Ensamble gong kebyar

ENSAMBLE GONG KEBYAR
MERUPAKAN
BARUNGAN BESAR

1.1 Landasan Teori
Gong Kebyar adalah sebuah barungan baru. Sesuai dengan nama yang diberikan kepada barungan ini (Kebyar yang bermakna cepat, tiba-tiba dan keras) gamelan ini menghasilkan musik-musik keras dan dinamis. Gamelan ini dipakai untuk mengiringi tari-tarian atau memainkan tabuh-tabuhan instrumental. Secara fisik Gong Kebyar adalah pengembangan kemudian dari Gong Gede dengan pengurangan peranan, atau pengurangan beberapa buah instrumennya. Misalnya saja peranan trompong dalam Gong Gebyar dikurangi, bahkan pada tabuh-tabuh tertentu tidak dipakai sama sekali, gangsa jongkoknya yang berbilah 5 dirubah menjadi gangsa gantung berbilah 9 atau 10 . cengceng kopyak yang terdiri dari 4 sampai 6 pasang dirubah menjadi 1 atau 2 set cengceng kecil. Kendang yang semula dimainkan dengan memakai panggul diganti dengan pukulan tangan. Gong Kebyar berlaras pelog lima nada dan kebanyakan instrumennya memiliki 10 sampai 12 nada, karena konstruksi instrumennya yang lebih ringan jika dibandingkandengan Gong Gede. Tabuh-tabuh Gong Kebyar lebih lincah dengan komposisi yang lebih bebas, hanya pada bagian-bagian tertentu saja hukum-hukum tabuh klasik masih dipergunakan, seperti Tabuh Pisan, Tabuh Dua, Tabuh Telu dan sebagainya. Lagu-lagunya seringkali merupakan penggarapan kembali terhadap bentuk-bentuk (repertoire) tabuh klasik dengan merubah komposisinya, melodi, tempo dan ornamentasi melodi. Matra tidak lagi selamanya ajeg, pola ritme ganjil muncul di beberapa bagian komposisi tabuh.
Barungan Gong Kebyar bisa diklasifikasikan menjadi 3 :
Utama = Yang besar dan lengkap
Madya = Yang semi lengkap
Nista = Yang sederhana

1.2 Struktur Gong Kebyar
Gong  Kebyar  merupakan  salah  satu  perangkat/barungan gambelan Bali yang terdiri dari lima nada(panca nada) dengan laras pelog, tetapi tiap-tiap instrument terdiri sepuluh bilah.
Oleh  karenanya  gong kebyar menjadi satu barungan gambelan tergolong baru jika dibandingkan dengan jenis-jenis gambelan yang ada saat ini seperti misalnya, gambelan Gambang, Gong Gde, Slonding,Semara Pegulingan dan masih banyak yang lainnya.
Barungan gong kebyar terdiri dari :
Dua buah (tungguh) pengugal/giying
Empat buah (tungguh) pemade/gansa
Empat buah (tungguh) kantilan
Dua buah (tungguh) jublag
Dua buah (tungguh) Penyacah
Dua buah (tungguh) jegoggan
Satu buah (tungguh) reong/riyong
Satu buah (tungguh) terompong
Satu pasang gong lanang wadon
Satu buah kempur
Satu buah kemong gantung
Satu buah bebende
Satu buah kempli
Satu buah (pangkon) ceng-ceng ricik
Satu pasang kendang lanang wadon
Satu buah kajar
1.3 FUNGSI MASING-MASING INSTRUMENT &  TEKNIK PERMAINAN
Gamelan gong kebyar memiliki instrumentasi yang cukup besar. masing-masing instrument dalam barungan memiliki fungsinya tersendiri sesuai dengan ciri khas gamelan gong kebyar yaitu “ngebyar”. Sesuai dengan namanya gong kebyar, penerapan teknik  juga  enerjik. Repertoar gamelan gong kebyar memakai teknik-teknik yang sangat komplek. Masing-masing instrument telah memiliki teknik tersendiri dalam sebuah lagu. Begitu juga fungsi alat dalam perangkat/barungan saat memainkan lagu disesuaikan dengan kebutuhan lagu yang dibawakan.
Untuk lebih jelasnya dapat dijabarkansebagai berikut:
•    Satu tungguh Trompong  Dalam barungan gong kebyar memiliki sepuluh buah Moncol/pencon Yang merupakan nada dan  rendah  sampai  nada ndung tinggi. Instrumen  ini dimainkan  oleh  seorang  penabuh  dengan dua  tangan  memakai  panggul yang disebut panggul trompong. Dalam sebuah barungan, instrumentini berfungsi untuk pembawa lagu, juga membuka/pengawit sebuah gending yang dalam barungan membawa melodi dengan tekniknya  tersendiri. Gagebug  trompong  Sekar  tanjung  susunnamanya. Sistem ini adalah gambaran keindahan  permainantrompong yang dalam sub tekniknya seperti: Ngembat,ngempyung, nyilih asih, nguluin, nerumpuk, ngantu, niltil, ngunda dan ngoret .(bandem:1991:18).

