Agu
29
2014

artikel Gong Luang

                                                                                                  GONG LUANG

 

Sebelum menginjak isi uraian mengong luanggenai gambelan luang terlebih dahulu kami berikan beberapa penjelasan atau batasan-batasan tentang apa yang akan dimaksud dengan istilah yang termuat dalam judul artikel ini demi tercapaainya kesatuan pendapat. Istilah gambelan luang adalah suatu istilah yang dapat dipisahkan menjadi gambelan dan luang yang masing-masing mempunyai arti tersendiri.

Gambelan, bila kita mendengar atau berfikir tentang gamelan maka perhataian kita akan terangkat pada suatau alat music tertentu dengan fungsi tertentu pula karena belumlah boleh dikatakan gambelan bila hanya terdiri satu jenis alat music misalnya cenceng tidak ada ijstilah gambelan cenceng, gambelan kendang, dan sebagainya. Hingga agar dikatakan gvaambelan diperlukan sejumlah alat music yang akan menentukan gambelan tersebut.

Dalam kamus modern bahasa Indonesia yang di karang oleh sutan mohhamad sain dikatakan bahwa gambelan adalh orkes jawa dan bali yang terdiri dari berjenis-jenis alat bunyi-bunyian yang sebagian besar alat-alatya dipukul tetapi ada juga yang digesek dan ditiup, seperti halnya di bali gambelan itu bisa disebutkan dalam bentuk nama tabuh.

Beberapa alat musik diatas seperti : kukul, okokan , sunari, kekekuakan, tektekan dan sejenis itu. Lazim dipakai bermain music dan dianggap menghasilkan music, kiranya belum dapat dikatagorikan sebagai gambelan.

Keseluruhan alat itu betul-betul terlepas dari barungan yang ada di bali. Ini berarti bahwa gambelan itu terdiri dari beberapa alat music (karawitan), yang ada unsur keindahan baik dari segi bentuk, suara, dan tekhnik penyajian.

Oleh karena itu dalam suatu barungan gambelan tentu akan melibatkan orang lebih banyak, hingga dalam penyajiannya diperlukan adanya kebersamaan. Dan sifat individu dalam memainkkan sangat jarang.

Luang, setelah kami hubungi beberapa informan yang kami anggap tahu mengenai arti kata luang terjadilah penafsiran yang sama antara informan yang satu dengan yang lainnya. Maka dalam hal ini akan dijelaskan istilah luang dalam kaitannya dalam gong luang yang ada di Desa Kerobokan. Yang kami maksud adalah kesimpang siuran pengertian di masyarakat yaitu ada menanggapi gila barunga gong luang itu dinamakan saron, sedangkan bila kurang namanya luang.

 

 

Gong Luang terdiri dari 2 suku kata yaitu Gong dan Luang. Kata “Gong” mengacu pada nama salah satu instrument gamelan tradisional Bali yang terbuat dari bahan perunggu bentuknya bulat seperti nakara, memiliki moncol pada sentralnya dan moncol itulah yang biasanya dipukul. Ukuran gong ini paling besar di antara barungannya ( unitnya ). Fungsinya dalam barungan adalah sebagai finalis lagu.

Istilah gong juga dipakai untuk memberi nama pada satu barungan gamelan. Contoh : Gamelan Gong Gede, Gamelan Gong Kebyar, Gamelan Gong Suling, Gamelan Gong Beri dan lain sebagainya. Selanjutnya kata “Luang: atau “Ruang” atau “Rong” berarti ruang atau bidang. Istilah “Luang” ini sangat popular dipergunakan dalam dunia perundagian ( arsitektur tradisional Bali ), untuk menyebutkan nama bidang atau ruang – ruang kosong yang akan diberi hiasan berupa motif – motif ukiran dan sejenisnya. Istilah “Luang” dipakai juga penamaan salah sau gametu lagu Gambang yaitu “Menjangan Saluang”. Menjangan Saluang juga mengacu pada nama salah satu banguna suci yang terdapat di Merajan/Sanggah ( Tempat Suci keluarga bagi umat Hindu Bali ). Di Sumatra, dikenal istilah “Saluang” untuk memberi nama pada sebuah bentuk.instrumen tiup ( seruling ).

Menurut I Nyoman Raweg (Sudiana, 1982 : 4 ) istilah “Luang” berarti kurang. Dalam hal ini dikatan mengatan bahwa apabila unit gamelan tersebut kurang lengkap maka dinamakanlah Gong Luang. Tetapi, lebih lanjut Raweg mengatakan bahwa pendapat ini pun ternyata simpang siur. Pendapat lain menyatakan bahwa justru barungan yang lengkaplah bernama Gong Luwang sedangkan yang kurang bernama “Saron” yaitu terdiri atas saron, gangsa jongkok besar dan gangsa jongkok kecil. Kelompok masyarakat lain mengatakan bahwa lengkap atau tidak barungan itu tetap saja namanya Gong Luang.

Sumber  kutipan dari : Buku Gong Luang Di Banjar Tegeh Desa Kerobokan ,

Oleh : I Nyoman Sudiana tahun 1982 pada halaman 1 – 16

Written by in: Tak Berkategori |

Tidak ada Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply

Powered by WordPress | Theme: Aeros 2.0 by TheBuckmaker.com