sekha, uang ini pun di gunakan untuk mengukir gambelan dan langseng memradenya pada tahun 1973.setelah lama kelamaan gambelan ini pernah mengikuti ajang PKB pada tahun 80an, dan tahun 2010 ikut dalam Tanah lot Festival.

 

Pada tahun 2009 karena ada bantuan dana dari pemerintah sekha gambelan memutuskan menambah isntrumen lagi dengan menambah empat buah gangsa dan dua kantilan.hakhirnya total semua intrumen menjadi :

 

 

  • Enam buah  gangsa pemade
  • Empat buah kantilan
  • Dua buah jublag
  • Dua buah jegog
  • Dua buah kendang
  • Sepasang Gendar rambat
  • Satu buah kecek,kajar dan gong.

Demikianlah sejarah gambelan Bebarongan yang ada di Desa Adat Suralaga.

Reader Comments

I found myself pretty pleased to find this website.
I would like to to thanks for your personal time simply for this fantastic read!!
I definitely really liked every element of it and i also do you have bookmarked to
check out new information on your own internet site.

#1 
Written By MariaDSallee on Juni 25th, 2021 @ 12:37 am

malaria drugs list https://www.pharmaceptica.com/

#2 
Written By www.pharmaceptica.com on Juli 2nd, 2021 @ 8:58 pm

cloraquine https://chloroquineorigin.com/# hydrocholoroquine

#3 
Written By hydroxychloroquine hcq on Juli 7th, 2021 @ 12:23 pm

what is hydroxychloroquine prescribed for https://plaquenilx.com/# hydrochloraquin

#4 

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address