Pesona Tari Tor Tor dari Batak Toba

torKetika kita dengar kata Tor Tor Batak maka kita akan membayangkan sekelompok orang (Batak Toba) yang menari (manortor) diiringi seperangkat alat musik tradisional (gondang sabangunan), dengan gerakan tari yang riang gembira, melenggak-lenggok yang monoton, yang diadakan pada sebuah pesta suka maupun duka di wilayah Tapanuli. Tari Tor Tor ini juga sangat terkenal sampai ke penjuru dunia, ini terbukti dari banyaknya turis manca negara maupun lokal yang ingin belajar tarian ini, hal ini dikarenakan masyarakat Batak yang pergi merantau pun dengan bangga selalu menampilkan Tari Tor Tor Sumatera Utara ini dalam acara perhelatannya.
Tari Tor Tor merupakan salah satu jenis tari yang berasal dari suku Batak di Pulau Sumatera. Sejak sekitar abad ke-13, Tari Tor Tor sudah menjadi budaya suku Batak. Perkiraan tersebut dikemukakan oleh mantan anggota anjungan Sumatera Utara 1973-2010 dan pakar Tari Tor Tor. Dulunya, tradisi Tor Tor hanya ada dalam kehidupan masyarakat suku Batak yang berada di kawasan Samosir, kawasan Toba dan sebagian kawasan Humbang. Namun, setelah masukknya Kristen di kawasan Silindung, budaya ini dikenal dengan budaya menyanyi dan tarian modern. Di kawasan Pahae dikenal dengan tarian gembira dan lagu berpantun yang disebut tumba atau juga biasa disebut Pahae do mula ni tumba.
Tortor adalah tarian seremonial yang disajikan dengan musik gondang. Secara fisik tortor merupakan tarian, namun makna yang lebih dari gerakan-gerakannya menunjukkan tortor adalah sebuah media komunikasi, di mana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan upacara. Tortor dan musik gondang ibarat koin yang tidak bisa dipisahkan. Sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (Hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakan Tua ni Gondang, sehingga berkat dari gondang sabangunan.
Setiap selesai satu permintaan selalu diselingi dengan pukulan gondang dengan ritme tertentu dalam beberapa saat. Setelah permintaan/seruan tersebut dilaksanakan dengan baik maka barisan keluarga suhut yang telah siap manortor (menari) mengatur susunan tempat berdirinya untuk memulai menari. Adapun jenis permintaan jenis lagu yang akan dibunyikan adalah seperti , Permohonan kepada Dewa dan pada ro-roh leluhur agar keluarga suhut yang mengadakan acara diberi keselamatan kesejahteraan, kebahagiaan, dan rezeki yang berlimpah ruah, dan upacara adat yang akan dilaksanakan menjadi sumber berkat bagi suhut dan seluruh keluarga, serta para undangan.
Ada banyak pantangan yang tidak diperbolehkan saat manortor, seperti tangan si penari tidak boleh melewati batas setinggi bahu ke atas, bila itu dilakukan berarti si penari sudah siap menantang siapa pun dalam bidang ilmu perdukunan, atau adu pencak silat (moncak), atau adu tenaga batin dan lain-lain. Tari tortor digunakan sebagai sarana penyampaian batin baik kepada roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat.roh-roh leluhur dan maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat.
Setiap penari tortor harus memakai ulos dan mempergunakan alat musik/gondang (Uninguningan). Ulos atau sering juga disebut kain ulos adalah salah satu busana khas Indonesia. Ulos secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera. Dari bahasa asalnya, ulos berarti kain. Cara membuat ulos serupa dengan cara membuat songket khas Palembang, yaitu menggunakan alat tenun bukan mesin. Warna dominan pada ulos adalah merah, hitam, dan putih yang dihiasi oleh ragam tenunan dari benang emas atau perak. Mulanya ulos dikenakan di dalam bentuk selendang atau sarung saja, kerap digunakan pada perhelatan resmi atau upacara adat Batak, namun kini banyak dijumpai di dalam bentuk produk sovenir, sarung bantal, ikat pinggang, tas, pakaian, alas meja, dasi, dompet, dan gorden.
