Categories
Lainnya

Sejarah Gamelan Gong Kebyar


Perangkat atau barungan Gong Kebyar diperkirakan lahir tahun 1915 di Desa Bungkulan Kabupaten Buleleng hal ini berdasarkan hasil informasi dari para seniman dan Empu Karawitan Bali. Namun sampai saat ini pernyataan ini baru bersifat asumsi atau dugaan sementara, karena belum dilandasi dengan data-data yang pasti. Istilah kebyar digunakan untuk menyebut nama perangkat/barunan gambelan ini, kemungkinan karena adanya kesan dari hasil tabuhannya yang serentak, bunyinya yang keras diibaratkan seperti lampu yang dinyalakan dengan terang.

Disamping itu menurut Mcphee (1996 : 328) Gong Kebyar merupakan salah satu bentuk gambelan Bali yang menggunakan laras pelog lima nada (panca nada) dengan tahun kelahiran yang sama yaitu pada tahun 1915. Salah satu sebab munculnya gambelan ini yaitu adanya kebanggaan untuk “berkompetisi” dari masyrakat khususnya seniman Bali. Sejak pemunculannya gong kebyar telah mampu merebut hati masyarakat karena gambelan ini merupakan salah satu media yang dipergunakan oleh para seniman untuk mengungkapkan ekspresi estetiknya baik yang masih mengacu pada tradisi maupun yang benar-benar ingin mendapatkan sesuatu yang baru.

Gong kebyar ini pada mulanya berasal dari barungan gong gede yang terdiri dari lima bilah, namun sesuai dengan perkembangannya gong gede ini telah mengalami perubahan bentuk menjadi Gong Kebyar namun gending-gending tersebut tidak berubah ciri khasnya bila diperdengarkan dengan menggunakan gambelan Gong Kebyar. Suasana yadnya yang agung dan megah tetap terasa dan membawa orang akan terbayang dengan kedamaian.

Gong kebyar ditabuh untuk pertama kalinya menyebabkan terjadinya kekagetan yang luar biasa. Masyarakat menjadi tercengang dan ternak sapi yang sedang diikatkan di ladang dan di kandangnya terlepas dan lari tunggang langgang.

Kebyar adalah tabuhan bersama dan serentak yang diikuti oleh hampir semua tungguhan pada perangkatnya kecuali tungguhan suling, kajar, rebab, kempul, bebende kemong, kajar dan terompong. Bentuk kebyar merupakan salah satu bagian dari satu kesatuan gending yang letaknya bisa di depan, di tengah atau di bagian akhir. Jenis tabuhan kebyar ini sering digunakan pada iringan tarian maupun tabuh petegak (instrumental). Karena itu kebyar memiliki nuansa yang sangat dinamis, keras dengan satu harapan bahwa dengan kebyar tersebut mampu membangkitkan semangat.