•    Satu tungguh instrument reyong. Instrumen riyong adalah suatuinstrument yang berbentuk memanjang. Instrumen ini memiliki jumlahm Moncol/pencon  Sebanyak 12 buah dengan susunan nadadari nada : 5 7 1 3 4 5 7 1 3 4 5 7 dibaca Ndeng, ndung, ndang,nding, ndong, ndeng, ndung, ndang, nding, ndong, ndeng, danndung. Reyong Dimainkan  oleh  empat orang  penabuh dengan mempergunakan masing-masing dua buah panggul pada tangan kanan dan kiri. Teknik permainan yang diterapkan adalah tehnikubit-ubitan yang dalam barungan gamelan sepadan dengan Cecandetan, kotekan, tetorekan  Yang  mengacu pada teknik permainan  polos dan sangsih  Yang dalam lontar prakempa disebut Gagebug  (bandem:1991:16). Lebih lanjut dalam lontar ini Gagebug  rereyongan  Disebut  i gajah mina namanya. Pemain  reyong  pertama  dan ketiga (dari kiri) memainkan pukulan polos  , sedangkan pemain kedua dan keempat memainkan pukulan Sangsih. Setiap pemain reyong memiliki wilayah nada untuk dapat memainkan teknik-teknik di atas.

•    Dua buah instrumen ugal. Instrumen Ugal/giying  Adalah sebuahinstrument yang mempunyai jumlah bilah 10 (sepuluh) buah Dengan susunan nada-nadanya dari kiri ke kanan. 4 5 7 1 3 4 5 7 13 dibaca Ndong, ndeng, ndung, ndang, nding, ndong, ndeng,ndung, ndang, dan nding  Instrumen ini dimainkan oleh seorang pemain dengan alat pemukul (panggul)  . Fungsi dalam barungan adalah sebagai pembawa melodi dan memulai sebuah gending yang dibawakan. Selain itu instrument ugal dapat mengendalikan atau  memimpin sebuah lagu untuk pemberian  keras lirih/Nguncab-ngees  Sebuah gending. Beberapa tehnik pukulannya adalah: Ngoret, ngerot, netdet, ngecek, neliti, ngucek,gegejer, oncang-oncangan dan ngantung.

•    Gansa pemade dan gangsa kantil  Barungan gong kebyar memiliki empat instrument gangsa pemade dan empat  instrument gangsa kantil. Instrumen ini memiliki sepuluh nada dalam  tungguhnya, dan urutan nadanya sama dengan instrument ugal.hanya saja instrument kantil lebih tinggi oktafnya dari gangsa pemade. Jadi secara estetika perbedaan oktaf tersebut untuk mendapatkan keseimbangan dan harmonisasi. Kedelapan instrumen ini berfungsi membuat jalinan-jalinan/Kotekan  Dalam sebuah gending. Pemberian ilustrasi oleh instrument  ini dapat  memperkuat lagu pokok. Beberapa teknik Gagebug /pukulan yang diterapkan dalam instrument gangsa seperti: teknik pukulan Nyogcag, bebaru, tetorekan, norot, ngoret, niltil, ngucek, oncang- oncangan  Dan lain –lain sesuai dengan kebutuhan gendingnya.

•    Dua instrument Penyacah : instrumen ini mempunyai jumlah bilahsebanyak tujuh buah dengan susunan nada: 1 3 4 5 7 1 3 dibaca Ndang, nding, ndong, ndeng, ndung, ndang. Berfungsi  sebagai pemangku lagu/mempertegas  jalannya melodi (pukulannya lebihrapat dari jublag).secara fisik ukurannya lebih kecil dari instrument jublag. Teknik permainannya sangat melodis pada setiap matra lagu.

•    Dua instrument Jublag  . Instrumen  jublag adalah suatu instrument yang memiliki jumlah bilah lima buah, dengan susunan nada 3 4 5 7 1 dibaca Nding, ndong, ndeng, ndung,ndang  Besar  kecilnya nada diambil dari instrument ugal/giying. Funfsinya dalam sebuah barungan adalah Sebagai  pemangku  lagu, memperkuat/mempertegas melodi pada ruas-ruas gending. Teknik pukulan yang diterapkan adalah: Neliti,magending, nyele/nyelah.

