DOKUMENTASI TABUH-TABUH BALI KLASIK

This post was written by yopyantara on Mei 21, 2012
Posted Under: Tulisan

I.PENDAHULUAN

Gamelan Bali adalah salah satu produk budaya yang memiliki arti dan peranan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Bali. Dari lintasan sejarah diketahui bahwa gamelan Bali tidak saja digunakan sebagai sarana ekspresi emosional dalam kaitannya dengan masalah kesenian, melainkan juga sebagai sarana sosial, pengikat solidaritas sebuah komunitas, dan sebagai sarana profesional. Gamelan adalah salah satu sarana upacara ritual yang kehadirannya tidak hanya sebagai pelengkap, melainkan terintegrasi dalam sebuah pelaksanaan upacara baik adat maupun keagamaan.

Dewasa ini terdapat kurang lebih 33 jenis barungan atau perangkat Gamelan Bali yang berbeda bentuk, bahan, karakter, fungsi dan kegunaannya. Dari segi fungsi terdapat beberapa segi yaitu berfungsi ritual, berfungsi hiburan, berfungsi estetis. Sedangkan dari segi penggunaannya dalam penyajian, ada yang digunakan sebagai iringan tari, dan ada juga khusus untuk memainkan lagu- lagu instrumentalia.

Tari- tarian Bali hampir semuanya tari-tarian membutuhkan iringan. Media iringan tari berupa musik vokal, body music, dan yang paling dominan adalah gamelan. Gamelean adalah patner tari, gamelan sangat berfungsi untuk mempertegas aksentuasi- aksentuasi tertentu dari gerak tari sehingga membuatnya menjadi hidup.

Dalam menentukan sebuah keberhasilan sebuah pertunjukan anatra musik dan pengiring tari ada tiga hal yang sering dijadikan catatan pentigng bagi seorang seniman seni pertunjukan yaitu : tari mendominir musik, musik mendominir tari, tari dan musik sama-sama mendominir. Ketika tari mendominir musik, seorang penari harus memberi kesepakatan  unutk melakukan baik itu angsel, perubhan tempo, dinamika untuk mengawali serta mengakhiri sebuah pementasan. Jika musik mendominir tari aadalah pemain musik selain hafal lagu yang dimainkan, juga mesti memahamigerak serta alur penataan tari yang diiringi, sehingga mampu memberikan signal-signal kepada penari. Tari dan musik sama- sama mendominir biasanya terlebih dahulu diadakan latihan guna menyepakati agar sama- sama saling mendukung dan saling memahami.

Selain disajikan sebagai pengiring tari/ seni pertunjukan, gamelan juga disajikan khusus untuk memainkan lagu- lagu instrumental. Pada umumnya lagu instrumental juga disebut tabuh petegak fungsinya untuk mengawali sebuah pertunjukan atau untuk mengundang penonton bahwa pertunjukan sudah dimulai. Namun apabila sajian tabuh instrumental secara khusus dipegelaran biasanya berfungsi sebagai usik protokoler, penambah susana meriah, khidmat, dan sebagainya sesuai dngan tata penyajiannya.

II. DOKUMETASI TABUH- TABUH KLASIK DAERAH BALI

Dokumentasi merupakan salah satu usaha untuk melestarikan khasanah budaya terutama produk- produk buday yang dihargai akan mengalami kesenjangan dan akhirnya menjadi punah. Mengingat pentingnya usah pendokumentasian, maka Dinas kebudayaan mengadakan kegiatan integratif guna mengdokumentasikan beberapa khasanah budaya yaitu tabuh- tabuh dan iringan tari Bali yang dianggap klasik yang dianggapnya langka.

Beberapa jenis tabuh dan iringan tari yang akan dijadikan lahan kkajian dalam usaha pendokumentasian ini adalah diambil dari beberapa repertoar  gamelan pegambuhan, semar pegulingan, pelegongan, bebarongan, dan gamelan gong gede. Secara umum repertoar- repertoar ini disebut tabuh klasik. Kelima gamelan ini dianggap sejaman yaitu berada pada gamelan golongan madya, karena keterbatasan waktu, dana dan kemampuan peneliti, hanya kelima gamelan inilah yang akan didokumentasi, sedangkan gamelan golongan tua dan golongan baru dilakukan pendokumentasian pada kegiatan yang akan datang.

