yudikrisnajaya

April 17, 2012

BHAGAWADGITA

Filed under: Tulisan —— yudikrisnajaya @ 9:21 am

Bhagawadgita (Sanskerta: भगवद् गीता; Bhagavad-gītā) adalah sebuah bagian dari Mahabharata yang termasyhur, dalam bentuk dialog yang dituangkan dalam bentuk syair. Dalam dialog ini, Kresna, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa adalah pembicara utama yang menguraikan ajaran-ajaran filsafat vedanta, sedangkan Arjuna, murid langsung Sri Kresna yang menjadi pendengarnya. Secara harfiah, arti Bhagavad-gita adalah “Nyanyian Sri Bhagawan (Bhaga = kehebatan sempurna, van = memiliki, Bhagavan = Yang memiliki kehebatan sempurna, ketampanan sempurna, kekayaan yang tak terbatas, kemasyuran yang abadi, kekuatan yang tak terbatas, kecerdasan yang tak terbatas, dan ketidakterikatan yang sempurna, yang dimiliki sekaligus secara bersamaan).

Syair ini merupakan interpolasi atau sisipan yang dimasukkan kepada “Bhismaparwa“. Adegan ini terjadi pada permulaan Baratayuda, atau perang di Kurukshetra. Saat itu Arjuna berdiri di tengah-tengah medan perang Kurukshetra di antara pasukan Korawa dan Pandawa. Arjuna bimbang dan ragu-ragu berperang karena yang akan dilawannya adalah sanak saudara, teman-teman dan guru-gurunya. Lalu Arjuna diberikan pengetahuan sejati mengenai rahasia kehidupan (spiritual) yaitu Bhagawadgita oleh Kresna yang berlaku sebagai sais Arjuna pada saat itu.

Arjuna Wisada Yoga adalah sebuah bab dalam kitab Bhagawadgita. Bab ini menceritakan keragu-raguan dalam diri Arjuna. Tentara-tentara kedua belah pihak siap siaga untuk bertempur. Arjuna, seorang ksatria yang perkasa, melihat sanak keluarga, guru-guru, dan kawan-kawannya dalam tentara-tentara kedua belah pihak siap untuk bertempur di Kurukshetra dan mengorbankan nyawanya. Arjuna tergugah kenestapaan dan rasa kasih sayang, sehingga kekuatannya menjadi lemah, pikirannya bingung, dan dia tidak dapat bertabah hati untuk bertempur. Ia menyadari dampak peperangan yang akan terjadi, dan dianggap bertentangan dengan ajaran. Dharma. Bab ini juga menggambaran situasi dan kondisi yang berlangsung menjelang perang di Kurukshetra.

Pertentangan ajaran dharma yang terjadi dalam diri Arjuna, antara lain adalah:

  • Ahimsa
  • Larangan membunuh guru sebagai dosa besar (mahāpataka)
  • Ajaran Wairagya, sebagai sistem pencapaian tujuan moksa
  • Kemerosotan moral dan musnahnya tradisi leluhur, sebagai ekses terjadinya peperangan
  • Kekacauan dalam sistem warnasrama-dharma termasuk persepsi timbulnya kekacauan dalam jatidharma dan dharma

Salah satu syair yang terdapat di dalam bab Bhagawadgita

 

anantavijayam rãjã

kuntiputro yudhishthirah

nakulah sahadevas cha

sughosha maispushpakau

Artinya :

Raja Yudhistira, putra Kunti

Meniup Terompet Anantawijaya

Nakula, Sahadewa

Meniup Terompet Sagosa dan Manipuspaka

Ulasan :

Fungsi dari Terompet Anantawijaya,Terompet Sagosa, dan Manipuspaka adalah alat musik tiup berasal dari kerang yang digunakan pada saat peperangan di medan dharma, di padang kuruksetere. Terompet-terompet ini digunakan untuk membangkitkan semangat duryodhana,  bhisma yang agung, sebagai sesepuh wangsa kuru bagaikan raungan seekor singa. Terompet Yudhistira bernama Anantawijaya, sedangkan Sagosa merupakan Terompet Nakula, dan Manipuspaka merupakan Terompet milik Sahadewa.

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress WPMU Theme pack by WPMU-DEV.