Taksu dalam kesenian yang ada di Bali

This post was written by adityaperdana on April 26, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

Pengrtian taksu.

Kata taksu dalam bahasa Bali mempunyai arti abstrak dan konkret. Ari yang pertama adalah kekuatan suci untuk meningkatkan intelektualitas, dan arti yang ke dua adalah tempat pemujaan keluarga (sanggah) yang memberikan kekuatan magis Warna dalam artian yang pertama,Taksu merupakan kekuatan suci yang berasal dari Tuhan yang dapat di perholeh melalui upacara ritual dan olah spiritual.

Kekuatan suci atau spiritual ini muncul dalam dunia seni dan di bidang profesi lainnya dan sangat di butuhkan oleh semua orang dari berbagai bidang profesi. Dalam artian yang kedua, taksu adalah objek material, sanggah taksu, sebuah tempat pemujaan dengan bentuk dan struktur fisik tertentu.Tempat pemujaan sanggah taksu dapat dijumpai di setiap rumah orang Bali Hindu.

Tata-kata dalam bahasa jawa kuno kawi yang paling dekat dengan taksu adalah caksu, caksuh, chaksur, semua kemampuan untuk memahami, dan persepsi (Zoetmulder, diwyacaksuh dan dibyacaksus yang berarti memiliki persepsi kuat alami, Kata-kata ini mengisyaratkan bahwah dampak dari kehadiran taksu dapat tangkap melalui presepsi.

Pandangan dan pendapat tentang taksu menunjukan bahwa taksu pada dasarnya adalah energi yang memiliki kukuatan dahsyat, semacam factor X yang bukan saja sangat menentukan melainkan juga bisa merubah sesuatu yang bisa menjadi luar biasa.Oleh karena itu, di kalangan masyarakat Bali, banyak yang memandang keberadaan taksu seperti angina, banyak orang bisa menangkap dan merasakan kehadiran atau ketiadaannya namun tidak pernah melihat rupa dan wujudnya secara nyata.

 

Jenis – jenis taksu.

Masyarakat Bali pada umumnya mengenal tiga jenis taksu yang diidentifikasi berdasarkan keberadaan da nasal mulanya. Tiga jenis taksu yang dimaksud adalah: Taksu bekel, Taksu paica dan Taksu gegaen. Pada umumnya Taksu gegaen yang mereka maksud adalah semacam ajimat buatan orang pintar.

Taksu bekel pada dasarnya adalah kekuatan spiritual atau kekuatan dalam yang di miliki oleh setiap orang sejak lahir, yang mencul dari dalam sendiri dan tumbuh secara internal.Embrio taksu ini bisa jadi sudah ada dalam diri seseorang sejak lahir dan kemudian akan berkembang menjdi kekuatan taksu setelah diaktifkan melalui pelatihan fisik yang berat, di tambah dengan latian mental dan spiritual, ketika seseorang menjdi lebih matang atau dewasa dalam profesi mereka.

Taksu  paica pada dasarnya adalah kekuatan suci yang dianugrahkan atau diturunkan oleh Hyang Kuasa. Taksu-taksu semacam ini dapat diperoleh malalui doa dan upacara-upacara lain yang menggunakan berbagai jenis sesaji. Seperti di sarankan oleh wiener, orang Bali menggunsksn upacara ritual untuk memperoleh kekuatan suci ini dengan jalan nunas ica atau mohon anugrah di sebuah pura di malam hari.

Kepemilikan taksu.

Taksu bisa diperoleh dan didapat oleh semua orang tampa memandang batas usia, jenis kelamin, status social semua orang sama-sama memiliki potensi untuk mendapatkan kekuatan spiritual ini. Dengan mempelajari kesenian atau aspek lain dari seni budaya Bali secara serius dan sungguh-sungguh dengan dedikasi tinggi dan penuh rasa pengabdian baik orang Bali maupun orang luar termasuk prang asing memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kekuatan spiritual ini.

Satu hal yang penting untuk dicatat bahwa taksu bukan sesuatu yang di wariskan atau diteruskan dari generasi ke generasi. Di balik terus meningkatnya jumlah seniman pertunjukan Bali selama dekada terakhir ini agak mengejutkan bahwa jumlah seniman yang mampu mencapai taksu masih relative kecil.Jika di bandingkan dengan jumlah pelaku seni pertunjukan yang terus bertambah jumlah pemain yang memiliki taksu terasa terus berkurang.

 

Taksu dalam kesenian.

Di dalam teradisi Bali karya seni yang baik selalu mengintergrasikan tiga unsur: kebenaran (satyam) kesucian (shiwam) dan keindahan (sundaram). Masing-masing unsur menyangkut moralitas spiritualitas dan kualitas di harapkan mampu memnerikan kepuasan yang mencakup ketiga unsur diatas. Hanya seni pertunjukan yang seperti itu yang akan mampu menyentuh para penonton, menghibur serta memperkaya kehidupan mereka dengan nilai-nilai moral, spiritual, dan kehindahan. Sejalan dengan trilogy satyam, shiwam, sundaram, semua kesenian di Bali memerlukan taksu. Kegiatan seni baik pertunjukan maupun pameran yang menyajikan karya seni dengan kekuatan taksu akan mampu memikat perhatian penonton.