Ulos juga kadang-kadang diberikan kepada sang ibu yang sedang mengandung supaya mempermudah lahirnya sang bayi ke dunia dan untuk melindungi ibu dari segala mara bahaya yang mengancam saat proses persalinan. Sebagian besar ulos telah punah karena tidak diproduksi lagi, seperti Ulos Raja, Ulos Ragi Botik, Ulos Gobar, Ulos Saput (ulos yang digunakan sebagai pembungkus jenazah), dan Ulos Sibolang.
Tari Tor-tor selalu ditampilkan dengan tabuhan Gondang Sembilan. Warga Mandailing biasanya menyebutnya Gordang Sembilan, sesuai dengan jumlah gendang yang ditabuh. Jumlah gendang ini merupakan yang terbanyak di wilayah Suku Batak. Karena gendang di wilayah lainnya seperti Batak Pakpak hanya delapan buah, Batak Simalungun tujuh buah, Toba enam buah, dan di Batak Karo tingga tersisa dua buah gendang.
Sayangnya keindahan budaya Tari Tor-tor dan Gondang Sembilan ternoda dengan kurangnya penghargaan. Sulit mencari pihak yang mau membiayai pagelaran budaya ini, terutama di Ibu Kota. Hanya karena pejuang-pejuang seni Batak, Tari Toro-tor dan Gondang ini masih tumbuh dan terlihat keberadannya.
Bagaimanapun juga, Tor Tor Batak adalah identitas seni budaya masyarakat Batak yang harus dilestarikan dan tidak lenyap oleh perkembangan zaman dan peradaban manusia. Tari Tor Tor Batak mengandung nilai-nilai etika, moral dan budi pekerti yang perlu ditanamkan kepada generasi muda. Dan ini merupakan tugas kita bersama sebagai warga negara Indonesia agar tidak ada lagi seni budaya asli peninggalan nenek moyang bangsa kita yang diklaim oleh negara lain.

Daftar Pustaka

http://warisanindonesia.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Tortor_Batak_Toba
Hasibuan, J. S. 1985. “Batak”. Jakarta : PT. Jayakarta Agung Offset.
Purba, Mauly. 2007. “Mengenal Tradisi Gondang dan Tor-tor pada Masyarakat Bataka Toba”. Medan.

TIPS MEMBUAT KOMPOSISI MUSIK SENDIRI

komposisiUntuk menjadi pengarang lagu yang baik, diperlukan beberapa kemampuan dasar yang mendasari keberhasilan dalam berkarya serta langkah-langkah dalam berkarya. Mengarang lagu harus memiliki trik-trik yang harus di kuasai. Dengan memiliki trik-trik mengarang lagu maka bisa siap untuk mengarang lagu dengan baik.
Berikut ini adalah trik-trik yang harus diketahui sebelum mengarang lagu dengan baik.
Unsur-Unsur Dasar dalam Berkarya Musik. Persyaratan dasar dalam mengarang lagu, antara lain
Bakat. Bakat adalah kompetensi dasar yang di miliki manusia sejak lahir. Bakat seni seseorang kadang menurun kepada anak cucu. Bakat seni seseorang akan berkembang dengan baik apabila didukung oleh pendidikan dan lingkungan yang baik pula. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dan prasarana yang kurang memadai tidak mendukung seseorang untuk berkembang.
Pengetahuan Musik. Lagu adalah hasil karya musik berupa rangkaian nada-nada dan syair yang sengaja disusun untuk mengungkapkan pkiran dan perasaan. Untuk membuat lagu, seseorang komponis harus memiliki beberapa pengetahuan dasar music antara lain yaitu yang pertama adalah pengetahuan dasar teori music. Pengetahuan dasar teori musik meliputi bentuk dan nilai nada, bentuk dan nilai tanda diam, birama dan tanda birama, anda tempo, dinamik, dan ekspresi, susunan dan watak tangga nada, dan interval dan sifat-sifat interval. Kedua adalah pengetahuan dasar melodi. Melodi adalah rangkaian nada berdasarkan tinggi rendah atau naik turunnya. Ketiga yaitu pengetahian dasar ritme. Ritme adalah gerak yang teratur mengalir karena turunnya aksen secara tetap. Keindahan ritme akan lebih terasa apabila adanya jalinan perbedaan nilai dari satuan bunyi. Keempat yaitu pengetahuan dasar ilmu harmoni. Harmoni adalah keselarasan paduan bunyi. Secara teknis, harmoni meliputi susunan dan hubungan paduan bunyi dengan sesamanya, atau dengan bentuk keseluruhannya. Kelima yaitu pengetahuan dasar pola dan bentuk komposisi. Komposisi adalah rangkaian nada untuk membuat suatu simphoni atau rangkaian unsur pokok dalam membuat sebuah karya. Dan yang terakhir adalah pengetahuan dasar ilmu vokal.
Pengetahuan Bahasa Yang Baik. Pengetahuan bahasa yang harus dimiliki seorang pengarang lagu, antara lain memiliki kemampuan menentukan tema lagu dan kalimat dalam mengembangkan berbagai judul lagu, memiliki kemampuan membuat kalimat yang baik, memiliki kemampuan memilih dan mengatur kata sehingga menimbulkan bunyi bahasa yang baik, dan memiliki pengetahuan tentang ungkapan dan gaya bahasa yang baik. Pada hakikatnya lagu merupakan gabungan dari nada dan untaian kata yang indah.
Langkah-Langkah Mengarang Lagu. Didalam berkarya musik, khususnya pengarang lagu, tidak hanya sekedar menyusun nada menjadi melodi dan memberinya syair, tetepi membutuhkan pengetahuan yang luas serta bakat. Adapun langkah-langkah mengarang lagu sebagai berikut.
Memilih Tema Lagu. Tema adalah pokok pikiran, gagasan, atau ide dasar. Dalam musik tema dapat di ambil dari kejadian sehari-hari, pengalaman hidup, cerita rakyat, kepahlawanan, cinta, dan puji-pujian. Dari tema lagu, kita dapat menyusun kalimat musik yang beraneka ragam sehingga menimbualkan melodi yang bermacam-macam sifat, bentuk, dan jenisnya.
Memilih Bentuk Komposisi. Dalam membuat komposisi musik diperlukan beberapa proses, diantaranya yaitu menyusun nada menjadi melodi, menyusun nada menjadi harmoni, menggabuangkan melodi dan harmoni menjadi suatu komposisi musik, menyusun frase untuk menyusun kalimat lagu, dan menyusun gerakan musik yang sesuai sengan bentuk komposisi musik.
Menentukan Tangga Nada. Memilih tangga nada berhubungan erat dengan karakter lagu yang akan dibuat. Tangga nada mayor melukiskan karakter dan sifat lagu penuh keyakinan, optimis, mantap,riang, gembira, ceria, bangga dan manyenangkan. Sementara itu, tangga nada minor melukiskan karakter pesimis, penuh, keraguan, sedih, sendu, mudah terharu, kecewa, kegagalan, dan melankolis. Dalam satu lagu juga dapat juga menggunakan dua tangga nada.
Menentukan Ambitus Suara. Ambitus adalah jangkauan wilayah nada. Mengetahui pangsa pasar lagu yang akan dibuat merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pencipta lagu. Misalnya, untuk anak-anak, remaja, orang dewasa, dan umum karena setiap kelompok masyarakat memiliki kemampuan ambitus yang berbeda. Kemampuan ambitus anak-anak lebih terbatas apabila dibandingkan dengan orang dewasa.
Menentukan Metrum/Ukuran Irama. Menentukan metrum atau ukuran birama sangat mempengaruhi irama lagu yang akan diciptakan karena irama merupakan denyut nadi dan unsur pokok sebuah lagu
Menyusun Melodi atau Membuat Syair Lagu. Setiap pengarang lagu dalam menyusun melodi atau membuat syair lagu memiliki cara yang berbeda, namun tidak boleh berdiri sendiri, apa lagi bertentangan. Kedua faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah melodi adalah yang pertama yaitu Struktur Melodi. Sebelum menyusun melodi, sebaiknya menentukan bentuk komposisi lagu erlebih dahulu. Struktur melodi terdiri atas suatu rangkaian periode yang disusun dari beberapa frase. Satu frase melodi terbentuk dari dua moif yang melukis watak atau jiwa lagu yang akan tercipta. Kadua adalah Gerakan Melodi. Gerak melodi ditentukan oleh irama, sedangkan cara bergerak atau jalan melodi dipengaruhi oleh inverval. Dalam pengetahuan musik, terdapat empat macam gerak melodi, yaitu gerak melodi rata atau mendatar melukiskan suasana tenang, gerak melodi naik melukiskan suasana penuh dinamis, gerak melodi turun melukiskan suasana damai dan keragu-raguan, gerak melodi turun dan naik melikiskan suasana yang berubah-ubah, kadang senang, sedih, atau sebaliknya.