Dari kelima lagu tersebut dipilih beberapa lagu yang benar- benar dianggap mendesak untuk didokumentasikan. Beberapa lagu tersebut adalah:

  1. Tabuh Lengker Cenik (pegambuhan)
  2. Tabuh Gari (pegambuhan)
  3. Tabuh Sumambang Jawa (pegambuhan)
  4. Tabuh Langsing Tuban (pegambuhan)
  5. Legong Keraton Kuntir (pelegongan)
  6. Andir Condong Desa Tista Kerambitan, Tabanan. (pelegongan)
  7. Andir Prebangsa Desa Tista Kerambitan,Tabanan (pelegongan)
  8. Andir Kuntul Desa Tisata Kerambitan, Tabanan (pelegongan)
  9. Leko Desa Tunjuk Tabanan (pelegongan)
  10. Telek (bebarongan)
  11. Tabuh Jagul (bebarongan)
  12. Barong Ngelembar (bebarongan)
  13. Tabuh Telu Pekaad Gaya Batubulan (gong gede)
  14. Tabuh Galang Kangin Gaya Pujungan, Pupuan, Tabanan (gong gede)
  15. Tabuh Kutus Sembiran (gong gede)

III. SEKLUMIT TENTANG GAMELAN YANG AKAN DIDOKUMENTASIKAN

Ada dua buah lontar tentang gamelan Bali yang banyak menyebut- nyebut tentang gamelan yaitu lontar Prakempa dan Aji Gurnita. Dalam kedua lontar ini disebutkan tentang tutur catur muna muni yaitu empat gamelan sekawan yang disebut- sebut semuanya berasal dari gamelan pegambuhan. Keempat gamelan sekawan tersebut adalah semar pegulingan, semar petangian (pelegongan), semar pandirian (bebarongan), dan semar palinggihan (joged pingitan). Dalam berita kedua dari lontar ini adanya anggapan bahwa gamelan pegambuhan merupakan progenitor dan ancestor dariseluruh gamelan lainnya. Padahal tidak demikian, bahwa gamelan golongan tua seperti Gambang, Slonding, Gender Wayang dan sebagainya tidak dipengaruhi oleh gamelan pegambuhan. Lewat tesis yang berjudul gamelan pegambuhan : pengaruhnya terhadap gamelan golongan madya dan baru dalam karawitan Bali, I Gede Arya Sughiarta membuktikan bahwa hanya gamelan golongan Madya yang dipengaruhi gamelan pegambuhan, sedangkan gamelan golongan tua tidak dipengaruhi.

Inilah salah satu dasar pemikiran penulis pada pendokumentasian bahwa hanya gamelan golongan madya yang konon menurut lontar Prakemapa dan Aji Gurnita semuanya berasal dari gamelan pegambuhan.

  1. Gamelan Pegambuhan

 

Gamelan Pegambuhan adalah sebuah orkestra tradisional Bali yang memiliki perangai lembut. Gamelan ini kendatipun didominasi oleh alat- alat pukul. Instrumen yang dianggap esensial sebagai perangkatnya adalah Suling besar jenis end-blown flute. Di Bali suling jenis ini disebut dengan suling Pegambuhan. Instrumen pendukung lainnya adalah rebab, kangsi, kajar, ceng- ceng ricik, gentorag, kempur, klenang, kenyir, gumanak, dan sepasang kendang krumpung sebagai pemurba irama. Selain alat instrumental juga didukung oleh musik vokal ygang disebut juru tandak yang menggaris bawahi ide atau gagasan lagu yang akan dimainkan.

Gending/tabuh/lagu pegambuhan secara konvesional adalah repertoar- repertoar yang dimainkan dengan perangkat gamelan pegambuhan. Struktur gending pegambuhan terdiri dari tiga bagian pokok yaitu kawitan, pengawak, dan pengecet. Berdasarkan panjang pendek pengawaknya lagu- lagu pegambuhan dibedakan menjadi tabuh pisan, tabuh dua, dan tabuh telu. Sesuai dengan namanya gamelan pegambuhan berfungsi unutk mengiringi gambuh, sebuah drama tari klasik yang dianggap tertua di Bali.

