adisuardita
Blog

MUDRA

JURNAL SENI BUDAYA

2005


PENERBIT : ISI DENPASAR 2005.

PENULIS :  I KOMANG SUDIRGA.

I MADE KARTAWAN.

I KETUT SUMANTRA.

I DW KETUT WICAKSANA.

IDA BAGUS PUTU SUAMBA.

I WAYAN SETEM.

I WAYAN KONDRO.

NI LUH SUSTIWATI.

RINTO WIDYARTO.

Jurnal seni budaya ini merangkum berbagai topik kesenian, baik yang menyangkut konsepsi, gagasan, fenomena, maupun kajian beberapa bentuk kesenian karena itu, dari jurnal ini kita memperoleh dan memetikbanyak hal tentang kesenian dan permasalahannya.

Redaksi telah memilih wayang,tari,karawitan,seni rupa,fotgrafi,kajian seni kontenporer,kreatifitas seni,untuk disuguhkan dalam MUDRA edisi kali ini.

MUDRA memang diniatkan sebagai penyebar imformasi seni budaya.sebab itu,para mahasiswa,dosen,peneliti kesenian,atau siapa saja yang menaruh perhatian terhadap kesenian,patut membaca dan memiliki jurnal seni budaya ini.

kata kunci: Kesenian

BHERI

JURNAL ILMIAH MUSIK NUSANTARA

2006

PENERBIT : ISI DENPASAR 2006.

PENULIS : I KETUT GARWA.

I MADE KARTAWAN.

PANDE MADE SUKARTA.

WARDIZAL.

I KETUT SABA.

I KETUT SUMARJANA.

I KETUT PARTHA.

BHERI menyajikan beragam kajian hasil penelitan dan atau pemikiran konseptual tentang puspa warna ekspresi musik etnik nusantara.

Jurnal ilmiah musik nusantara ini adalah media interaksidan imformasi para musikolog,composer,praktisi musik,atau bagi siapa saja yang menaruh perhatian terhadap eksistensi , fenomena dan laku kreatifitas yang terjadi pada musik etnik kita.

Kata kunci: Musik

RUPA

JURNAL ILMIAH SENI RUPA

2005

PENERBIT : ISI DENPASAR 2005.

PENELITI : I MADE BENDI YUDA.

I MADE RUTA.

I WAYAN SETEM.

NI MADE RINU.

I MADE GERYA.

I NYOMAN SUARDINA.

OLIH SOLIHAT KARSO.

I KOMANG ARBA WIRAWAN.

I GST NGURAH AGUNG JAYA ck.

Jurnal ilmiah seni rupa ini merangkum berbagai hasil penelitian,pemikiran konseptual,gagasan,fenomena,maupun kajian tentang berbagai bentuk kesenian khususnya dan kebudayaan pada umumnnya.

Jurnal ini diharapkan dapat menampung ekspresi para penulis untuk melihat dan mengembangkan wawasan seni budaya beserta segala aspek permasalahan.

Rupa diniatkan sebagai media interaksi dan imrormasi para seniman dan budayawan seni rupa,para mahasiswa,dosen,peneliti kesenian,atau siapa saja yang menaruh perhatian terhadap kesempurnaan dan kebudayaan umumnya.

Kata Kunci: Seni Rupa

AGEM

JURNAL ILMIAH SENI TARI

2006

PENERBIT : ISI DENPASAR 2006.

PENULIS : YULINIS.

NI WAYAN PARMI.

NI MADE BAMBANG RAI KUSUMARI.

NI MADE ARSHINIWATI.

NI WAYAN MUDIASIH.

I KETUT SARIADA.

Jurnal ilmiah jurusan seni tari merangkum hasil penelitian pemikiran konseptual,gagasan,fenomena,maupun kajian tentang berbagai bentuk kesenian khususnya dan kebudayaan pada umumnya.

Jurnal ini diharapkan dapat menampung ekspresi para penulis untuk melihat dan mengembangkan wawasan seni budayanya beserta segala aspek permasalahannya.

AGEM sebagai media interaksi dan imformasi para seniman dan budayawan seni pertunjukan,para mahasiswa,dosen,peneliti kesenian,atau siapa saja yang menaruh perhatian terhadap kesenian dan kebudayaan umumnya dan akan menerbitkan tulisannya pada jurnal ini , silahkan hubungi:

Jurusan Seni Tari ISI DENPASAR.

Kata Kunci: Seni Tari

PRABANGKARA

JURNAL SENI RUPA DAN DESAIN

2006

PENERBIT : ISI DENPASAR

PENULIS : I NYOMAN ARTAYASA.

IDA BAGUS PURNAWAN.

I MADE MERTANADI.

KOMANG NELLI SUNDARI.

NI MADE RAI SUNARINI.

I NENGAH SUDIKA NEGARA.

IDA AYU KADE SRI SUKMADEWI.

DRA. Tjok. ISTRI MAS ASTUTI.

Tjok. UDIANA.N.P.

Jurnal seni rupa dan desain ini merangkum berbagai hasil penelitian,pemikiran konseptual,gagasan,fenomena,maupun kajian tentang berbagai bentuk kesenian khususnya dan kebudayaan pada umumnya.

Jurnal ini diharapkan dapat menampung ekspresi serta aspirasi para penulis untuk melihat dan mengembangkan wawasan seni budaya.

Beserta segala aspek permasalahn lainnya,Prabangkara diniatkan sebagai media interaksi dan imformasi para seniman dan budayawan seni rupa,para mahasiswa,dosen,penelitian kesenian,atau siapa saja yang menaruh perhatian terhadap kesenirupaan dan kebudayaan umumnya.

Kata Kunci: seni Rupa


WAYANG PURWA

Wayang adalah suatu totonan klasik yang amat digemari oleh sekalian orang-orang tua,muda,anak-anak laki dan wanita ,dari zaman dahulu sampai sekarang .pergelaran wayang itu biasanya diadakan pada waktu orang mengadakan upacara keagamaan misalnya;

Dewa yadnya ,manusia yadnya,pitra yadnya,buta yadnya,atau pada suatu perayaan dan amal.

Oleh :w. simpen A.B.

Buku : Serba neka Wayang kulit Bali.

WAYANG PURWA

Disebut juga Wayang kulit:ialah bayangan yang tergerak-gerak dan kadang-kadang juga menakutkan,yang dibuat dari kulit dan diukir,yang jatuh pada kelir putih; biasanya tepi kelir berwarna merah, kelir dipasang pada panggung yang kuat. Wayang purna adalah Wayang tertua.

Oleh : AMIR MERTOSEDONO. S.H.

Buku :Sejarah Wayang

Asal usul dan jenis cirinya.


Oleh: I Nyoman Sudiana, SSKar., M.Si, I Gede Yudarta, SSKar., M.Si, dan I Gede Mawan, SSn

Secara umum gamelan Gambang di Bali diperkirakan muncul pada abad IX-X Masehi, dimana hal tersebut dapat dibuktikan dari adanya data-data sejarah dan Prasasti yang memiliki angka tahun pada abad tersebut. Namun demikian, prihal keberadaan gamelan Gambang di Desa Tumbak Bayuh hingga kini belum dapat dipastikan keberadaannya yang mana hal ini disebabkan oleh kurangnya data-data tertulis maupun fakta atau bukti fisik lainnya seperti, prasasti, lontar, maupun tulisan-tulisan lainnya yang dapat dijadikan bukti otentik tentang keberadaannya.

Menurut penuturan I Made Langsih (wawancara tanggal, 26 Juli 2009) selaku klian Gambang di Banjar Gunung Jeroan Desa Tumbak Bayuh, diceritakan bahwa, pada jaman dahulu ada seorang petani miskin yang sangat tekun mengerjakan tanahnya di wilayah Pesawahan Mengening. Sawahnya ini terletak dipinggir hutan yang luasnya sekitar 2 hektar. Pada saat menggarap lahan pertaniannya tersebut setiap akan istirahat untuk makan siang atau sekedar melepaskan lelahnya, petani itu pergi ke hutan tersebut.

Pada suatu hari, ketika ia sedang berteduh di hutan tersebut, ia dijumpai oleh seorang wanita yang belum pernah dikenalnya. Wanita itu menawarkan seperangkat gambelan bambu dengan harga dua ratus dua puluh lima kepeng (satak selae kepeng). Dengan uang sebanyak itu, kembalilah petani itu menemui wanita tadi. Setelah tawar-menawar, wanita penjual gambelan tersebut tidak mau melepaskan gambelannya kalau tidak seharga yang diberitahukan tadi, yaitu seharga dua ratus dua puluh lima kepeng. Teringatlah petani bahwa pada tempat kapur sirihnya (selepa) ada tersimpan uang lima kepeng lagi. Sekarang genaplah seharga yang diminta oleh wanita tadi. Setelah gambelan tersebut diperiksa dan dicoba memasangnya petani itu menjadi ragu melihat ukuran bilah-bilahnya tak rata panjang pendeknya. Melihat keraguan dari pembelinya, wanita itu lalu memberi penjelasan dan memasang serta menyusun bilah-bilahnya. Setelah tersusun disuruh mencoba memukulnya. Kemudian dijelaskan lebih lanjut bahwa susunan bilah-bilah gambelan tersebut adalah sama dengan Palih Wadah. Karena gambelan ini hanya boleh dipakai mengiringi upacara ngaben saja, Gambelan tersebut diberitahu namanya adalah Gambang. Setelah memperoleh penjelasan, dengan rasa puas petani itu pulang membawa gambelan itu. Tiada berapa jauh berjalan lalu dia menoleh wanita penjual gambelan tadi, tapi di tempat itu seolah-olah gaib saja. Setelah sampai di rumah timbulah rasa kesal kenapa membeli gambelan yang tidak bisa kita memainkan dan sama sekali tidak tahu gending atau tabuh apa yang dipakai dalam gambelan itu.

Asal-Usul dan Sejarah Gamelan Gambang di Banjar Jeroan Desa Tumbak Bayuh


Mei
01.

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!



Powered by Wordpress
Theme © 2005 - 2009 FrederikM.de
BlueMod is a modification of the blueblog_DE Theme by Oliver Wunder