Daftar Pustaka
Soeharto, M. 1986. “Belajar Membuat Lagu”. Jakarta : Gramedia
Prier, Karl-Edmund. 1996. “Ilmu Bentuk Musik”. Yogyakarta.

Cara Tepat Memilih Gitar Yang Berkualitas

gitarBagi seorang musisi, alat musik selayaknya belahan jiwa. Untuk itu, tak bisa sembarangan memilihnya. Jika alat musik tak sesuai, permainan pun tak bisa bagus dan dinikmati dengan total. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam memilih gitar yang baik, tepat dan berkualitas. Cara paling aman tentu saja adalah dengan minta bantuan teman yang sudah lebih berpengalaman dalam bermain gitar (atau lebih baik lagi, seorang guru gitar) menemani Anda memilihkan gitar yang paling pas untuk Anda. Tentunya hal ini tak selalu bisa kita lakukan. Jadi untuk memastikan Anda mendapatkan gitar yang cocok untuk pemula, berikut adalah tips-tips yang dapat Anda ikuti.
Mengatur anggaran. Ini tidak disarankan untuk mendapatkan gitar high end dengan harga mahal, dan pada saat yang sama, itu juga disarankan untuk mendapatkan yang sangat murah. Tidak hanya itu yang akan mencegah Anda dari pembakaran lubang di saku Anda, Anda juga tidak akan berakhir dengan gitar low end yang terdengar kurang baik.
Tipe gitar. Menentukan jenis gitar apa yang Anda inginkan, akustik atau elektrik. Tentu ini sangat disesuaikan dengan selera permainan Anda. Jika Anda adalah pemula dan baru membeli gitar untuk pertama kali, ada baiknya memilih gitar akustik terlebih dulu. Jika Anda bermain jenis musik metal, pilih gitar dengan pick-up system yang memiliki kemampuan menghasilkan suara keras. Gitar yang memiliki pickup single coil sangat cocok digunakan bermain musik rock, funk, dan jazz.
Bahan Gitar. Perhatikan bahan kayu yang digunakan gitar akustik tersebut. Ada beberapa jenis kayu yang sering dipakai dalam pembuatan gitar akustik seperti mahogany, spruce, rosewood, nato dan lain-lain. Penulis menyarankan jenis kayu rosewood dan spruce yang digunakan pada gitar akustik karena mempunyai suara akustik yang baik dalam hal volume suara yang keras, natural dan jernih.
Neck/batang. Neck atau batang adalah salah satu bagian penting pada semua jenis gitar. Perhatikan batang/neck gitar apakah sudah terlihat lurus dan sejajar, dengan cara memincingkan mata pada salah satu ujung batang gitar. Ada satu hal lagi yang penting, batang yang baik harus mempunyai treshold yang diisi batang besi sehingga batang akan senantiasa kokoh atau tidak mudah melenting.
Fret. Untuk pemilihan jumlah fret biasanya ditentukan oleh tipe gitar akustik yang kita inginkan. Seperti yang kita tahu jumlah fret yang dimiliki gitar akustik nylon/classic pada umumnya lebih sedikit sekitar 19 fret, sedangkan gitar akustik yang menggunakan senar string/steel mempunyai jumlah fret lebih banyak daripada gitar nylon sekitar 22 fret. Periksa seluruh fret pada gitar akustik yang akan kita beli apakah seluruh fret berfungsi dengan baik, karena pada gitar akustik ataupun elektrik jika ada salah satu fret yang tidak berfungsi (dua fret mempunyai bunyi nada yang sama) berarti gitar itu sumbang atau fals .
Merk gitar. Seperti yang anda tahu merk juga salah satu elemen yang patut diperhitungkan sebelum kita membeli sesuatu. Sama halnya dengan gitar, baik itu gitar akustik atau elektrik, merk menentukan kualitas dan harga dari sebuah gitar. Namun ini semua kembali kepada kebutuhan kita, apakah kita akan menggunakannya secara profesional sebagai musisi atau hanya untuk kebutuhan hobi saja. Ada banyak merk gitar akustik baik lokal maupun luar negeri dengan harga yang beragam dan bervariasi.
