Sejarah Singkat Gamelan Selonding

This post was written by wiraandika on Maret 20, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

Sejarah singkat Gamelan Selonding

Hasil gambar untuk selonding

              Gamelan selonding merupakan gamelan sakral yang terbuat dari besi yang hanya terdapat didaerah Karangasem yaitu di desa Tenganan  Pegringsingan dan di desa Bungaya. Diduga juga ada Gamelan Slonding yang di buat dari kayu namun sampai saat ini instrument tersebut belum dijumpai. Nama lengkap dari Slonding Besi di Tenganan, pegringsingan ialah Bhatara Bagus Slonding yang berarti Selonding adalah leluhur yang Maha Kuasa .

Kata Slonding diduga berasal dari kata Salon dan Ning yang berarti tempat suci. Dilihat dari fungsinya bahwa Slonding adalah sebuah gamelan yang dikramatkan atau disucikan. Pendapat lain juga menyebutkan bahwa Slonding berasal dari kata Saron dan Ding yang berarti bilah – bilah gamelan dengan nada terendah yaitu nada Ding . Pendapat terakhir masih belum bisa diterima oleh masyarakat Tenganan dan  Pegringsingan, namun kenyataanya Gamelan itu terdiri dari bilah – bilah besi yang panjang dan besar , dibandingkan dengan gamelan lainya yang ada di Bali yang dimulai dengan nada Ding .

Mengenai sejarah Gamelan Selonding ini belum diketahui orang. Ada sebuah Mythology  ( Mitos ) menyebutkan bahwa pada zaman dulu orang – orang tenganan mendengar suara gemuruh dari angkasa dan suara datangnya bergelombang . Pada gelombang pertama suara itu turun di Bongaya ( sebelah timur laut Tenganan ) dan pada gelombang kedua suara itu turun di Tenganan Pegringsingan . Setelah suara itu turun ke Bumi , ternyata ditemukan Gamelan Selonding yang berjumlah 3 ( tiga ) bilah . Bilah – bilah itu diturunkan lagi dan kini Gamelan Selonding Tenganan terdiri dari 8 tungguh yang berisi 40 bilah , 6 tungguh masing – masing  berisikan 4 bilah , dan yang 2 tungguh  berisikan 8 bilah.

 

 

 

Sistem Laras

Pada Gamelan Selonding laras yang dipakai adalah laras pelog 7 nada , yaitu terdiri dari lima nada pokok dan 2 nada pemero . Namun demikian tiap – tiap nada juga bisa berfungsi  sebagai nada pokok, tergantung dari patet yang dipergunakan .

Dalam Gamelan Selonding terdapat 6 ( enam ) patet yaitu :

  • Patet panji marga
  • Patet Sondong
  • Patet Puja Semara
  • Patet Kesumba
  • Patet Sadi
  • Patet Salah

Mengenai repertoire dari Gamelan Selonding terdiri dari :

  1. Gending – gending Geguron :
  • Ranggatating
  • Kulkul Badung
  • Darimpog
  • Kebogerit
  • Dewa
  • Blegude ( Penutup Upacara )
  • Ranggawuni ( untuk menyimpan Bhatara Bagus Slonding )
  1. Gending – gending petegak ( sebelum upacara dimulai ) :
  • Sekar Gadung
  • Nyangnyangan
  • Rejang Gucek
  • Rejang Ileh
  1. Gending – gending untuk mengiringi tari :
  • Gending Rejang
  • Gending dauh tukad
  • Duren ijo
  • Lente
  • Embung Kelor
  • Kare – kare

 

 

Periodisasi

Gamelan Selonding merupakan salah satu gamelan yang termasuk kedalam gamelan golongan tua. Gamelan Selonding merupakan salah satu contoh mengenai local genius dari leluhur dan gamelan selonding masih bisa bertahan dari terpaan gelombang peradaban manusia dalam rentang waktu yang cukup lama. Dan juga pada dasarnya gamelan selonding lahir dari hasil cipta nyata dan karsa nenek moyang sebagai perwujudan dari pengalaman estetis dikala jiwa sedang mengalami kedamaian dan kesucian. Dan pada umumnya Gamelan Selonding juga alat musk yang memainkanya dengan dipukul memakai panggul.

 

Jenis dan Nama Instrumen

Adapun jenis dan nama – nama  instrument dalam Gamelan Selonding adalah sebagai berikut:

  • 2 tungguh Gong
  • 2 tungguh Kempul
  • 1 tungguh Petuduh
  • 1 tungguh Peenem
  • 1 tungguh nyong – nyong alit
  • 1 tungguh nyong – nyong ageng
  • dan 1 tungguh ceng – ceng ricik

 

 

Daftar Pustaka

  • Dibia I Wayan. 1977/1978. Pengantar Karawitan Bali .
  • https://adhiwiguna.wordpress.com

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Next Post:
Previose Post: