NGABEN MASSAL DESA JUNGUTBATU 2019

Ngaben massal desa Jungutbatu yang di adakan pada tgl 14 april 2019. Ngaben merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh Umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya (upacara yang ditunjukkan kepada Leluhur). Ngaben massal di desa jungutBatu yang di adakan dari desa setiap 4 tahun sekali, Di video tersebut hanya puncak ngaben atau pitra yadnya tapi rangkaian upacara Pitra yadnya atau ngaben sebelum dan sesudahnya masih banyak. disitu terlihat ada bade atau wadah , singa dan lembu yang di arak oleh masyarakat desa Jungutbatu dan yang megambel adalah seka gong desa Jungutbatu, uniknya jika di desa Jungutbatu saat acara puncak wadah atau bade tersebut di arak dari catus pata(perempatan) maju mundur tanpa berisi sawa atau layon itu bertanda yang mempunyai karya senang atau bahagia dan yang krama desa atau banjar yang mengarak wadah atau bade tersebut ikut bahagia, dengan diiringi bleganjur, disudah selesai mengarak dan dibawalah ke perempatan samping kuburan, untuk menaikan sawa dll, setelah sudah naik sawa dllnya, segera wadah atau bade tersebut diarak menuju kuburan untuk di bakar.

GAMELAN JEGOG

Gamelan Jegog adalah bentuk musik gamelan atau kesenian karawitan asli Bali, Indonesia, dimainkan dengan instrumen yang terbuat dari bambu. Gamelan jegog berasal dari Jembrana, sebuah wilayah di Bali Barat. Dalam beberapa tahun terakhir jegog telah mulai menjadi populer di daerah lain di Bali dengan beberapa kelompok didirikan di Bali tengah untuk menghibur para wisatawan. Minat internasional telah disebarkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Bali dan melalui rekaman. Tradisi jegog berpusat di Jembrana, sebuah wilayah di Bali Barat. Dalam beberapa tahun terakhir jegog telah mulai menjadi populer di daerah lain di Bali dengan beberapa kelompok didirikan di Bali tengah untuk menghibur para wisatawan. Minat internasional telah disebarkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Bali dan melalui rekaman. Jika gamelan jegog mengiringi tarian, itu dapat ditambah dengan kendang , ceng-ceng dan sebuah tawa-tawa
Pada video di atas yaitu sedang berjalannya proses belajar teknik jegog di mata kuliah pada semester satu untuk kelas karawitan B 2018, yang bertempat di pusdok institut seni Indonesia.

Video slide bleganjur XII seni karawitan 1

Di atas adalah video slide bleganjur kelas XII seni karawitan 1 smkn5 Denpasar, untuk memeriahkan hut SMKN 5 DENPASAR pada tahun 2017. Dengan mengangkatat cerita jatayu duta. Dengan penata tabuh I Wayan Srutha Wiguna.
Jatayu adalah tokoh protagonis dari wiracarita Ramayana, putra Aruna dan keponakan Garuda. Ia merupakan saudara Sempati. Jatayu adalah burung garuda perkasa yang dapat berbicara seperti manusia. Jatayu adalah sahabat dari Prabu Dasarata ayah Rama, raja dari Ayodya. Suatu ketika Jatayu mendengar jeritan Dewi Sinta yang menyebut-nyebut nama Ramawijaya dan negara Ayodya, tahulah Jatayu bahwa wanita yang dikempit oleh Prabu Dasamuka terbang di atas hutan Dandaka adalah menantu Prabu Dasarata. Dengan mengerahkan seluruh kesaktian dan kemampuannya, Jatayu berusaha merebut Dewi Sinta dari tangan Prabu Dasamuka. Tetapi Prabu Dasamuka yang memiliki Aji Rawarontek dan Pancasona tidak terkalahkan. Tubuh Jatayu mengalami luka parah dan kedua sayapnya putus oleh sabetan pedang Prabu Dasamuka, sehingga Jatayu tak lagi mampu untuk terbang. Sebelum meninggal, Rama dan Laksamana menemukannya di hutan dan Jatayu pun menceritakan bahwa Dewi Sinta telah diculik oleh Rahwana, raja dari Alengka. Baleganjur Kelas XII SK 1 SMKN.5 Denpasar.Ia adalah seekor burung yang melihat bagaimana Dewi Sita diculik oleh Rawana. Ia berusaha melawan tetapi kalah bertarung dan akhirnya mati. Tetapi ketika belum mati dan masih sekarat masih bisa melaporkan kepada Sri Rama bahwa Dewi Sita istrinya, diculik.
Tempat di mana Sri Rama menemukan Jatayu yang sedang sekarat dinamakan “Jatayumangalam”, sekarang dikenal sebagai “Chadayamangalam”, terletak di Distrik Kollam, Kerala. Batu besar di tempat tersebut dinamai “JatayuPara”, diambil dari nama Jatayu.

Full video https://youtu.be/7umXtNT504w

PENGIPUK KEBYAR DUDUK

Video diatas adalah video pengipuk kebyar duduk yang di persembahkan oleh anak-anak kelas XII seni karawitan 1 pada hut SMK N 5 Denpasar tahun 2017. pada saat uIang tahun smkn 5 Denpasar panitia Hut SMKN 5 Denpasar setiap tahun tetap mengadak lomba karawitan yaitu Bleganjur, Gender Wayang, Rindik dan Kendang reong. Video diatas adalah video lomba Kendang reong yang membawakan materi pengipuk kebyar duduk.
Di video di atas terlihat ada instrumen kendang yang di mainkan 1 orang, dan setungguh reong yang dimainkan 4 orang, 1 pasang gangsa yang dimainkan 2 orang, 1 kajar yang dimainkan 1 orang, 1 pasang jublag dimainkan 2 orang, dan gong, kempur, klenong yang dimainkan 1 orang . Tapi gangsa, kajar, jublag, gong, kempur dan klentong sebagai pengiring yang di nilai hanya reong dan kendang. Di intrumen reong ada 12 pencong yang dibagi 4, jadi setiap orang memainkan 3 pencon reong, reong 1 bernada kan (ndeng, ndung, ndang), reong 2 bernadakan (nding, ndong, ndeng), reong 3 bernadakan ( ndung, ndang, nding) dan reong 4 bernadakan (ndong, ndeng, ndung) setiap reong memiliki pukulan yang beda, Dan kendang sebagai pemurba suara dan menampilkan pupuh.

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!