Sejarah Gamelan yang terdapat di Banjar Titih, Desa Dauh Puri Kangin, kecamatan Denpasar Barat, Denpasar.

Mengenai asal mula terdapatnya Gong kebyar di Banjar Titih, Desa Dauh Puri Kangin, kecamatan Denpasar Barat, Denpasar, seorang narasumber yang memberi penjelasan atas terbentuknya  satu barung gambelan Gong kebyar di Banjar Titih, Desa Dauh Puri Kangin, kecamatan Denpasar Barat, Denpasar. I Kadek Astawa merupakan seniman dari Banjar Titih. Beliau menyatakan bahwa, adanya gamelan Gong kebyar yang berada di Banjar Titih ini di mulai dari meminjam gamelan di berbagai tempat  untuk mengumpulkan uang agar dapat membeli barungan gamelan Gong Kebyar. Yaitu dengan cara pentas di berbagai tempat, mengadakan pementasan drama gong di balai banjar dan membuat penggalian dana ( bazzar ) demi memiliki gamelan Gong Kebyar yang ada saat ini di Banjar Titih. Di mulai dari meminjam gamelan Bebarongan (palegongan don lima) sekitar tahun 1920-an di desa Kepaon, kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar. Seiring berjalannya waktu, karena adanya kepentingan atau kebutuhan dengan gamelan bebarongan ini di kembalikan, lalu kembali meminjam gamelan Semara Pegulingan saih lima (palegongan) di Desa Belayu, Tabanan pada tahun 1930-an atas prakarsa Ketut Surat.Alm (Kak Surat). Karena adanya suatu masalah, entah itu salah paham atau bagaimana, gamelan Semara Pegulingan saih lima (palegongan) ini di kembalikan. Lalu setelah gamelan tersebut di kembalikan, di tahun antara 1935 atau 1936 kembali meminjam gamelan Palegongan di Banjar Wangaya Kaja, kecamatan denpasar Utara, Denpasar dan mendatangkan pelatih dari banjar Pagan kelod, kecamatan Denpasar Timur, Denpasar yang bernama Kak Sekul. Pada tahun 1950-an kembali meminjam gamelan Gong Kebyar milik Kak Kocik di banjar Suwung Kauh, kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar. Seiring berjalannya waktu, dana baru terkumpul sedikit demi sedikit dan memutuskan untuk membeli gamelan Gong Kebyar, gamelan Gong Kebyar pun datangnya tidak langsung satu barung melainkan di cicil satu per satu. Gamelan ini dibuat oleh Pande Mustika, bertempat di Desa Tihingan, Klungkung dengan menggunakan saih gamelan Gong Kebyar banjar Geladag Pedungan. Tetapi pelawah dari gamelan Gong Kebyar tersebut dibuat di Banjar Titih oleh anggota sekaa. Hingga tahun 1967 barungan  gamelan Gong Kebyar ini lengkap (satu barung).

 

  • Aktivitas dan fungsinya untuk masyarakat

Di mulai dari tahun 1920-an sekaa kerap pentas di RRI (Radio Republik Indonesia) selain itu juga pentas-pentas di luar daerah. Pada tahun 1960-an sekaa kerap mengiringi pentas Drama yang saat itu nge-top pada zamannya.

Untuk aktivitas, saat ini yang sering di lakukan adalah berlatih apabila akan ada    kegiatan, seperti ngayah apabila ada Upacara Yadnya di Banjar Titih, hut. STT di Banjar Titih. Pada tahun 2009 dan 2010 sekaa gong anak-anak Gita Bhandana Kumara Banjar Titih ikut berpartisipasi dalam Parade Gong Kebyar se-kota Denpasar. Saat ini sungguh jarang ada aktivitas yang bersangkutam dengan gamelan Gong Kebyar ini, tidak ada aktivitas rutin karena tidak adanya regenerasi penabuh. Fungsi gamelan gong kebyar di lingkungan masyarakat Banjar Titih biasanya di gunakan untuk mengiringi upacara yadnya d rumah warga apabila ada warga yang memerlukan.

 

  • Keanggotaan

Struktur keanggotaan dari Sekaa ini tidak jelas karena barungan Gamelan Gong Kebyar ini bukan milik Banjar Titih melainkan ini milik sekaa Tri Tunggal yang terbentuk pada tahun 1997. Tetapi gamelan Gong Kebyar ini diletakkan di Banjar Titih dan bagi anggota banjar atau sekaa teruna yang ingin mempergunakannya di perbolehkan.

 

  • Penanggung jawab

Penanggung jawab gamelan Gong Kebyar ini sendiri adalah I Kadek Astawa sendiri, karena dari sekaa Tri Tunggal hanya beliau yang tersisa. Karena belum adanya serah terima gamelan ini sendiri kepada pihak Banjar Titih maupun Sekaa Teruna Teruni Banjar Titih. Jadi masih beliau sendiri yang mempunyai tanggung jawab atas barungan gamelan Gong Kebyar yang ada di Banjar Titih, desa Dauh Puri Kangin, kecamatan Denpasar Barat, Denpasar.

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!