Rebab

Juli 1st, 2013

 

              Rebab merupakn salah satu nama tungguhan atau instrumen gesek yg deigunakan dalam jenis-jenis barungan gamelan yg terdapat di daerah-daerah tertentu seperti di Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah,Jawa Barat,Sumatra,dan sebagainya.

              Di Jawa Barat terdapat dua bentuk instrumen gesek,yaitu Rebab dan Tarawangsa. Kedua instrumen gesek tersebut mempunyai ukuran yg berbeda, yaitu relatif lebih besar instrument tarawangsa daripada rebab. Selain ukurannya yg berbeda, warna suaranya juga berbeda karena menggunakan membran yg bahannya berbeda.

            Dalam menggarap gending, rebab yg dimainkan dengan cara kawat atau yg sejenis digesek dengan penggesek yang arahnya maju dan mundur secara bebas, kecuali garap rebab di Jawa Tengah yg digunakan dalam barungan gamelan Ageng, maju mundurnya gesekan rebab ditentukan oleh kedudukan nada. Arah gesekan yang mundur dirasakan  lebih mantap yg  dari terletak pada hitungan genap, maka dari itu setiap nada setelah gesekan rebab selalu menggunakan gesekan yang arahnya mundur.

Tungguhan rebab bali dalam menggarap gending tidak ditentukan baik dalam menggarap gending-gending instrumental maupun vokal. Rebab di Bali dapat dikatakan masih asing karena sedikitnya barungan gamelan yg menggunakan maupun jumlah penyajinya yg relatif sedikit deibandingkan dengan jenis tungguhan lainyya seperti kendang, pemade, ceng-ceng, kempul, kantil, kajar, gong dan lain-lainnya. Dengan asingnya tungguhan rebab ini maka banyak barungan gamelan yg seharussnya menggunakan tungguhan rebab, tidak menggunakan tungguhan rebab. Jenis-jenis barungan gamelan yg menggunakan tungguhan rebab adalah Gong Kebyar, Gong Suling, Semar pegulingan saih lima, semar pegulingan saih pitu, Pengarjan, dsan Penggambuhan. Rebab digunakan pada barungan gamelan gong kebyar setelah adanya lomba atau mebarung atau festival Gong Kebyar malahan dijadikan sebagai persyaratan lomba , yang sebelumnya dapat dikatakan tidak pernah menggunakan Rebab. Demikian pula pada barungan lainnya seperti barungan gamelan semar pegulingan saih lima , semar pegulingan saih pitu, gong suling dapat dikatakan belum secara merata atau jarang yang menggunakan tungguhan rebab, demikian jugan dengan barungan gamelan pengarjaan sekarang ini sama sekali tidak menggunakan tungguhan rebab. Tungguhan rebab dalam jenis-jenis barungan gamelan tersebut mempunyai fungsi yg berbeda-beda terutama dari segi musikal. Misalnya dalam barungan gamelan Pegambuhan, tungguhan rebab adalah salah satu tungguhan yg menggarap atau menyajikan melodi atau gending pada seluruh sajian gending/repertoar. Dalam barungan gamelan Pegambuhan selain tungguhan rebab juga menggarap atau menyajikan juga tungguhan suling yg berukuran besar atau sering disebut suling pegambuhan. Sedangkan tungguhan rebab pada jenis-jenis barungan gamelan lainnya, peranan rebab tidak seperti barungan gamelan Pegambuhan, yaitu lebih menekankan pada pemantapan hasil sajian suatu gending atau sering juga disebut oleh masayarakat luas adalah untuk memaniskan sajian gending.

Ada 3 faktor yg menentukan ketidaksuburan tungguhan rebab di bali antara lain:

1. Sedikitnya barungan gamelan yg menggunakan tungguhan rebab, sedikitnya jumlah seniman penyaji yg dapat memainkan rebab.

2. Jarangnya jumalh rebab di bali karena sudah tidak ada yg membuatnya

3. Rebab dianggap paling sulit untuk dipelajari

-BENTUK

Dilihat dari segi bentuknya, rebab bali terdapat kekhususan dalam hal bebetan, ukuran dan pontang. Bentuk bebetannya mencerminkan latar belakang budayanya dalam hal ini adalah budaya bali. Ukuran rebab bali baik ukuran besar maupun tingginya relatif lebih kecil dibandingkan dengan ukuran rebab Jawa Tengah maupun rebab Jawa Barat. Padaumumnya rebab bali hampir seluruhnya menggunakan pontang yg dibuat dari perak yg dipasang pada bagian bebetan maupun bantang rebab sesuai dengan bentuknya. Pontang dalam tunggahan rebab berfungsi sebagai hiasan. Perbedaan yg lain adalah pada garapnya artinya cara menggarap gending, yaitu menggunakan cengkok-cengkoknya yg berbeda.

Di Bali terdapat beberapa bentuk rebab yg perbedaannya terletak pada bebetannya dan juga pada batoknya yg berfungsi sebagai resonator. Perbedaan bagian batok rebab terletak pada bentuk maupun bahan yg digunakan. Batok dibuat dari kayu atau tempurung kelapa.

Nama-nama bagian rebab:

1.   Menur                  6. Bebetan                    11. Batis

2.   Kuping                  7. Penyanteng              12. Gegemelan

3.   Irung-Irung          8. Jejebug                      13. Pengaradan

4.   Bantang               9. Batok

5.   Kawat                  10. Babad      

 

 

Cara memainkan rebab dengan berbagai tahapan sebagai berikut :

·       Sikap duduk pengrebab

·       Posisi tungguhan rebab

·       Cara memegang tungguhan rebab

·       Cara menyetel rebab

·       Cara menekan kawat rebab

·       Cara memegang pengaradan

·       Cara menggesek rebab

·       Posisi jari pada laras pelog

·       Posisi jari pada laras slendro

·       Menekan kawat dan menggesek rebab

·       Garap rebab

·       Cara memelihara rebab

Leave a Reply