Sebuah karya seni dengan taksu ambil misalnya sebuah topeng akan membantu penari yang merubah dirinya menjadi sebuah karakter sebuah makhluk baru hamba raja, perdana menteri, seperti yang di gambarkan oleh topeng yang bersangkutan. Sebagai seorang penari topeng Bali penulis merasa lebih muda untuk tampil di atas panggung dan untuk berkomunikasi dengan penonton ketika menggunakan semuah topeng yang sudah di berkahi dengan taksu.

Idup , lenguh ,dan jaen adalah tiga kata yang umum digunakan oleh masyarakat Bali untuk menyebutkan karya seni dan jenis hasil ciptaan manusia lainnya yang memiliki taksu.

Para seniman pertunjukan di Bali pada umumnya percaya akan kekuatan transformatif taksu dalam penampilan mereka di atas panggung.Dengan ini dimaksudkan bahwa kualitas terbaik dari suatu karya music, tari dan sajian teater hanya dapat dicapai dengan berkah dari Hyang Maha Kuasa dengan kekuatan sucinya.

Benda-benda lainnya dalam seni pertunjukan Bali di mana energy Tuhan mungkin berada adalah mahkota berupa tutup kepala( gelungan) dan ansambel gamelan.Tutup kepala dengan taksu akan mampu mengubah penggunanya menjadi sosok baru yaitu satu karakter yang akan di perankan di atas panggung.

 

Taksu di luar bidang seni.

Seperti telah disinggung di depan taksu sangat dibutukan oleh semua profesi lain di luar kesenian krhadiran taksu memungkinkan setiap pelaku suatu bidang profesi untuk mengembangkan bakatnya hingga ke level yang dibutuhkan oleh profesi masing-masing.Seperti di Bidang seni dimana hanya dengan kehadiran taksu para seniman akan mampu menampilkan kehebatannya atau mengasilkan karya-karya terbaiknya tampa di berkahi oleh kekuatan suci taksu sangat mustahil seorang professional akan mampu mengasilkan hasil karya yang memuaskan.

  • Pejabat Pemerintah/politisi.

Mantan Gubernur Bali, almarhum Ida Bagus Mantra mungkin termasuk salah seorang model terbaik dan contoh yang paling nyata, dari pejabat pemerintah yang memiliki taksu.

Sudah menjadi suatu kebiasaan bagi seorang dokter yang beragama Hindu di Bali untuk meletakan sebuah tempat sesaji pada salah satu sudut ruangan prakteknya biasanya di sudut timur laut.dokter akan menaruh sesaji berupa canang sari dan dupa di tempat suci tersebut. Ritual ini dimaksudkan untuk memohon berkah dari Hyang Maha Kuasa sekaligus memohon kekuatan taksu.

Dukun(balian) atau shaman adalah seorang medium atau perantara spiritual yang sangat penting dalam tradisi budaya Bali. Masyarakat Bali pada umumnya memandang seorang dukun sebagai seorang yang memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan para penghuni dari dunia tidak nyata niskala dari dunia diatas atau dibawah kita. Jenis yang kedua adalah balian balian yang memiliki kemampuan mengobati berkat kekuatan taksu.

Sebelum berangkat dari rumah, seorang guru biasanya melakukan persembahyangan sederhana di hadapan sanggah taksu di tempat pemujaan keluarganya. Beberapa guru melakukan  hal serupa setibanya di tempat mengajar dengan cara meletakan sesaji dan dupa di tempat persembahyangan sekolah.

Di Bali, sudah menjadi kebiasaan seorang pedagang makanan untuk meletakan sebuah tempat sesaji di suatu sudut dari warung atu restorannya. Tempat ini merupakan tempat suci untuk sipenjual makanan mengaturkan sesaji dan melakuan pemujaan setiap pagi sebelum mulai berdagang.

  • Supir taxi.

Mengaitkan taksu dengan supir taksi mungkin terkesan sedikit aneh dan berlebihan. Namun sesungguhnya seperti yang banyak dialami orang hanya supir taksi yang diberkahi taksu yang akan mampu membuat penumpangnya selalu merasa aman dan nyaman ketika berada di dalam taksi, dan merasa puas dengan pelayanannya.

 

Cara mendapatkan taksu.

Diyakinkan bahwa tiga hal yang dapat dijadikan modal untuk mendapatkan taksu adalah kejujuran, ketulusan, dan tolalitas dalam menekuni suatu bidang tertentu.

  • Perinsip Bayu-Sabda-Idep

Aspek pertama bayu atau fisik adalah menyangkut pemahaman atau penguasaan terhadap segala teknis yang dibutuhkan oleh suatu bidang seni.

  • Aspek Sabda

Setelah menguasai hal-hal yang bersifat fisik atau material dari suatu kesenian, tahap berikutnya adalah untuk memahami hal-hal yang berhubungan dengan sikap mental dan moral termasuk etika berkesenian

  • Aspek Idep

Keberasilan setiap aktivitas seni di Bali sangat tergantung kepada kepekaan para pelakunya terhadap aspek spiritual atau kekuatan magis suatu bentuk kesenian termasuk kemampuan para seniman pelakunya untuk membangkitkan menghidupkan kekuatan magis dari kesenian yang bersangkutan.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address