•    Dua instrument Jegogan  Instrumen jegogan merupakan instrument bilah yang paling besar  ukurannya dalam barungan gong kebyar. Instrument ini memiliki bilah sebanyak lima buah dengan susunan nada 3 4 5 7 1 dibaca Nding, ndong, ndeng, Ndung ndang . Instrumen  ini berfungsi sebagai  pemangku Lagu dan memberikan  aksentuasi  kuat pada ruas-ruas gending (pukulannya lebih jarang dari jublag)

•    Satu kempur: merupakan instrument berpencon yang besarnyamemiliki diameter 50-60 cm. Dengan digantung pada sebuah Sangsangan , instrument ini berfungsi sebagai pemangku  Irama(ritme) dan sebagai pematok ruas-ruas gending serta sebagaipemberi aksen-aksen sebelum jatuhnya gong. Pola pukulannya dapatmemberikan identitas ukuran tabuh yang dibawakannya. Sepert:tabuh pisan satu kempur dalam satu gong, tabuh dua, ada duakempur dalam satu gongannya, dan seterusnya.

•    Satu instrument Kemong : instrumen kemong adalah merupakaninstrument berpencon yang dalam Settingya  Digantung pada Sangsangan   Kecil yang disebut Trampa  . Fungsinya dalambarungan adalah untuk pengisi ruas-ruas lagu. Biasanyapenerapan pukulan kemong pertanda gending yang dibawakantelah mencapai setengah dari gending secara utuh (kecualipengawak palegongan). Pola pukulannya adalah: Tunjang sari.

•    Dua buah gong Lanang dan wadon  : instrumen  gong  adalah instrument berpencon yang ukurannya paling besar dalam gong kebyar. Terbuat dari kerawang dan memiliki ukuran diameter 65 – 90 cm. Dilihat dari fungsinya, instrument ini berfungsi sebagaifinalis lagu (menghakhiri lagu). Sebagai finalis lagu instrument inimemiliki jenis pukulan yang disebut Purwa tangi
•    Kendang lanang wadon: di atas telah dipaparkan tentanginstrument kendang. Akan tetapi dalam sebuah barungankendang berfungsi sebagai pemurba irama. Disamping itukendang dapat mengatur tempo, keras liris gending dan lain-lain.beberapa pukulan kendang antara lain: motif  Bebaton, gegulet, jejagulan, bebaturan, gupekan, milpil  , dan lain-lain.

•    Beberapa suling dengan berbeda ukuran: suling merupakaninstrument melodis yang dalam komposisi lagu sebagai pemanislagu. Teknik permainan bisa simetris dengan lagu ataukahmemberikan ilustrasi gending baik mendahului maupunmembelakangi melodi gending.

•    Satu ceng ceng kecek: secara fisik ceng ceng gecek memiliki dua bagian yaitu: dua alat pemukul (penekep) disebut bungan ceng ceng, dan ceng ceng tatakan. Dalam tatakan terdapat kurang lebih lima buah ceng ceng yang diikat pada pangkonnya. Untuk Memunculkan suara, ceng ceng  penekep dipegang oleh dua tangan dan dimainkan dengan dibenturkan sesuai tekniknya. Adapun beberapa jenis pukulannya adalah: pukulan malpal, ngecek,ngelumbar dan lain-lain. Sedangkan fungsinya dalam barungan adalah untuk memperkaya ritme/angsel-angsel tanpa memakai tehnik jalinan.

•    Satu buah kajar: instrument  ini  merupakan salah satu inmstrumen bermoncol/pencon yang berfungsi sebagai pembawa irama. Adapun jenis pukulannya adalah pukulan piñatas  lampah yang artinya pola pukulan  kajar yang  mengikuti pola ritme yang ajeg dari satu pukulan ke pukulan berikutnya dalam jangka waktu serta jarak yang sama.

•    Satu  buah  rebab: instrument  rebab merupakan instrument gesek yang dalam barungan gamelan sebagai penyeimbang/ harmonisasi lagu. Instrumen ini  membutuhkan pengeras suara karena secarakualitas suara sangat nyaring, namun  tidak mampu menimbulkan suara keras. Sehingga instrument rebab sangat tepat diharmoniskan dengan suling, dan pada saat pementasan dibantu oleh pengeras suara

1.4 TATA PENYAJIAN
Sikap memainkan gamelan Bali memiliki makna yang sangat penting. Tidak hanya menyangkut kajian estetik keindahan, akan tetapi bagaimana energi disalurkan ketika memainkan gamelan. Posisi duduk seorang pemain gamelan ideal yaitu mengambil posisi silasana yaitu posisi duduk dimana kaki dilipat tertumpuk (kanan dan kiri) sedangkan posisi badan tegak, dan pandangan kedepan (lihat gambar). Dengan posisi yang benar dapat mendukung penampilan dan secara estetik tertata adanya. Aspek penampilan menjadi sangat besar pengaruhnya terhadap sebuah pementasan karena tanpa didukung oleh penampilan yang baik dan apik serta mempertimbangkan aspek keindakan akan tidak tercapai kaidah pertunjukan yang ada seperti: kompak, harmonis, selaras serasi dan seimbang. Sisi lain dari posisi duduk yang benar dapat memberikan energi yang penuh/total, sebab secara penyaluran energi yang seimbang keseluruh tubuh dapat menyebabkan kualitas pukulan terjaga intensitasnya.
Posisi tangan: Untuk dapat memainkan gamelan secara baik tentunya memegang panggul harus diperhatikan. Posisi tangan yang benar untuk memainkan instrument berbilah adalah tangkai panggul dipegang oleh  tangan kanan dengan ibu jari berada sejajar dengan tangkai panggul bagian lebarnya, sedangkan keempat jari lainnya posisi terlipat (lihat gambar). Sedangkan untuk memainkan instrument berpencon posisi tangan mengikuti arah panggul, sedangkan telunjuk tanpa dilipat.  Begitu juga pada instrument lainnya.
Menutup/tatekep: Barungan Gong Kebyar merupakan seperangkat gamelan yang memiliki instrumentasi yang sangat banyak. Hampir 30 -40 buah instrument yang sebagian besar merupakan instrument perkusif. (dipukul). Tehnik-teknik tersebut menyebabkan setiap kelompok instrument memiliki bunyi dan warna nada yang berlainan. Instrumen-instrumen Gong Kebyar yang dimainkan secara dipukul baik memakai tangan maupun memakai alat pemukul/panggul dalam gamelan Bali lazim disebut gagebug. Sedangkan instrument tidak dimainkan secara dipukul diantaranya: instrument suling (ditiup) dan instrument rebab (digesek). Setiap instrument memiliki jenis-jenis pukulan yang berbeda satu sama lainnya. Oleh karena terbatasnya informasi tentang identifikasi pukulan yang ada, maka dalam tulisan ini dicoba memberikan teknik dasar tentang memainkan gamelan Gong Kebyar secara konvensional serta mengacu pada sumber-sumber yang telah diakui keabsahannya.
•    1.5SETTING INSTRUMENT
BELAKANG

Q

L                                             M                                               N

J                                                                                                       J

H                                                                                            H
1     2      3      4

D                                       E

DEPAN

A                       KETERANGAN GAMBAR:
A.    (A1 kendang Wadon)(A2 Kendang Lanang)  H.( H1 Gangse Polos)( H2 Gangse Sangsih)
B.    Ceng-ceng ricik                                                I.  Giying/ Ugal
C.    Terompong                                                       J. ( J1 Kantil Polos)   ( J2 Kantil Sangsih)
D.    (1.2.3.4) Seruling                                             K. Reyong
E.    Ceng-ceng Kopyak                                           L.  ( L1.L2) Penyacah
F.    Rebab                                                               M. ( M1.M2) Jublag
G.    Kajar                                                                 N.  (N1.N2) Jegogan
O.    Bende                                                                P. Kempur
Q.    ( Q1 Gong Wadon Q2 Gong Lanang)
Sumber:
•    1. I Wayan, 2002. Wayan Beratha Pembaharu Gamelan Gong Kebyar. Yogyakarta, Tarawang.

•    2. I Made Bandem, Mengenal Gamelan Bali ( Akademi Seni Tari Indonesia Denpasar, 1982).

•    3. I Gusti Ngurah Rai Mirsha, et.al., Sejarah bali (Denpasar; Proyek Penyusunan Sejarah Bali Pemerintah Daerah Tingkat I Bali, 1986), hal. 165-202

•    Windha, I Nyoman, dkk.. 1985. “Aspek-Aspek Penggarapan Karawitan Bali di ASTI Denpasar”. Akademi Seni Tari Indonesia Denpasar.

•    Mustika, Pande Gede, I Nyoman Sudiana dan I Ketut Partha. 1996. Menenal Jenis-Jenis Pukulan dalam Barungan Gamelan Gong Kebyar.Denpasar: Sekolah Tinggi Seni Indonesia Denpasar

•    Website/ situs mengenai gong kebyar, babad bali,google,bloog sejarah seni budaya bali,kevina bali,dan website isi-dps.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*