TARI BELIBIS

This post was written by wiraandika on April 2, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

TARI BELIBIS

Hasil gambar untuk TARI BELIBIS

Tari adalah keindahan expresi jiwa manusia yang di ungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Dalam bahasa sansekerta, kata seni di sebut cilpa. Sebagai kata sifat , cilpa berarti berwarna , dan kata jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk yang indah atau dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan ,yang kemudian berkembang menjadi kekriaan yang artistic. Sayang sekali pengetahuan orang Indonesia akan budayanya sendiri sangatlah kecil.Maka dari itu dalam penulisan deskripsi ini saya akan mengulas sedikit salah satu tentang kekayaan budaya tari Indonesia . Sebut saja Tari Belibis namanya.

Bali sebagai tujuan utama wisata Indonesia tidak hanya menyediakan keindahan alam saja namun juga keindahan budaya  seperti tari-tarian.seiring perkembangan zaman , seni budaya tari mulai ditinggalkan . Masuknya budaya asing / baru ke zaman era globalisasi ini membuat seni tari menjadi sesuatu yang kurang diminati .

Tari Belibis berdasarkan pengelompkanya dimasukan kedalam “tari kelompok”, karena ditarikan lebih dari 3 orang penari. Tari ini merupakan tari yang berfungsi sebagai tari pertunjukan yang sengaja digarap untuk dipertontonkan kepada masyarakat luas, karena tari ini lebih menitik beratkan pada segi artistiknya, penggarapan koreografinya yang matang, serta memiliki tema dan tujuan yang jelas.

Tari kreasi baru ini, menggambarkan kecanitkan dan keindahan burung belibis yang dengan riangnya mereka menikmati keindahan alam sekitarnya. Tema tarian ini diambil dari ceritra Raja Angling Dharma yang dikutuk oleh istrinya yang sakti menjadi seekor burung belibis. Setelah Raja Angling Dharma menjadi burung belibis, ia kemudian melakukan pengembaraan untuk dapat bersua dengan kelompok burung belibis lainya. Kemudian ia melihat sekelompok burung belibis yang sedang bercanda dengan riang, lalu timbulah keinginanya untuk dapat bergabung dengan belibis – belibis itu. Tetapi pada saat Raja Angling Dharma mendekati sekelompok burung belibis itu, mereka tiba- tiba terkejut mendengar Raja Angling Dharma yang telah dikutuk menjadi belibis itu berbicara seperti manusia, sehingga mereka menolaknya untuk dapat bergabung dengan mereka. Sekelompok burung belibis itu kemudian pergi dan meninggalkan Raja Angling Dharma sendiri.

RAGAM GERAK DAN STRUKTUR TARI BELIBIS

 

Sebagai bagian dari seni pertunjukan, gerakan dari sebuah seni tari adalah unsure yang paling dominan dan menjadi media pertama yang mengungkapkan apa yang ingin disajikan. Tari Belibis sendiri mengoleksi gerak tari yang cukup kaya yang melibatkan gerakan kepala, leher, tangan, mata, dan kaki.

  1. Gerakan kepala dan leher bervariasiada gerak leher kekanan dan kekiri namun pandangan pandangan mata tetap mengarah kedepan( ngileg ). Ada gerak leher patah-patah kekanan dan kekiri, sementara arah pandangan dan mata mengikutinya. Ada juga gerak pacak gulu gagah yakni gerakan kepala menunduk sejenak yang didahului pandangan mata lalu kepala tegak kembali.
  2. Gerakan mata : gerakan mata dilakaukan tanpa menoleh, melirik seakan-akan melihat ujung alis ( nyeledet ).
  3. Gerakan tangan : Gerakan tangan adalah salah satu kekhasan tari bali ini. Saat ngagem kanan ditinggikan sejajar hampir dengan kepala dsn ditekuk sedikit yang mana jari-jarinya sampai pergelangan tanga ditekuk kebelakang. Sementara itu, tangan kiri hampir sejajar dengan pinggang d ditekuk sama dengan tangan kanan. Selain itu, ada juga gerak tangan lurus kebawah, agak miring sedikit ketika akan ngeseh.
  4. Gerakan kaki : awalnya gerakan kaki cukup cepat dan menjinjit. Beberapa variasi gerak kaki termasuk gerak kaki menyilang, gerak lompat dengan kaki ditekuk, terlebih dahulu dan kaki kanan bersimpuh saat kaki kiri ditekuk sampai kaki sejajar dengan lutut.

 

TATA BUSANA TARI BELIBIS

 

Tata busana merupakan salah satu unsur terpenting dalam pementasan tari.Dengan busana yang dikenakan pada saat pementasan tari akan mempertegas karakter yang diekspresikan oleh penari, memperindah penanpilan penari, sehinggaorang melihat / menontonya dapat membedakan suatu tarian yang satu denganyang lainnya. Berikut ini perlengkapan /aksesoris yang digunakan dalam tarian belibis yaitu:

 

  1. Di kepala aksesoris yang digunakan adalah gelungan
  2. Di telinga aksesoris yang digunakan adalah subeng.
  3. Di leher aksesoris yang digunakan adalah badong.
  4. Di badan aksesoris yang digunakan adalah kain, sabuk,selendang.
  5. Di tangan aksesoris yang digunakan adalah ampok – ampok pada pergelangan tangan dan pada lengan atas.
  6. Di pinggang sampai bagian bawah menggunakan kain songket.

 

Keunikan tata busana tarian belibis, karena tariannya menggambarkan kisah sekelompok burung belibis yang sedang menikmati keindahan alam sekitarnya yang kemudian di kejutkan dengan kedatangan seekor burung belibis lainnya yang ingin bergabung dengan mereka, karena belibis itu dapat berbi’ara seperti manusia akhirnya ia di tolak untuk bergabung. ( jalan cerita yang begitu menarik membuat tarian belibis ini semakin terasa indah untuk ditonton dengan paduan busana yang menarik.

 

 

 

PENCIPTA TARI BELIBIS

 

Tari belibis diciptakan pada tahun 1984 oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (koreografer) dan I Nyoman Windha (komposer).

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. blogspot.com/2013/02/tari-belibis.htm
  2. babadbali.com/seni/tari/tl-belibis.htm

 

 

 

 

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Next Post: