Maret 24, 2014 · Posted in Tak Berkategori  

santikaNama saya Sang Nyoman Gede Adhi Santika, tetapi lebih sering dipanggil Omen. saya lahir pada hari kamis di Denpasar 2 maret 1995,  walaupun lahir di denpasar  saya sebenernya berasal  dari Bangli, kedua orang tua saya berasal dari kabupaten yang sama, akan tetapi sejak saya lahir yaitu 19 tahun yang lalu saya sudah mempunyai tempat tinggal tetap di Denpasar , tepatnya di jalan Ratna Gg. Jempiring no : 3B Banjar Tatasan Kaja desa Tonja Kecamatan Denpasar Utara.

Saya anak ke-3 dari 3 besaudara, ayah saya bernama Sang ketut pesan sandyasa, B.A, dan ibu saya bernama Ni wayan murni adiasih, kakak pertama saya laki-laki yang bernama Sang putu adhi sanjaya, SH ,sedangkan kakak saya yang kedua perempuan bernama Sang ayu made puspita sari, S.Si.

Saya lahir di keluarga seniman terutama dari ayah saya, ayah saya adalah seorang seniman dalang , topeng, dan arja, bekerja sebagai pegawai negeri sipil di RRI Denpasar, ibu saya juga seorang seniman arja yang diturunkan bakatnya oleh ayahnya yaitu kakek saya yang seorang seniman tua arja. kedua kakak saya sudah tamat di perguruan tinggi di Universitas Udayana yang pertama lulus di jurusan Hukum dan yang kedua lulus di jurusan Biologi, walapun kedua saudara saya tersebut menuntut ilmu di luar bidang seni, tidak memungkiri bahwa kedua saudara saya tersebut juga ikut berkecimpung di bidang seni, akan tetapi persentasenya lebih sedikit, berbeda dengan saya yang sangat mendalami di berbagai bidang seni,  dari seni Tari, seni Karawitan, dan seni Pedalangan yang sangat saya dalami hingga saat ini, saya melanjutkan pendidikan saya di ISI Denpasar mengambil jurusan Pedalangan dan itu bukan paksaan dari orang tua saya yang juga sebagai lulusan Pedalangan di ISI Denpasar, ini semua karena keinginan saya sendiri untuk lebih dalam mempelajari bidang seni khususnya seni Pedalangan.

