wayanbratasena


Bentuk dan Fungsi Wayang pada Jaman Islam

Bentuk wayang pada jaman islam.

Ketika kerajaan majapahit runtuh pada tahun 1478 m(sirna hilang kertaning bumi),para bupati di pesisir jawa timur, sudah banyak yang memeluk agama islam dan memisahkan diri dengan kerajaan majapahit. Salah satu kerajaan yang paling kuat diantara kerajaan kerajaan islam di pesisir itu adalah kerajaan Demak. Dibawah pemerintahan raden patah,putra dari kertabumi atau brawijaya V yang memeluk agama islam. Setelah kerajaan majapahit jatuh ,semua perlengkapan upacara kerajaan termasuk alat alat kesenian ,di pindahkan ke demak pada tahun 1478-1520.  Putra raden patah dan para wali ,ketika itu sangat gemar akan kesenian ,sehingga secara aktif mereka mengadakan perubahan  bentuk wayang , termasuk perubahan dalam perlengkapan dan sarana pertunjukan wayang.

v  Bentuk wayang di buat pipih,dua dimensional,digambar agak miring,serta di sungging lebih indah,sehingga dapat menghilangkan kesan meniru wayang yang ada pada  candi.

v  Wayang dibuat dari kulit kerbau dan ditatah halus, diberi warna dasar putih dari tulang.

v  Gambar muka wayang di buat miring ,dan tangannya masih menjadi satu dengan badan.

v  Bentuk wayang meniru bentuk wayang beber majapahit.

v  Pada tahun 1521, jumlah wayang diperbanyak agar dapat memainkan cerita mahabarata dan Ramayana dalam pertunjukan wayang secara lebih sempurna. Tambahan wayang itu terdiri dari wayang ricikan yaitu : kera ,binatang ,rampokan, dan gunungan.

v  Raja demak juga membuat seperankat gamelan beralas pelog, yang disebut dengan gamelan  sekati, sampai sekarang maasih di tradisikan di Yogyakarta pada perayaan maulud nabi yang disebut dengan sekaten.

v  Sejak meninggalnya Raden Trenggono yang sempat memimpin kerajaan demak , kerajaan demak menjadi kacau balau, sehingga joko tingkir ,sebagai adipati pajang dapat menguasai keadaan, sehingga pemerintahan di pindahkan ke pajang, (1546-1586) . pada masa pemerintahannya muncul berbagai kreativitas dalam bidang kesenian,sejak itu muncul berbagai jenis seni pertunjukan wayang kulit yaitu : wayang kulit kidang kencana, pertunjukan ini menggunakan boneka wayang yang lebih kecil dari ukuran pada umumnya. Muncul pula pertunjukan wayang gedog ,yaitu pertunjukan wayang yang menggunakan cerita panji dan mempergunakan gamelan pelog. Disamping wayang gedog juga dipertunjukkan wayang golek purwa, dengan boneka, wayangnya di buat dari kayu ber bentuk pipih ,persis seperti wayang kulit namun ukurannya lebih kecil, sehingga sering disebut dengan sebutan wayang krucil.

Pungsi wayang pada jaman islam   

Yaitu merupakan alat untuk ber kreatipitas di bidang seni  kususnya di bidang seni pewayangan , disamping itu pungsi utamanya adalah :Berpungsi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan ajaran ajaran agama  islam melalui epos Ramayana dan maha barata.

 


is | Topic: Tak Berkategori | Tags: None

No Comments, Comment or Ping

Reply to “Bentuk dan Fungsi Wayang pada Jaman Islam”