Agu
27
2014

BUMBUNG GEBYOG

                                                                                       GAMBELAN BUMBUNG GEBYOG

DI DESA DANGINTUKAbg1DAYA NEGARA

 Di bali terdapat bermacam-macam instrument yang terbuat dari bambu, seperti :

Gambelan jogged bumbung,gambelan gandrung,gambelan joged pingitan, yang disebut rindik,gambelan jegog,gambelan gambang, dll. Dari sekian instrument yang ada penulis memilih gambelan bumbung gebyog yang ada di Desa Dangintukadaya Negara, sebagai artikel yang ditulis.

Gambelan bumbung gebyog merupakan kesenian khas daerah bali bagian barat yaitu daerah tingkat II Jembrana, gambelan ini jauh berbeda dengan gambelan bumbung yang ada baik dari segi instrumennya maupun dari segi cara pemukulan, istilah bumbung masih bias dipecah menjadi dua kata yaitu dari kata bumbung dan gebyog. Bahwa bumbung adalah bamboo yang terdiri dari satu atau beberapa ruas yang pada ujungnya dipotong sedemikian rupa sehingga berlubang dan pada pangkalnya dibiarkan tertutup. Sedangkan gebyog adalah suara yang ditimbulkan oleh instrument bumbung.

Beberapa hal yang mendorong penulis untuk meneliti gambelan gebyog sebagai obyek karya tulis adalah : gambelan bumbung gebyog di desa Dangintukadaya Negara belum diketahui secara pasti mengenai asal mulanya, mempunyai fungsi tersendiri dalam penyajiannya khususnya di Desa Dangintukadaya, mempunyai instrument sederhana, gambelan bumbung gebyog ini memiliki kekhasan tersendiri dilihat dari segi instrumen dan cara memainkan instrument tersebut.

Demikian secara garis besarnya yang dapat mendorong penulis memilih gvambelan bumbung gebyog ini sebagai obyek penelitian. Didalam menguraikan nanti yang akan penulis ungkapkan hanya berkisar pada data-data yang didapat dari informan.

Untuk lebih jelasnya dibawah ini menguraikan alat-alat instrument bumbung gebyog didesa dangintukadaya :

  1. Papan panjangnya 3m, tebalnya 5 cm, diletakkan diatas lesung fungsinya sebagai tempat memukul bumbung.
  2. Dua buah lesung tingginya lebih kurang setengah meter diletakkan di kedua ujung papan. Mulut lesung mengarah keatas fungsinya sebagvai penyanggah papan dan sebagai pelawah
  3. Delapan buah bumbung yang terbuat dari bambu panjang masing-masing bumbung yaitu:
  4. bambu 1 panjangnya: 88 cm
  5. besar bambu 25 cm
  6. diameter 8 cm
  7. bambu 2 panjangnya 82 cm
  8. besar bambu 23 cm
  9. diameter 6 cm
  10. bambu 3 panjangnya 79 cm
  11. besar bambu 22 cm
  12. diameter ­­­6 cm
  13. bambu 4 panjangnya 73 cm
  14. besar bambu 22 cm
  15. diameter 5 cm
  16. bambu 5 panjangnya 65 cm
  17. besar bambu 20 cm
  18. diameter 5 cm
  19. bambu 6 panjangnya 64 cm
  20. besar bambu 21 cm
  21. diameter 5 cm
  22. bambu 7 panjangnya 62 cm
  23. besar bambu 19 cm
  24. diameter 5 cm

Mengenai pengelompokan music yang dilihat berdasarkan bahannya orang cina membedakan menjadi :

  1. Kin ( Logam), che ( Batu), Tu ( Tanah),Ko Kulit)
  2. Hien ( Dawai),Po ( Buah Kelabu), Cu ( Bambu),Mu(Kayu)

Kemudian bangsa lain juga mempunyai pendapat misalnya orang India menemukan dalam natya Sastra membagi menjadi empat golongan yaitu : Gana (seperti simbal) Avananda (termasuk kendang dan rebana) Tata ( Alat berdawai) Qusira ( Alat Udara)

 

Artikel ini dikutip dari buku tentang gamelan bumbung gebyog di Desa Dangintukadaya Negara

Di Kutip Dari Buku Gambelan Bumbung Gebyog Di Desa Dangintukadaya Negara

Oleh : I made Surya , Jurusan Karawitan, Akademi Seni Tari Indonesia Tahun 1986,

pada Halaman 1-3

 

 

Written by in: Tak Berkategori |

Tidak ada Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply

Powered by WordPress | Theme: Aeros 2.0 by TheBuckmaker.com