wayanbratasena


Bentuk dan Fungsi Wayang pada jaman Hindu

 

Bentuk pertunjukan wayang pada jaman hidu di indonesia

Bentuk wayang pada jaman hindu yaitu bentuk wayang nya masih seperti perwujudan manusia, seperti yang terukir pada relief relief candi candi , seperti candi loro jongrang , yangmana candi ini yang pertama kali memuat cerita Ramayana dan maha barata dengan lengkap. Yaitu pada masa kerajaan mataram 1.yang didirikan oleh raja sanjaya. Dan kemudian dipinpin oeh dua orang raja yaitu raja sanjaya dan saylendra.

Sebelum bentuk wayang menggunakan kulit binatang sebagai bahannya ,pertama kali wayang itu di lukis di sebuah kain dengan berbagai bentuk tokoh wayang yang di sebut dengan wayang beber. Lalu adegan adegan wayang dalam kain itu lalu di main mainkan dan dengan dilatarbelakangi dengan cerita maha barata dan Ramayana. Apabila telah selesai ngewayang ,kain itu lalu digulung dan dibawa berpindah pindah sesuai dengan dimana mereka mempertunjukkan sebuah pertunjukan wayang.

 

Lama kali lama bentuk wayang yang mulanya ada dalam sebuah kain yang di kenal dengan wayang beber  lalu dibawa ,atau menggunakan kulit binatang sebagai medianya hingga sekarang.

Pungsi pertunjukan wayang pada jaman hindu di Indonesia yaitu        :

Untuk mengkomonikasikan nilai nilai ajaran agama hindu yang terkandung dalam cerita mahabarata dan cerita Ramayana ,dengan menggunakan bahasa jawa kuna. Akan dapat di bayangkan bahwa pertunjukan wayang yang semula sebagai pemujaan terhadap hyang ,kemudian berkembang menjadi media komonikasi ajaran agama. Sejak ini cerita pewayangan juga tidak lagi menggunakan mitologi nenek moyang ,tetapi mulai menggunakan cerita Ramayana dan maha barata.(sri mulyono,1982 :60). Sesuai dengan perannya untuk mengkomonikasikan ajaran agama hindu ,maka seorang dalang pada masa itu dianggap sebagai seorang guru ,seorang pemimpin, dan seorang ahli agama ,sehingga seorang dalang sangat disegani dan sangat berwibawa (sri mulyono ,1982 :61).

 


is | Topic: Tak Berkategori | Tags: None

No Comments, Comment or Ping

Reply to “Bentuk dan Fungsi Wayang pada jaman Hindu”