Blog
category: Tak Berkategori
tags:

 Seni adalah merupakan suatu daya cipta atau kreatif manusia yang bisa dihubungkan dengan apa saja, misalnya seperti seni agama, musik, suara, tabuh (gamelan) tari tradisional dll. Itu merupakan sebagai sarana sujud sembah bakti kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Ditinjau secara lebih mendalam lagi kesenian merupakan suatu yang amat penting dalam kebudayaan pada intinya dapat meluhurkan budi manusia secara umum, begitupula pendukungnya. Disini kita dapat memahami agama dan kesenian begitu menunggal di Bali. Dengan memeluk agama kita dapat kesenian tradisional itu boleh dikatakan merupakan suatu pengruatan atau pemrayasita di dalam berkesenian dan beragama khususnya agama hindu itu sendiri. Dan juga bisa meluhurkan pikiran kita sujud kehadapan Tuhan Yang Maha Esa ( Sang Hyang Widhi Wasa ) maka dari itu seni dan budaya tidak dapat dipisahkan (manunggal). Dalam hindu kita ketahui karena agama dan seni mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai kebahagiaan rohani yang tertinggi (moksa). Agama hindu adalah agama yang menghormati seni dan budaya sebagai persembahan.

MARILAH KITA BELAJAR BERKESENIAN DI SEGALA BIDANG ( Life Of Art ).

 

Om Swastyastu,

Berkat arsung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa terwujudnya seni tabuh Batel Magobog dari cikal bakal seseorang yang sangat sederhana (Jero Mangku) Br. Aseman Kawan Tibubeneng – Kuta – Badung. Mengkaji suatu bentuk tetabuhan (gamelan tradisional) yang disebut Batel Magobog. Dengan struktur atau alat musik yang sangat minim dan tradisi seperti : kempul-kempulan, tawa-tawaan, kecek-kecekan, klenang, kendang-kendangan, dan kulkul-kulkulan dari bambu. Dapat diceritakan suatu alkisah pada tahun 1991 ada suatu parade atau peed (bahasa bali) para ibu-ibu PKK melaksanakan upacara keagamaan (piodalan) di pura khayangan tiga desa setempat yang tanpa diiringi oleh suatu alat musik apapun bentuknya (tanpa gamelan). Melihat situasi seperti itu dalam benak hati sanubari ingin rasanya tergugah atau tertarik untuk menciptakan atau berkarya seni suatu alat musik tradisi selaku pengiring peed yang penuh kesederhanaan. Melalui antusias masyarakat setempat akhirnya dapat terwujud selaku mengiringi upacara peed tersebut, apabila ada suatu upacara-upacara keagamaan seperti pada hari raya pengrupukan, pemelisan, peed ke pura, begitu pula pada upacara keagamaan lainnya.

 

Dengan rasa puji dan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Betara Taksu) alat musik tradisional tersebut semakin hari semakin berkembang semakin tahun berubah menjadi alat musik yang lumrah disebut dengan beleganjur. Hal seperti itu tidak lepas dari dukungan warga masyarakat setempat.

Om Santi, Santi, Santi Om

leave a comment