Sebelum saya sampai bisa melanjutkan di ISI, berawal saya mengencam pendidikan TK Kumara Sari pada tahun 2000 saat saya berumur 5 tahun, setelah TK saya melanjutkan ke sekolah dasar yang bernama SD 18 Dangin Puri yang berada bersebelahan dengan TK saya dulu bertempat di jalan Suli, pada saat SD mulailah kegemaran saya untuk mempelajari kesenian, berawal saya mengikuti les tari di sebuah sanggar tari yang bernama Lang-Lang Bhuana disinilah awal saya bisa menari, banyak pementasan dan perlombaan yang saya ikuti selama saya belajar di sanggar, mulai dari ngayah ke pura-pura dan lomba di ajang tingkat sanggar hingga tingkat provinsi, saya tidak bisa menyebutkan satu per satu karena saya pun sampai lupa berapa kali saya pernah mengikuti ajang perlombaan hingga saya mempunyai penghargaan dan piala mencapai 25 buah, itu pun yang berada di rumah, dan masih ada yang disimpan di sanggar, dan juga saya pernah mementaskan tari Satya Brastha dan direkam oleh TVRI Bali kira-kira pada tahun 2005, selain itu saya juga mempunyai keinginan untuk belajar karawitan dan kebetulan di banjar saya mengadakan kumpulan sekehe gong anak-anak, dan disitulah saya ikut dan bermula mempelajari gambelan Gangsa, hingga saya ditunjuk untuk mengikuti  parade gong kebyar anak-anak yang diadakan di puputan pada tahun 2009 disana saya mulai lafal memainkan berbagai macam instrumen dari gangsa, reong, kendang, dan suling. Pada saat yang bersamaan saat saya kelas 6 SD saya ditunjuk untuk mengikuti Utsawa Dharma Gita di ajang Gugus, awalnya saya ragu karena sebelumnya saya sama sekali belum pernah mempelajari  tembang atau pupuh macepat, akan tetapi karena dorongan dari guru saya pada saat itu saya mau mempelajari pupuh-pupuh yang akan diperlombakan, disaat itulah awal pertama saya mempelajari di bidang vokal, di awal mempelajarinya memang sangat sulit karena diajarkan oleh orang tua saya sendiri saya pernah sampai menangis karena tidak dapat menghafal dan mendapatkan nada yang benar, hingga kurang lebih satu bulan saya berlatih dan sampai pada saat perlombaan yang pada saat itu diadakan di dinas pendidikan kota, banyak saingan dari beberapa SD yang berada di denpasar yang akan saya hadapi, tetapi hasil dari jerih perih saya berlatih selama itu terjawab disaat saya mendapatkan juara 1, disanalah kebanggan akan prestasi saya yang menimbulkan semangat lebih untuk mempelajari di bidang tarik suara, seperti macepat, sloka, kidung, kekawin, dan palawakya yang saya coba pelajari lebih dalam, hingga saya tamat SD dan melanjutkan di  Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 8 Denpasar, disana bakat olah vokal saya terus di gembleng baik dari orang tua maupun guru-guru di SMP saya pada saat itu, karena menurut orang tua saya belajar olah vokal adalah bidang yang sangat sulit dan tidak semua orang dapat mempunyai suara merdu dan bagus, dan juga saya mempunyai keinginan untuk bisa bermain gitar, dengan keberanian walaupun saya tidak tahu sama sekali cara bermain gitar saya lalu membeli sebuah gitar dan satu buku panduan cara bermain gitar, hingga saya pun bisa bermain gitar dan itu membuat orang tua saya terkejut karena saya bisa bermain gitar hanya bermodal satu buku panduan tanpa seorang pun yang mengajari saya, di smp saya mengikuti berbagai macam ekstra, mulai dari ekstra pesantian, ekstra Tabuh, dan ikut dalam ekstra PMR, setiap tahun saya slalu ditunjuk oleh sekolah untuk mewakili sekolah dalam ajang  Pekan Seni Remaja (PSR) terutama di bidang Dharma Gita dan selalu mendapatkan juara di setiap tahunnya, dari juara 3 hingga juara 1 pernah saya dapatkan dan setiap tahun selalu mempersembahkan piala untuk sekolah saya pada saat itu, hingga kelas tiga pada saat tahun baru sekolah saya diberikan kehormatan untuk mementaskan Fragmen Tari di puputan badung, dan saya ditunjuk untuk menarikan tokoh Bima,  kebanggan tersendiri bisa mengikuti berbagai macam ajang dan mendapatkan prestasi dalam 3 tahun saya bersekolah di SMP Negeri 8 Denpasar, setelah itu saya melanjutkan pendidikan saya di SMK N 3 Sukawati atau yang dikenal dengan nama SMKI/KOKAR Bali, disinilah awal mula saya mempunyai tekad untuk mempelajari untuk menjadi seorang Dalang, awalnya memang sangat takut karena di Pedalangan seluruh bidang seni dipelajari, seperti vokal, karawitan, tari, retorika, dan masih banyak lagi, tetapi sebelum saya melangkah, sedikit tidaknya saya sudah mempunyai bekal di berbagai bidang tersebut, hingga akhirnya setelah 10 bulan belajar saya pentas ngewayang untuk pertama kali di pura Campuan Padang Galak, yang dimana hasilnya menurut saya sangat memuaskan walaupun masih banyak kekurangan, setelah kelas 2 saya dipercaya untuk mengikuti LKS (Lomba Kreativitas Siswa) dan itu saat pertama kali saya mementaskan wayang dengan perubahan di karawitannya, biasanya saya mempelajari tradisional yaitu dengan gender, akan tetapi saat LKS saya menggunakan Semarandana dan lagi-lagi menguji kemampuan saya yang tidak begitu lihai, selama 2 bulan saya belajar dengan gigih, hal hasil saya mendapatkan Juara 1 dan itu hal yang amat sangat membahagiakan, disana saya merasa bahwa saya mampu untuk terjun lebih dalam untuk menjadi seorang Dalang. Kelas 3 awal lagi-lagi saya ditunjuk untuk mengikuti ajang perlombaan yaitu FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional) yang dilombakan di Yogyakarta, tetapi disini saya tidak memainkan wayang akan tetapi lomba Teaterlah yang saya ikuti, disini saya tidak sendiri saya bersama teman sebanyak 7 orang, itu adalah hal yang sangat baru yang pernah kami dan sekolah kami ikuti pada saat itu, kurang lebih 3 bulan saya berlatih dan tepat pada bulan september kami berangkat ke Yogyakarta, disana kami tinggal selama 5 hari, dan melawan peserta teater wakil dari setiap provinsi di Indonesia, hal hasil kami mendapatkan juara Penyaji Terbaik dan pemenang yang mendapatkan Medali hanya Bali, itu kebahagiaan dan kebanggan yang tidak bisa kami ungkapkan pada saat itu untuk Bali, Sekolah, dan orang tua saya yang menyambut dengan bangga sepulangnya saya dari Yogyakarta, setelah beberapa bulan berlalu hingga Ujian pun datang, disana saya dan teman-teman mengikuti UKK (Ujian Kompetisi Keahlian) selain ujian Nasional saya juga membuat suatu garapan akhir untuk nilai praktek setiap jurusan yang ada di KOKAR, inilah pengalaman pertama saya lagi untuk membentuk karya Wayang Inovatif, dimana saya dibantu oleh teman-teman pendukung saya, kurang lebih selama 3 bulan saya mempersiapkan semuanya hingga waktu pementesan tiba, hal hasil saya mendapatkan nilai terbaik pertama dari 3 teman seangkatan saya yang dimana juga membuat garapan karya individu, lagi-lagi suatu kebanggan dapat membuat suatu garapan yang dimana hasil dari kreatifitas sendiri dan yang membuat saya percaya diri untuk melanjutkan pendidikan di ISI Denpasar hingga saat ini saya sudah mulai menginjak semester 2.

Demikianlah biografi dan pengalaman saya yang dapat saya sampaikan.

    
Maret 17, 2014 · Posted in Tak Berkategori  

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!

    

« Laman Sebelumnya