Tabuh Telu sekartian

Maret 13th, 2018

 

Sil-silah Gending

Pada umumnya di Denpasar merupakan  gaya Tabuh Telu Bebadungan  jadi pencetusnya itu  adalah Nyoman Kajeng ( Alm)  dari Banjar Beraban  Desa Dauh Puri Kauh Denpasar Barat ,Jadi  Tabuh Telu Sekar Tian menururt tapsiran masyarakat yang memakai Tabuh ini seperti di  Desa Pemecutan dan  Gladag. Sekartian itu berarti bunga yang kecil. Sekar yang berarti bunga dan Tian yang berarti kecil. Tabuh telu Sekar Tian ini berbeda dengan Tabuh Telu pada umumnya, jika pada Tabuh Telu umumnya paling sedikit dia menggunakan 32 ketukan, Sekar Tian ini lebih pendek sampai 24 ketukan dan tabuh ini berulang-ulang seperti contohnya Tabuh Telu Buaya Mangap, Jadi Sekar Tian juga biasanya untuk mengiringi Upacara Dewa Yadnya, pada style Bebadungan ada terdapat dua motif Tabuh Telu Sekar Tian yaitu :

  1. Memang digunakan untuk tabuh petegak atau mengawali pementasan
  2. Untuk mengiringi tari topeng monyer kenyum manis .

 

Asal usul

Tabuh ini berkembang pesat di Pemecutan,tahunya tidak di catat dengan jelas. Berkembangnya tabuh ini di gong gede milik Puri Pemecutan,asal-usul dari tabuh telu ini terinspirasi dari sebuah bunga kecil yang berwarna putih seperti bunga dari rumput-rumput keteki itulah asal-usul dari pemberian namanya, jadi masyarakat itu, memang Nyoman kajeng tidak memberikan nama pasti  sedahulu dan masyarakat yang memberikan nama Sekar Tian. Pada tahun  2005  tabuh ini di modivikasi oleh  Ketut Sukarata ( Kak Tut Nang ) dari Belaluan dia memodifikasi di jadikan sebuah bentuk tabuh kreasi pepanggulan, seiring  perkembangan jaman  tabuh itu  tidak mucul hanya sekali  di pakai, pada waktu ini sekha  Wira Kumara Sada  dari Kuta     membangkitkan lagi tabuh kreasi pepanggulan sekartian ini. Untuk memainkan lagu ini gambelan yang bisa di gunakan itu antara lain gong kebyar ,gong gede, semarandana. jadi pola ornamentasi kendang atau gegedig kendangnya bisa di pariasika, misalnya style gaya gladag bebadungan dan style gaya singa padu berbada ketika  gending ini di bawa ke singapadu dengan style gaya gladag bebadungan bisa sesuai dengan kreasi, jadi lagu ini sangat

fleksibel dan sangat memungkinkan untuk dikreasikan menjadi sebuah olah kreativitas.

 

Filosofi

           Jika kita tinjau dari segi nada, nada yang digunakan itu dominan mulainya di  1  (dang) dan 3 (ding) ,1  merupakan nada  pencipta atau nada yang berstandar di nada 1  Dewanya yaitu  Dewa  Brahma memberikan kesan keagungan dan lain sebagainya, dan nada 3  itu dewanya adalah dewi ratih  melambangkan keindahan, jadi perpaduan antara kesan agung dan keindahan itu  terbalut dalam sebuah bunga yang banyak kita jumpai di berbagai rumput-rumput liar itu ada bunga itu warnanya putih dan ada sarinya yang berwarna kuning itu lah yang di maksud sekar tian. Menurut pak  Rembang dulu menganggap ada salah satu keturunan  dari pak rembang  menganggap  sekar tian ini terlalu pendek dan ukurannya itu untuk gilak jadi tidak dimasukkan katagori tabuh, namun  di pemecutan ini dianggap tabuh dan di berikan  ornamentasi layaknya Tabuh telu .

Frofil Narasumber

NAMA : I Putu Cory Arsa Tama

Mahasiswa semester 5 Sendratasik ISI Denpasar

Alamat : Jalan Gunung Batur, Gang Durian No.9 Pemecutan Denpasar.

Tanggal Lahir : 14  April  1996.

Agama : Hindu

Golongan Darah :  O.

Pengalaman : Pada tahun  2013  saya menjadi anak –anak pelestari Kesenian Klasik Termuda di Denpasar, dengan cataan Gambelan Gambang dan Slonding , pada  tahun  2014  saya bergabung dengan Mekar buana Konsevatori untuk mengajarkan kesenian klasik ke tamu-tamu luar negeri yang datang. Pada tahun 2015 saya membina seke slonding gita puja semara banjar kangin panjer untuk di bawakan ke parade kesenian klasik kota Denpasar, membinan seke gambang sunia swara pascima Dnpasar Barat untuk parade kesenian klasik kota denpasar, dan membina seke gong Eka Dharma Kencana Banjar Batannyuh bersama dek cik

Leave a Reply