Garansi toko/merk gitar .Satu faktor penting dalam membeli gitar akustik adalah jangan lupa untuk menanyakan garansi gitar yang akan kita beli baik itu garansi yang didapat dari toko atau brand/merk gitar. Ini hal yang sangat penting, karena jika kita mengalami masalah teknis atau non-teknis akan lebih mudah untuk menanganinya karena kita sudah memiliki garansi atau jaminan dari toko tersebut. Sebelum kita membeli gitar akustik, alangkah baiknya jika kita meminta referensi toko gitar yang baik kepada teman atau melakukan googling di internet sehingga kita tidak akan mengalami kekecewaan saat membeli gitar.
Jangan langsung membeli. Sebelum menentukan gitar apa yang akan Anda pilih, lakukan riset terlebih dulu di internet, baca ulasan dari banyak ahli, minta pendapat teman yang tahu soal gitar, jangan langsung memutuskan dengan cepat. Setelah mendengarkan saran-saran tersebut, pilih gitar yang Anda sukai, dan rasakan insting Anda.
Lakukan riset toko. Setelah membaca banyak ulasan, waktunya untuk melakukan riset secara langsung ke toko-toko gitar di wilayah Anda. Jangan menghabiskan uang sebelum Anda yakin benar apa yang ingin dicari. Ketika mencoba gitar di toko, dengarkan dengan hati-hati, dan rasakan bagaimana ketika memainkannya. Coba perhatikan jika gitar mengeluarkan suara mendengung atau suara yang tak bersih. Jika belum menemukan gitar yang tepat, coba lakukan lebih banyak riset toko, jangan terburu-buru membeli.
Gitar yang nyaman. Pentingnya untuk mencoba gitar sebelum membelinya adalah agar Anda mengetahui apakah gitar tersebut nyaman digunakan dan sesuai dengan jenis permainan Anda. Gitar dengan leher yang terlalu tebal tak cocok jika Anda melakukan permainan cepat. Jika mencari gitar akustik, pastikan kayu gitar berkualitas, karena ini adalah faktor yang penting. Gitar dengan kualitas kayu yang baik sedikit lebih berat dibandingkan gitar dengan kualitas rendah.
Seperti yang Anda lihat, belajar bagaimana memilih gitar sangat sederhana ketika Anda tahu apa yang harus dipertimbangkan. Jadi ikuti tips-tips tersebut untuk membantu Anda memilih gitar secara puas dengan pilihan yang tepat.

Daftar Pustaka

http://www.constiti.com/2013/09
http://aneka-chord-dan-kunci-lagu.blogspot.com
Ardi Renaldi & Erick Erizawa . 2010. “Jago Main Gitar Elektrik + Memilih Gitar, Efek, dan Sound System Sesuai dengan Genre Musik”. Kawan Pustaka

Komunitas Batak Marga Siagian di Bali

Seiring perjalanan waktu, keberadaan orang Batak di Pulau Dewata semakin berkembang. Perkembangan itu dimulai dengan banyaknya Halak Hita yang datang dan mengais rejeki di pulau ini. Namun banyak pula kedatangan mereka dikarenakan pindah tugas dari instansi mereka. Dengan kehadiran mereka, serta merta menambah warna dari pada pola dan budaya masyarakat di Bali. Dulu kebudayaan Hindu kental dengan kebudayaannya sendiri namun sekarang dengan kehadiran banyak suku bangsa dan bahasa di Bali menjadikan pulau ini semacam kota cosmopolitan. Bukan hanya suku bangsa Indonesia namun juga bangsa lain (mancanegara) seperti semut mengerumuni gula bali.
Khusus suku bangsa Batak yang datang jauh dari Sumatera Utara, mereka memiliki berbagai latar belakang pendidikan dan bakat. Banyak yang bekerja di birokrat dan banyak pula yang bekerja di bidang seni, teknik dan berbagai macam keahlian. Saya akan menceritakan sedikit tentang silsilah marga Siagian.