 

  1. Gamelan Semar Pegulingan

Sebagian besar instrumentsai gamelan Semar Pegulingan sama dengan gamelan Pegambuhan terutama instrumen- instrumen pengatur matra dan ritmis. Perbedaan yang menjolok adalah penggunaan instrumen melodis. Gamelan semar pegulingan menggunakan instrumen melodis berbentuk mangkuk perkusi serta bilah- bilah perkusi yang terbuat dari bahan perunggu. Jumlahnyapun lebih banyak bangun instrumen yang agak megah menyebabkan bangun perangkat semar pegulingan berbeda dengan gamelan pegambuhan.

Namun demikian repertoar lagu gamelan semar pegulingan hampir semuanya sama dengan gamelan pegambuhan. Kesamaan instrumen ritmis, sistem pelarasan dan patet menyebabkan sangat mudah mentransfer lagu- lagu pegambuhan ke dalam gamelan semar pegulingan. Namun demikian bukannya berarti gamelan semar pegulingan tidak memiliki ciri musikal. Perbedaan jenis, bahan, serta cara memainkan instrumen- instrumen melodis menyebabkan lahu- lagu pegambuhan menyesuaikan diri hingga menemukan karakter dan nuansa musikal yang baru dan khas.

Secara struktural lagu semar pegulingan juga menganut sistem tri angga yaitu kawitan, pengawak, dan pengecet. Tata penyajiannya sama untuk mengiringi tarian dan juga memainkan tabuh instrumentalia.

 

  1. Gamelan Pelegongan

 

Dalam tutur catur muna muni disebutkan gamelan semar petangian artinya Smara awungu, nyanyiannya pesendonan yaitu untuk mengiringi tari legong keraton. Tari legong kerato diiringi dengan seprangkat alat musik yang disebut dengan semar petangian. Namun nama dari gamelan semar petangian sama dengan gamelan pelegongan di Bali. Gamelan yang berlaras pelog panca nada ini merupakan gamelan yang khas yang selalu untuk mengiringi tari legong keraton.

Gamelan pelegongan secara fisik juga didominasi oleh alat- alat perkusi. Bentuk dan jenis- jenis instrumenya hampir sama dengan semar pegulingan, hanya saja instrumen- instrumen berbilah kecuali gender rambat terdiri dari lima bilah nada. Gamelan pelegongan menggunakan instrumen melodis yang disebut gender rambat. Gender rambat berbentuk gangsa gantung yang bilahnya mencapa dua belas hingga empat belas bilah. Instrumen lainnya adalah gangsa jongkok, gangsa gantung, jublag, jegogan, suling, rebab dan kempur. Instrumen pengatur matra dan ritmis sebagian besar sama dengan gamelan pegambuhan seperti kendang, cengceng, dan gentorag.

Lagu- lagu pelegongan seperti halnya repertoar gamelan pegambuhan dan semar pegulingan sangat banyak motifnya dan ketiganya memiliki motif yang sama seperti bapang, batel, pengecet, legod bawa dsb. Lagu pelegongan juga menganut sistem tri angga yang dapat diamati dengan jelas bagian kawitan, pengawak, maupun pengecetnya. Dalam fungsinya sebagai iringan tari, lagu- lagu pelegongan selalu menuruti ceritra serta karakter yang diinginkan dalam tarian. Oleh sebab itu banyak jenis lagu pelegongan baik sebagai iringan tari maupun sebagai tabuh instrumentalia

 

  1. Gamelan Bebarongan

 

Gamelan Bebarongan dalam tutur catur muna- muni disebut dengan semar pandirian, lagunya pakakincungan untuk iringan Barong Singa. Menurut lontar diatas Barong Singa kemungkinan besar adalah Barong Ket. Selain untuk iringan tari Barong Ket gamelan bebarongan juga mengiringi Drama tari Talonarang, dan tari Telek. Kedua jenis seni pertunjukan tersebut sesungguhnya merupakan rentetan atau bagian dari pementasan pertunjukan Barong Ket.

Perangkat gamelan Bebarongan bangun instrumentasinya sama dengan gamelan pelegongan hanya dibedakan dengan penggunaaan jenis kendang. Jika pada gamelan pelegongan menggunakan sepasang kendang krumpungan, pada gamelan bebarongan hanya menggunakan satu kendang menengah yang dimainkan dengan panggul dan kendang ini lazim disebut dengan kendang bebarongan. Instrumen lainnya seperti gender rambat sebagai pemegang melodi, gangsa, jublag, jegogan, kempur, gentorag, cngceng, kajar. Pemain kendang tunggal dengan sinkopasinya membuat karakter musikal gamelan Bebarongan dapat jelas dibedakan dari karakter musikal gamelan pelegongan.

