TARI BARONG DI DESA ADAT KEDONGANAN

JUDUL : Tari Barong Di Desa Adat Kedonganan

 

  1. Latar Belakang

Tari Barong merupakan kebudayaan pra-Hindu, yaitu menggunakan boneka yang berwujud binatang berkaki empat atau manusia purba yang memiliki kekuatan magis. Di duga kata Barong berasal dari kata “Bahwrang” yang berarti Beruang. Ketket oleh orang Bali dianggap sebagai raj hutan yang disebut pula dengan nama “Banaspati”. Salaah satu bentuk Tari Barong Ket sakral adalah di Desa Adat Kedonganan, tari Barong Ket ini dipercayai oleh masyarakat Desa Kedonganan karena memiliki kekuatan gaib yang bias menetralisir hal-hal yang bisa menyebabkan penyakit ataupun wabah penyakit. Tari Barong Ket ini muncul sekitar tahun 1950di Desa Kedonganan. Tari Barong Ket ini berbentuk singa / keras yang melambangkan kebenaran, kekuatan, dan keberanian.

Tari Barong di Desa Kedonganan di sebut sakral karena adanya kepercayaan dari masyarakat setempat ketika adanya wabahan sebagai simbol mensyukuri anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa memberikan perlindungan. Tari Barong Ket ini kaku dicari penggagas atau penciptanya tidak diketahui secara pasti, sehingga hanya diketahui bagaimana bentuk dan prosesi upacara penyakralannya. Tari Barong Ket ini terdiri dari beberapa babak yang setiap babaknya mempunyai arti dan makna tersendiri.

 

1.1  RUMUSAN MASALAH

  1. Kapan tari Barong Ket disakralkan ?
  2. Kenapa tari Rangda dan Barong Ket di katakan tari sakral ?
  3. Bagaimana proses upacara yang dilakukan dalam penyucian tari sakral ini ?
  4. Bagaimana asalmula tari sakral Rangda dan Barong Ket yang ada di Bali ?

 

1.2  TUJUAN

  1. Untuk mengetahui kapan tari Barong dan Rangda itu disakralkan.
  2. Untuk mengetahui kenapa tari Barong dan Rangda itu disakralkan.
  3. Untuk mengetahui bagaimana proses upacara saat penyucian tari sakral.
  4. Untuk mengetahui asalmula tari Barong dan Rangda di Bali.

 

1.3   MANFAAT

  1. Untuk  memotivasi seniman dalam memaknai bentuk tari Barong dan Rangda
  2. Untuk pengetahuan baru bagi pembaca
  3. Untuk memberi pengetahuan dan sebagai media informasi bagi seniman muda
  4. Untuk membuka wawasan bagi tiap generasi oengamat tari sakral.

 

  1.  PEMBAHASAN

 

Tari Barong merupakan boneka berwujud binatang  berkaki empat atau manusia purba yang memiliki kekuatan magis. Topeng Barong dibuat dari kayu yamg diambil dari tempat-tempat angker seperti kuburan, oleh sebab itu Barong merupakan benda sakral yang sangat di sucikan oleh masyarakat Hindu di Bali. Pertunjukan tari ini dengan atau tanpa lakon, selalu diawali dengan pertunjukan pembukaan yang diiringi dengan gamelan.

Walaupun topeng beserta perhiasan/aksesoris sudah dipasang tidak akan memiliki daya magis sebelum mendapatkan upacara upeti (penyucian). Proses ini dilakukan dalam beberapa tingkat, yaitu :

  1. Tingkat Prayacita dan Pamlaspasan
  2. Tingkat ngatep dan Pasupati
  3. Tingkat Masuci dan Ngerehin

 

Dengan ketiga rangkaian upacara tersebut, maka Tari Barong dapat dikatakan telah suci, keramat mengandung nilai magis yang beraspek Religius serta berhak menyandang gelar sebagai aspek kekuatan Tuhan dan menjadi objek keagamaan dalam memantapkan nilai rasa bakti umat. Sebelum tiga tingkatan upacara di atas di laksanakan terlebih dahulu dilaksanakan beberapa kegiatan, yaitu :

 

  1. Menentukan hari baik pembuatan Barong sehingga menjadi Barong sakral sangat ditentukan oleh penentuan hari baik.
  2. Menentukan jenis kayu yang akan digunakan untuk pembuatan topeng Barong umumnya digunakan kayu yang mempunyai kekuatan magis
  3. Pemberian warna pada sebuah topeng Barong merupakan suatu hal yang penting karena dengan warna yang baik  serta cocok akan memberikan kesan hidup, berwiba, dan agung.
  4. Membuat kerangka Barong
  5. Pemasangan bulu dan aksesoris lainnya.

Tari yang disakralkan oleh masyarakat Bali yaitu tari Barong. Tari Barong juga menceritakan tentang pertarungan antara kebajikan melawan kebaikan. Barong adalah seekor binatang purbakala yang melukiskan kebajikan. Sebelum Tari Barong ini adalah sangat menarik apa lagi dilihat dari nilai seni dan makna tariannya. Tema dari tari Barong ini di ambil dari Pewayangan.

 

 

 

 

  1. KESIMPULAN

Barong merupakan peninggalan kebudayaan kita-Hindu menggunakan boneka berwujud binatang berkaki empat atau manusia purba yang memiliki kekuatan magis. Di duga kata barong berasal dari kata “Bhrwang” yang berarti beruang, “Ketket” oleh orang Bali di anggap sebagai Raja hutan yang disebut pula dengan nama “Banaspati”. Barong di Desa Adat Kedonganan di sakralkan karena adanya kepercayaan masyarakat sebagai simbol Dewa-dewa sesuhunan (Dewa) di Pura setempat.

Tari Barong sebelum disakralkan dibuatkan suatu proses upacara yang dilakukan secara turun temurun dan telah dipercayai memiliki sebuah makna khusus, setelah diupacarai barulah Barong tersebut disebut sebagai Barong yang disakralkan. Awal mula disakralkan Barong tersebut karena dulu ada wabah dan adanya “grubug” (Banyak yang meninggal) sehingga, masyarakat setempat berkeyakinan membuat dan menyakralkan Barong sebagai simbol manifestasi Dewa-dewi Desa Kedonganan.

 

 

SUMBER :

Bandem, I Made, Ensiklopedi Tari Bali. ASTI : Denpasar, 1983

Dibia, I Wayan. Selayang pandang : seni pertunjukan Bali. Badung : masyarakat seni Indonesia 1999.

…….., Kaja and kelod : Balinese Dance In Transition.

Kuala Lumpur : Oxford University Press. 1981.

Soedarsono, R.M. seni pertunjukan dan pariwisata : rangkuman seni pertunjukan Indonesia dan pariwisata. Yogyakarta : BP ISI Yogyakarta, 1999.

ISI Denpasar. “Mudra, jurnal Seni Budaya” volume 19 no.1 Denpasar : UPT

Penerbitan ISI Denpasar.


 

 

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!