Orang Batak mempunyai cerita atau legenda atau “Tarombo” sendiri bahkan berawal dari manusia pertama / generasi pertama (1 generasi 100 tahun). Inilah yang disebut Legenda Keajaiban yang berlangsung selama 30 generasi. Legenda Keajaiban berlanjut ke Silsilah orang Batak sebanyak 12 generasi, kemudian dilanjutkan dengan Silsilah Marga hingga sekarang ini sekitar 20 generasi. Di hitung dari jumlah generasi, silsilah orang Batak sudah seputar 6.000 tahun.
Tarombo Batak di-analogi-kan sebagai “Pohon Beringin”, mempunyai akar, batang, dahan, ranting, daun, bunga dan buah. Ada peribahasa Batak yang berbunyi sebagai berikut: “Tinitip sangga bahen huru-huruan, jolo sinungkun marga asa niboto partuturon“, artinya “tanyakan dulu marga, barulah diketahui kekerabatan”. Tata krama ini berlaku hingga saat ini dalam adat Batak. Contohnya, kalau saya bermarga Siagian bertemu dengan seseorang yang memperkenalkan diri bermarga Siagian, saya akan bertanya kepadanya Siagian-nya dari mana, kemudian saya tanyakan lagi Siagian nomer berapa. Dengan demikian saya bisa menentukan / mendeklarasikan bahwa dia saya panggil cucu, anak, abang atau adik, paman atau nenek. Tegasnya kalau dia bernomer 17 akan saya sebut cucu, kalau dia bernomer 16 akan saya sebut anak, kalau dia bernomer 15 akan saya sebut abang atau adik, dan kalau dia bernomer 14 akan saya sebut bapak, dan kalau dia bernomer 13 akan saya sebut nenek. Tidak hanya itu, tata krama adat Batak diatas juga berlaku antar marga. Contohnya, kalau istri saya bermarga Tampubolon, maka saya akan menyebut semua marga Tampubolon Hulahula / Raja / Tulang. Demikian pula kalaau adik saya perempuan menikah dengan marga Situmorang, maka kerabatnya akan saya sebut Lae (ipar) / Amangboru (paman).
Oleh sebab itu kalau seseorang Batak tidak tahu Taambo / silsilah / Tarombo-nya, maka dia akan sulit mengikuti tata krama Batak. Tata krama yang diceritakan ini tidak berlaku atau diberlakukan kepada suku atau etnik lain. Maka dalam pergaulan sehari-hari, pergaulan orang Batak tidak kaku bahkan luwes, sehingga dia bisa hidup dimana-mana. Tidak menjadi penghalang orang Batak menikah dengan suku atau etnik lain, karena mereka akan diberi atau diangkat marga sesuai dengan aturan main yang ada.
Satu bulan yang lalu saya menghadiri acara keluarga Batak marga Siagian se Bali. Acara ini terakhir kali diadakan tahun 2010 di rumah seorang penatua di daerah Tabanan. Saya masih ingat silaturahmi terakhir tahun 2010 begitu berkesan dan masih lengkap dihadiri anggota yang belum meninggal. Kini 2014 tercatat beberapa anggota telah pergi meninggalkan kita.
Penatua atau yang dituakan menjadi motor penggerak di setiap kegiatan. Penatua memberi sambutan pembukaan dilanjutkan dengan ramah tamah. Acara yang mengambil tempat di Sanur Bali Beach ini mengagendakan pergantian kepengurusan karena pengurus yang lama telah bertugas hampir 8 tahun.
Banyak hal menarik sebenarnya yang bisa digali dari komunitas Batak marga Siagian di Bali ini. Bagaimana kami berinterkasi dengan saudara kami orang Bali. Dalam berbagai sendi kehidupan sosial kami berbagi suka dan duka. Tapi dalam kehidupan beragama kami saling menghargai dan tak pernah mencampur adukan masalah agama. Pada waktu acara silaturahmi kemarin terasa belum diberi porsi cukup untuk saling mengenal antar warga Batak marga Siagian dari daerah lain (Klungkung, Badung, Gianyar, Tabanan, Negara dan Karangasem). Ada 300 orang lebih dan mereka berkelompok sesuai dengan daerah mereka sendiri.
Rapat pemilihan ketua baru. Sebagian dari mereka dari generasi tua. Yang muda hanya bengong tak kenal siapa siapa lagi. Apalagi jika orang tua mereka telah meninggal. Kemungkinan mereka tidak akan datang lagi pada acara silaturahmi berikutnya. Karena itu saya berharap dengan kepengurusan yang baru ini akan dapat membuat program acara silaturahmi yang bisa membuat kita saling mengenal lebih dekat lagi. Terutama untuk keluarga Batak marga Siagian di Bali yang telah meninggalkan Bali secara fisik tapi dihati mereka masih merasa sebagai warga Bali.
Banyak juga saya lihat generasi muda yang lain yang masih semangat mau hadir. Mungkin karena merasa senasib diperantauan. Apapun itu kita perlu menjalin silaturahmi lebih erat lagi. Kita ingin seperti eratnya keluarga Batak di perantauan yang sungguh luar biasa. Saling membantu jika ada kesusahan (biasanya bila ada yang meninggal) dan saling berbagi kebahagian (biasanya bila ada yang menikah). Dalam acara tersebut oleh Penatua diusulkan untuk memiliki sebuah website untuk forum komunikasi maya. Saya sangat setuju dan mendukung 100%. Mungkin sebagai langkah awal saya akan buat sebuah Blog untuk melaporkan segala sesuatu tentang kegiatan silaturahmi.

Sekilas Tentang Saya

20131208_210457 Nama saya Waykson Siagian, saya kerab dipanggil Samson. Saya tinggal di Lukluk, tepatnya di Lingkungan Banjar Umahanyar Perum Lukluk Indah Blok B/40, Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Saya lahir di Denpasar pada tanggal 18 Januari tahun 1988. Saya beragama Kristen. Ayah saya bernama B Siagian yang sekarang bekerja sebagai wirausahawan, sedangkan ibu saya bernama Ni Wayan Surati yang sekarang menjadi Guru Penjaskes di SD 5 Darmasaba. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara, oleh karena itu nama saya berisi “Gede” pada KTP saya yang dalam istilah Bali itu berarti anak pertama. Satu-satunya adik saya bernama Janhot Alit Siagian, iya saat ini sedang melanjutkan sekolah S2nya di Jepang sambil bekerja paruh waktu disana. Saat ini status saya sesuai dengan KTP yaitu belum kawin.
Hobiku adalah mendengarkan music dan bermain gitar. Biasanya di waktu senggang aku lebih memilih melelakukan hobiku ketimbang hal lain seperti bepergian. Makanan kesukaanku adalah makanan khas Bali seperti lawar, ayam betutu, sate lilit dan sebagainya. Warna kesukaanku adalah warna hitam. Keinginanku saat ini adalah lulus sarjana di bidang musik.
Saya sendiri, dulu saya mulai menempuh pendidikan di Sekolah Dasar 2 Dharmasaba selain mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya saya juga mengikuti ektsra kulikuler pramuka dan pencak silat. Setelah tamat SD dengan mendapat NEM yang lumayan kemudian saya melanjutkan di SMP 3 Abiansema. Di SMP ini saya juga mengikuti ekstrakulikuler pramuka dan pencak silat. Disini saya juga mengikuti kepengurusan OSIS
Setelah lulus, saya melanjutkan sekolah di SMA Widya Brata Mengwi. Saya mengawali bersekolah disana dengan mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) setelah itu saya mulai mengikuti kegiatan belajar disana. Kelas X selain mengikuti proses akademik saya juga mengikuti OSIS. OSIS mengurus Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) baik itu pada saat latihan maupun lomba, dan pada akhir semester genap kami mengadakan acara yang menampilkan pertunjukan-pertunjukan seni dan juga diadakan pameran hasil karya seni. Selain mengikuti OSIS saya juga mengikuti ekstrakulikuler Tabuh dimana ekstrakulikuler ini biasanya melakukan ngayah ketika ada kegiatan keagamaan, namun selain itu juga menymbangkan pertunjukan seni pada kegiatan lainnya dan juga saya terus melanjutkan ekstrakulikuler saya yaitu pencak silat. Di luar sekolah saya juga mengikuti pendidikan informal yaitu mengikuti kursus Piano dan Gitar Klasik. Saya mengikuti ujian dan berhasil lulus.