Sebagai sebuah gamelan yang menganut sistem pelarasan pelog lima nada, gamelan bebarongan bnyak memilik repertoar lagu baik sebagai tabuh- tabuh instrumental  maupun sebagai iringan tari Barong. Selain tabuh instrumentalia dan iringan tari Barong, gamelan bebarongan juga memiliki repertoar lagu- lagu penyalonarangan, sebuah drama tari yang diduga muncul sebagai perpaduan antara tari Barong dan Rangda dengan drama tari Gambuh. Beberapa perbedaan antra lagu- lagu bebarongan dan pelegongan terletak pada panjang pendeknya kalimat lagu.

Secara struktural, komposisi lagu bebarongan juga masih menganut sistem tri angga. Namun estetis tri angga pada bebarongan akan sedikit berbeda dengan pekegongan, pegambuhan, dan lainnya. Misalnya pada bagian pengawak pada lagu bebarongan tidak selalu temponya pelan, demikian juga hal lainya.

 

  1. Gong Gede

 

Gamelan ini disebut Gong Gede karena orkestrasinya terdiri dari berbagai jenis instrumen perkusi dengan jumlah yang banyak. “gede” berarti besar, karena memang gamelan ini merupakan perangkat gamelan Bali yang terbesar baik dari segi jumlah maupun ukuran instrumen. Sebagian besar alat- alat perkusi berupa bilah dan pencon. Alat perkusi lainnya adalah sepasang kendang cedugan (lanang- wadon) dan beberapa alat ritmis berupa cengceng kopyak dan gentorag. Gamelan Gong Gede menganut sistem pelarasan pelog lima nada, sama denga gamelan pelegongan dan bebarongan.

Repertoar Gamelan Gong Gede sangat banyak jumlah dan jenisnya yang tesebar hampir diseluruh Pulau Bali. Umumnya repertoar lagu Gong Gede disebut dengan tabuh pagongan klasik, secara struktural setiap lagu telah menganuti aturan tersendiri yang dikenak dengan jajar pageh. Struktur Tri Angga sangat kental dan mudah dcerna pada setiap repertoar Gong Gede. Uger- uger lainnya adalah, panjang pendeknya kalimat lagu pada bagian pengawak dan menentukan ukuran- ukuran lagu sehingga dikenal ukuran tabuh pisan, tabuh telu, tabuh pat, tabuh nem, dan tabuh kutus.

Fungsi gamelan Gong Gede adalah sebagai musik protokoler, untuk memberikan ilustrasi dalam sebuah upacara. Dengan karakteristik religius yang diungkapkan lewat repertoarnya, gamelan gong Gede dapat menambah khidmatnya suasana upacar terutama upacar Dewa Yadnya. Selain sebagai musik protokoler, Gong Gede juga disajikan sebagai iringan tari- tarian upacar yaitu tari Pendet, Rejang, dan Baris Gede. Dramatari topeng juga sering diiringi dengan gamelan Gong Gede. Dewasa ini gamelan Gong Gede juga digunakan untuk mengiringi tari- tarian baru dan sendratari. Itu adalah fungsi tambahan akibat terjadi perkembangan terhadap musik dan karawitan Bali.

 

IV. PENJELASAN SISTEM NOTASI

Untuk mentranskripsikan tabuh–tabuh klasik yang dijadikan bahan pendokumentasian penulis menggunakan notasi. Namun demikian perlu terlebih dahulu dijelaskan bahwa notasi yang digunakan saat ini tidak akan dapat menggambarkan suara musik secara tuntas dan sempurna. Notasi yang digunakan hanyalah menggambarkan lagu-lagu pokok ( melodi inti) ditambah dengan beberapa simbol untuk mengungkapkan jatuhnya beberapa instrumen pengatur matra. Demikian juga tentang tempo, dinamika dan unsur musikal lainya tidak dapat dibaca secara tuntas dengan notasi. Pendokumentasian musik secara sempurna sesungguhnya lebih lengkap dengan perekaman baik audio maupun visual dan menggunakan media elektronik hasilnya lebih sempurna. Pendokumentasia dengan media tertulis keuntunganya adalah suara musik yang dicatat bisa dijelaskan pengertian, makna secara mendetail.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: