Pada suatu ketika suhu dunia yang mula-mula sangat sejuk berubah menjadi panas yang tak terhingga, yang menyebabkan tiga alam menjadi panas yaitu alam bawah (Yamaloka), alam tengah (alam manusia) dan alam atas (alam dewa) yang membuat resah semua umat manusia maupun para dewa, Dewa Indra yang berada di Indraloka menjadi bingung akan panas yang begitu dahsyatnya, sehingga dia mengutus Bhagawan Narada dan pengikutnya Tualen untuk menyelidiki apa yang terjadi. Setelah diselidiki, Bhagawan Narada melapor kepada Dewa Indra bahwa ada api kecil yang berada ditengah laut yang menyebabkan panas itu terjadi. Tanpa pikir panjang lagi, Dewa Indrapun memerintahkan Bhagawan Narada dan Tualen untuk mengerahkan semua para dewa untuk memadamkan api tersebut, namun tiap kali para dewa berusaha untuk memadamkannya, api tersebut bertambah besar dan berubah menjadi raksasa yang mengerikan. Raksasa itu menjadi sangat marah karena tidurnya diganggu, para dewapun kewalahan menghadapi raksasa tersebut dan membuat para dewa menanggung kekalahan. Seketika itu juga Dewa Siwa datang dan melerai pertempuran itu, Dewa Siwa memberikan wejangan pada raksasa tersebut dan memberitahu bahwa dirinya merupakan anak dari Dewa Siwa dan Dewi Parwati, yang pada saat bersenang-senang diatas lautan dan tidak disengaja menjatuhkan sperma di tengah laut sehingga api yang panas itu muncul. Pada saat itu juga raksasa itu diberi nama Sang Hyang Adikala karena kesaktianya melebihi para dewa, Dewa Siwa juga memberikan aturan-aturan yang membenarkan dia untuk bertempat tinggal dan apa yang menjadi makanannya.

Tinggalkan Balasan