Karena mengikuti begitu banyak kegiatan, masa SMA berlalu begitu cepat, tak terasa saya sudah harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di Institut Seni Indonesia Bali belum memiliki jurusan atau prodi seni pertunjukan / seni musik, sehingga saya memutuskan untuk berkuliah terlebih dahulu Jurusan FKOP, Fakultas Pendidikan IKIP PGRI Bali. Kebetulan saya juga senang dengan kegiatan olah raga dan berhubung ibu saya adalah seorang guru Penjaskes. Selama 4 tahun saya mengenyam pendidikan di IKIP PGRI Bali Jurusan FKOP dan saya berhasil menamatkan perkuliahan saya pada tahun 2012. Setelah saya lulus dari IKIP PGRI Bali, banyak tawaran yang menghampiri saya untuk menjadi seorang guru olahraga. Saya menerimanya walaupun saya juga sibuk mengajar privat musik diantaranya mengajar alat musik gitar (Gitar Klasik dan Elektrik), alat musik piano dan juga drum. Dari dulu saya sudah tertarik dengan musik. Banyak orang yang mengatakan orang yang berasal dari Medan (Batak) adalah orang-orang pemusik atau memiliki jiwa musik. Setelah 1 tahun saya jeda kuliah dan mengisi hari-hari saya dengan mengajar. Pada tahun 2013 saya mendapatkan info bahwa Institus Seni Indonesia di Bali sudah membuka jurusan atau prodi seni pertunjukan / seni musik dan saya tertarik untuk mendaftar.
Dari dulu saya memang sudah tertarik untuk melanjutkan ke pendidikan Seni musik, dan orang tua saya pun mengizinkan dan saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Institut Seni Indonesia Denpasar berhubung juga di ISI baru dibuka jurusan Seni musik pada tahun itu. Saya pun mendaftar dan mengikuti tes masuk di Institut ini dan akhirnya saya lolos untuk menjadi mahasiswa. Saya pun mengikuti OSPEK di kampus ini selama 3 hari yang diisi dengan ceramah-ceramah dan banyak dibebankan dengan tugas-tugas agar nanti bisa lulus dan mendapatkan sertifikat. Setelah berhasil lulus saya mulai mengikuti perkuliahan disini, saya merasakan perbedaan dalam mengikuti kuliah tapi saya mencoba menikmati karena saya mulai fokus mempelajari satu hal, dan satu hal itu adalah hal yang saya sukai. Pada jurusan ini saya memilih instumen mayor gitar, karena saya memang paling tertarik untuk mendalami gitar, pada semester satu ini pun saya mengikuti perkuliahan sebagaimana mestinya. Pada akhir semester saya mengikuti ujian, namun ujian piano dan instrument mayor lainnya diuji secara langsung dalam pementasan yang diadakan di Gedung Natya Mandala secara bersamaan. Setelah mengikuti semua ujian saya pun berhasil lulus di semester satu ini dengan nilai yang memuaskan dan mendapat IP 3.55. Dan sekarang saya sedang mengikuti semester 2, di semester 2 ini saya mengambil 22 sks.
Saya juga memiliki beberapa pengalaman pekerjaan. Diantaranya pada tahun 2007 sampai 2008 saya bekerja sebagai sales di perusahaan Bali Abadi. Pada tahun 2008 sampai 2009 saya bekerja sebagai Guru Olahraga di SD 2 Darmasaba. Pada tahun 2009 sampai 2010 bekerja sebagai Admin Gudang di perusahaan CV Anugerah Jaya. Dan pada tahun 2010 sampai 2011 saya bekerja sebagai Pengawas Lapangan di CV Cahaya Sejati. Saya adalah tipe orang pekerja keras karena aku tidak mau memberatkan orang lain. Sehingga dari pertama kali saya kuliah, saya berusaha bekerja untuk mencari uang agar bisa membayar uang kuliah sendiri tanpa memberatkan orang tua
Demikianlah biografi dan pengalaman saya yang dapat saya sampaikan. Saya bisa di hubungi lewat HP di ‘08563715649’, atau juga di email ‘[email protected]’. Saya juga mempunyai beberapa akun social media diantaranya, ‘Samsona Pecok’ untuk facebook dan blog saya juga dapat dikunjungi di alamat http://blog.isi-dps.ac.id/siagian/.